Jakarta — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menghadiri kegiatan Dharma Teaching and Empowerment dengan tema “Loving Kindness and Compassion” yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Palpung Thubten Choekorling di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan serta memperkuat nilai-nilai cinta kasih (loving kindness) dan welas asih (compassion) dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya bagi umat Buddha. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah pemberdayaan spiritual yang berlandaskan ajaran Buddha Dharma.
Dalam sambutannya, Supriyadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bukti nyata terjalinnya hubungan persahabatan antarbangsa melalui jalur keagamaan. Menurutnya, agama memiliki peran sentral sebagai landasan moral dan etika bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Acara dharma teaching ini memiliki relevansi yang kuat sebagai bentuk upaya kita bersama untuk mewujudkan umat Buddha Indonesia seutuhnya,” ujar Supriyadi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kegiatan keagamaan yang mendorong umat untuk mengenal hakikat diri sejati. Dalam konteks kebangsaan, pemahaman yang baik terhadap jati diri akan membentuk pribadi yang teguh dan tidak mudah terombang-ambing oleh berbagai pengaruh.
Supriyadi juga menyoroti pentingnya peran guru spiritual yang memiliki silsilah murni dan memahami kondisi umat secara langsung. Menurutnya, pengajaran dari guru yang terpercaya akan memberikan kekuatan batin dan pemahaman yang mendalam bagi umat.
Melalui kegiatan Dharma Teaching and Empowerment ini, diharapkan nilai-nilai cinta kasih dan welas asih dapat semakin tertanam dalam diri umat, serta menjadi energi positif dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berkeadaban.
Kontributor: Sumantoro, Dwiyana Mettasari