Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Bina Lembaga Keagamaan Buddha, Caliadi: Layanan Dipermudah Dengan Siori

Minggu, 28 April 2019
Kategori : Berita

Dirjen Bimas Buddha Caliadi membuka Orientasi Manajemen Pemberdayaan Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan Buddha di Yogyakarta (24/4). Caliadi mengakui sedang membangun aplikasi layanan untuk mempermudah layanan kelembagaan agama Buddha.

"Sistem manajemen penataan ini dibuat tentunya untuk kebaikan dan kemajuan bersama, sehingga dapat memudahkan kita dalam mengakses informasi serta untuk menghindari konflik yg bisa terjadi nantinya," lanjut Dirjen Bimas Buddha.

Caliadi sampaikan pentingnya manajemen pemberdayaan lembaga pendidikan agama dan keagamaan Buddha.

Terkait hal itu, Ditjen Bimas Buddha telah melakukan penataan khusus dengan menghadirkan aplikasi SIORI Buddha. Penataan tersebut dilakukan agar setiap lembaga dapat memiliki badan hukum serta menerima bantuan dari pemerintah.

"Saat ini, kami telah meluncurkan sebuah aplikasi SIORI Buddha sebagai salah satu manajemen penataan agar lembaga keagamaan dapat terdaftar dan memiliki badan hukum sehingga nantinya bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah," ujar Caliadi.

Selain itu dikatakan Caliadi para pengurus lembaga wajib memahami aturan-aturan yang dibangun oleh Ditjen Bimas Buddha. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dan menghindari konflik pada lembaga terkait.

Lebih lanjut Caliadi mengatakan proses penataan ini juga berkaitan dengan visi dan misi Ditjen Bimas Buddha. Hal ini dalam pencapaian umat Buddha yang harmonis, cerdas, sejahtera sebagai wujud nyata dari Kesatuan Republik Indonesia.

Dikatakan Caliadi sistem yang dibangun dalam pengelolaan lembaga akan bersifat dinamis, kredibel dan bertanggung jawab serta tidak berakibat prasangka tidak baik dikalangan umat. Organisasi yang dikelola lebih lanjut dikatakan Caliadi dapat dipercaya dan bisa menghasilkan sumber daya manusia yang baik.

"Yang jelas, sistem yang dibangun nantinya akan bersifat dinamis, kredibel, bertanggung jawab. Terpenting tidak bersifat KKN sehingga dapat dikelola dengan baik agar dapat dipercaya oleh umat dan nantinya menghasilkan sumber daya manusia yang baik pula," ujarnya sebagai penutup.


Sumber
:
Penulis
:
eddwin
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait