Puja Bhakti Senin Pagi: Menempa Diri dengan Kejujuran, Semangat, dan Keuletan
Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha Ditjen Bimas Buddha, Suratman, mengajak ASN untuk menyadari bahwa kesempatan menjalankan puja bakti, membaca paritta, dan bermeditasi di tengah kesibukan pekerjaan merupakan berkah yang patut disyukuri. Pesan tersebut disampaikan dalam Puja Bhakti Senin pagi, (10/8/2026).
Dalam inspirasinya, Suratman menyampaikan kisah seorang pengusaha properti yang memberikan tugas kepada pemborong untuk membangun rumah terbaik sebagai percontohan. Namun, karena tidak bekerja dengan kesungguhan dan hanya berorientasi pada keuntungan, pemborong tersebut menggunakan material dan pengerjaan seadanya. Tanpa disangka, rumah yang dibangunnya justru diberikan oleh sang pengusaha kepada dirinya sendiri.
Kisah tersebut menjadi refleksi bahwa kualitas pekerjaan mencerminkan kualitas diri. Menurut Suratman, setiap tugas yang diberikan pimpinan bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga kesempatan bagi pegawai untuk menunjukkan kemampuan, tanggung jawab, dan kesiapan menerima amanah yang lebih besar.
Ia mengajak ASN untuk terus menempa diri melalui kejujuran, semangat, dan keuletan. Sebab, keberhasilan tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan ketekunan dan kesungguhan.
Manajemen Talenta Kunci dalam Peningkatan Kinerja, Kompetensi, dan Integritas ASN
Jakarta (Bimas Buddha) - Kepala Sub Direktorat Perguruan Tinggi di Lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Suwanto, memimpin apel pagi pada Senin (16/12/2024) di Kantor Kemenag Pusat, Jakarta dan menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Suwanto mengatakan setiap pegawai harus mempersiapkan diri, dengan prioritas utama pada kinerja. Ia meminta agar pegawai menjalankan rutinitas pencapaian target sepanjang tahun dan melaporkan capaian setiap triwulan. Selain memenuhi target, Suwanto mendorong agar pegawai untuk berupaya melampaui target yang ditetapkan.
Mengenai penugasan dan perpindahan jabatan termasuk rotasi dan mutasi, Suwanto meminta agar pegawai memandangnya sebagai kesempatan untuk menambah rekam jejak dan pengalaman.
“Kita akan dicatat sampai sejauh mana rekam jejak kita ya, sampai sejauh mana kita punya pengalaman dalam menduduki posisi-posisi jabatan itu,” ujar Suwanto.
Suwanto juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi melalui pendidikan melalui pendidikan formal, pelatihan, sertifikasi, dan kursus yang disediakan oleh lembaga seperti BKN dan LAN. Selain kemampuan teknis, perilaku dan integritas menjadi tolak ukur utama. Suwanto mengingatkan kepada para ASN Bimas Buddha untuk menjauhi praktik korupsi dan tindakan yang menguntungkan pribadi atau kelompok.
“Kita pahami sampai sejauh mana terkait dengan manajemen talenta ini, sehingga setelah kita paham kita bisa mempersiapkan diri kita karena ketika manajemen talenta diterapkan kita tidak lagi bicara komunitas, apalagi isi tas, jadi kita bicaranya adalah bicara kualitas,” tegas Suwanto.
Apel ditutup dengan apresiasi atas kerja sama dan keaktifan seluruh pegawai dalam kegiatan zikir dan doa kebangsaan yang diselenggarakan di Monas, Sabtu, (3/8/2026). Ia menekankan pentingnya dukungan kolektif untuk mewujudkan persatuan yang membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Puja Bhakti Senin Pagi: Dari Kisah Cak Nun, Sudar Ajak ASN Menjaga Integritas
Jakarta (Bimas Buddha)— Nilai integritas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana dalam menjalankan tugas, salah satunya dengan menolak segala bentuk gratifikasi. Pesan tersebut disampaikan oleh Sudar, Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda, dalam kegiatan Inspirasi Pagi Puja Bakti yang diselenggarakan di Cetiya Jambalajaya, Senin (27/7/2026).
Sudar mengangkat sebuah kisah inspiratif yang disampaikan oleh Muhammad Ainun Nadjib atau lebih dikenal dengan nama Cak Nun. Melalui ilustrasi tersebut, ia menjelaskan pentingnya membangun budaya integritas bukan hanya kepada masyarakat sebagai pengguna layanan, tetapi terutama kepada para pelaksana layanan agar tidak menerima pemberian dalam bentuk apa pun.
Menurut Sudar, penerapan nilai integritas harus dimulai dari lingkungan kerja, di mana pimpinan memiliki peran penting untuk mengingatkan seluruh pegawai agar tidak menerima bingkisan dalam bentuk apapun yang berpotensi menimbulkan gratifikasi.
"Hal itu tidak boleh diterima, Titik, itu saja."
Kebiasaan menerima pemberian dapat memunculkan rasa sungkan yang pada akhirnya memengaruhi objektivitas dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, membangun budaya menolak gratifikasi sejak dini akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional, nyaman, dan bebas dari konflik kepentingan.
"Bapak ibu tidak akan punya hutang jasa. Kalau kita tidak punya hutang jasa, kita bisa bekerja dimanapun, kita akan nyaman, kita akan tentram, karena tidak harus berusaha untuk membalas jasa."
Di akhir penyampaiannya, Sudar mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa bekerja dengan tulus dan mengedepankan keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan tanpa pamrih akan terasa lebih ringan dan memberikan ketenangan bagi diri sendiri maupun organisasi.
"Selama kita bekerja dengan ikhlas tanpa pamrih, kita kerja berat pun tidak akan mengeluh. Tapi kalau sesuatu sudah ada pamrih dulu, bekerja ringan pun merasa berat."
Pada kesempatan yang sama, Sudar juga menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha. Ia mengungkapkan bahwa mulai 1 Agustus 2026 akan melaksanakan tugas di Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Widjaja Wonogiri, sekaligus menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf kepada seluruh pimpinan serta rekan kerja atas kebersamaan selama bertugas.
Kasubdit Penyuluhan Tekankan Core Value ASN dan Program Kolaboratif dalam Apel Pagi
Jakarta (Bimas Buddha) — Dalam apel pagi pada Senin (20/7/2026), Kepala Subdit Penyuluhan, Sariyono, mengingatkan pentingnya disiplin pegawai sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 94 Tahun 2021. Salah satu bentuk disiplin tersebut adalah pemakaian atribut seperti tanda pengenal.
“Beberapa pegawai belum memenuhi atribut minimal (seragam lengkap dan tanda pengenal), diingatkan agar kedepannya tidak terulang,” ujar Sariyono saat memimpin apel pagi di Gedung Kementerian Agama, Jakarta.
Selain itu, Sariyono mengingatkan kembali tujuh nilai dasar (core values) ASN, yaitu pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, keharmonisan, loyalitas, adaptif, dan kolaboratif. Ia menyoroti keterkaitan nilai-nilai tersebut dengan penilaian pegawai teladan di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, yang menilai unsur adaptif, berdedikasi, dan inspiratif.
“Berikan pelayanan terbaik, pahami dan penuhi kebutuhan masyarakat dengan ramah, cekatan, dan tanpa sikap jutek. Karena kita adalah pegawai yang melayani,” kata Kasubdit Penyuluhan.
Mengenai program kerja, Sariyono mendorong penguatan kolaborasi antar subdit agar pelaksanaan kegiatan menjadi lebih efektif dan sinergis.
Apel dihadiri jajaran pegawai Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha. Kegiatan tersebut menghidupkan semangat komitmen bersama dan mendorong upaya pemberian pelayanan terbaik kepada masyarakat dan umat Buddha.
Puja Bhakti Senin Pagi: Rasa Syukur Menjadi Kunci Kebahagiaan dan Keberhasilan
Kepala Subdirektorat Kelembagaan Ditjen Bimas Buddha, Pandhit Amanvijaya, mengajak ASN untuk membiasakan hidup dengan rasa syukur sebagai landasan dalam meraih kebahagiaan dan keberhasilan. Pesan tersebut disampaikan dalam inspirasi pagi pada Puja Bhakti ASN Ditjen Bimas Buddha, Senin (13/7/2026).
Dalam penyampaiannya, Pandhit Amanvijaya mengingatkan bahwa setiap orang memiliki banyak alasan untuk bersyukur, mulai dari kesempatan hidup, keluarga, hingga dapat mengabdi sebagai ASN di lingkungan Ditjen Bimas Buddha. Menurutnya, rasa syukur mampu mengendalikan keinginan yang berlebihan sehingga terhindar dari iri hati, dengki, maupun perilaku yang menyimpang.
Ia menjelaskan bahwa bersyukur bukan berarti berhenti berusaha, melainkan tetap bekerja dan berjuang dengan penuh kesadaran serta menjadikan setiap pengalaman, baik suka maupun duka, sebagai sarana untuk menumbuhkan kebijaksanaan dan kedewasaan.
Mengutip ajaran dalam Dhammapada, Pandhit Amanvijaya menegaskan bahwa kesehatan merupakan anugerah terbesar, sedangkan rasa cukup dan syukur adalah kekayaan yang paling berharga. Oleh karena itu, rasa syukur perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti berbuat baik, berdana, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Menutup inspirasinya, ia mengajak seluruh ASN untuk senantiasa mensyukuri setiap kondisi kehidupan, menghargai keluarga dan orang-orang di sekitar, serta terus mengembangkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata pengamalan Dharma.
Penekanan Disiplin dan Ketertiban Kerja dalam Apel Pagi Ditjen Bimas Buddha
Jakarta (Bimas Buddha) — Pada apel pagi Senin (6/7/2026), Kabag Umum dan BMN Ditjen Bimas Buddha, Sayit, memberikan arahan tegas terkait disiplin, kehadiran, cuti, dan pelaksanaan kerja dari rumah (WFH) kepada seluruh pegawai.
Sayit menekankan pentingnya ketaatan terhadap ketentuan seragam dinas. Ia mengingatkan kembali kesepakatan penggunaan seragam putih berkerah dengan aksen hijau serta logo Kementerian Agama dan lambang Garuda. Selain itu, pegawai diimbau memakai identitas (badge) yang telah disediakan.
“Meskipun tidak tertulis, kementerian telah mengamanatkan kepada kita setiap hari Senin, kita semua harus pakai seragam yang sudah ditetapkan,” ujar Sayit ketika memimpin apel di Gedung Kementerian Agama, Jakarta.
Dalam arahannya tentang kehadiran, Sayit meminta pegawai lebih bertanggung jawab dan tidak sering meninggalkan tugas. Ia menegaskan agar pegawai disiplin datang ke kantor dan mematuhi prosedur absensi.
Terkait cuti, Sayit mengimbau agar pengajuan cuti dilakukan paling tidak tiga hari sebelum jadwal cuti. “Jangan mendadak kecuali sakit,” tegasnya.
Soal pelaksanaan WFH, Sayit mengingatkan perlunya kesiapan perangkat kerja serta memperingatkan perilaku saat WFH jangan bepergian saat menjalankan tugas dari rumah dan jangan lupa melakukan absensi. Instruksi ini untuk menjaga kelancaran tugas dan profesionalisme pelayanan di lingkungan Ditjen Bimas Buddha.
Apel tersebut dihadiri oleh jajaran pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha dan menjadi momen penguatan disiplin serta tata tertib kerja dalam rangka meningkatkan unit kerja.
Puja Bakti Senin Pagi: ASN Ditjen Bimas Buddha Diajak Menguatkan Sila dalam Pengabdian
Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya, Budiyono, mengajak seluruh ASN Ditjen Bimas Buddha untuk menjadikan sila sebagai landasan utama dalam menjalankan kehidupan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun tempat kerja. Ajakan tersebut disampaikan dalam inspirasi pagi pada Puja Bhakti ASN Ditjen Bimas Buddha, Senin (29/6/2026).
Budiyono menjelaskan bahwa dalam ajaran Buddha terdapat tiga landasan pengembangan diri, yakni sila, samadhi, dan pañña. Namun, pada kesempatan tersebut ia menekankan pentingnya penerapan sila melalui perilaku sehari-hari, seperti menjaga etika, sopan santun, disiplin, serta membangun komunikasi yang baik dengan rekan kerja maupun masyarakat.
Menurutnya, penerapan sila tidak hanya tercermin dari kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari kebiasaan sederhana seperti menyapa, tersenyum, menghormati orang lain, serta menunjukkan rasa hormat kepada orang tua dan para guru. Sikap-sikap tersebut menjadi cerminan karakter ASN yang membawa nama baik Ditjen Bimas Buddha.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap perbuatan baik hendaknya dilandasi dengan ketulusan. Tanpa keikhlasan dan sila yang kuat, kebaikan tidak akan memberikan manfaat yang maksimal, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan.
Menutup inspirasinya, Budiyono mengajak seluruh ASN untuk terus membiasakan perilaku yang berlandaskan sila dalam setiap aspek kehidupan. Dengan karakter yang baik dan etika yang terjaga, diharapkan seluruh pegawai mampu mendukung pelaksanaan tugas dan program Ditjen Bimas Buddha secara profesional serta memberikan teladan di tengah masyarakat.
Kabag Umum dan BMN Apresiasi Kekompakan dan Serukan Penguatan Disiplin ASN pada Apel Pagi
Jakarta (Bimas Buddha) - Kepala Bagian Umum dan BMN Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Sayit, memimpin Apel Senin Pagi di lingkungan Ditjen Bimas Buddha pada Senin (8/6/2026). Dalam arahannya, Sayit mengingatkan tentang kedisiplinan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Bimas Buddha sebagai pondasi profesionalisme.
Dalam sambutannya, Sayit juga mengapresiasi kekompakan yang telah terbina di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, terutama dalam pelaksanaan berbagai kegiatan. Kabag Umum dan BMN menilai, pola kepemimpinan kolaboratif mulai dari pimpinan tertinggi hingga pelaksana dan pejabat fungsional menjadi kunci terciptanya sinergi yang kuat.
“Kebersamaan kita bukan dilandasi rasa takut kepada atasan, tetapi oleh kedisiplinan dan tanggung jawab bersama,” ujarnya di Gedung Kementerian, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Dalam apel pagi, Sayit juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN dalam memberikan kontribusi dalam terlaksananya Sannipata Nusantara 2026. Menurutnya, kekompakan dalam seluruh unsur acara serta antusiasme generasi muda menjadikan acara tersebut salah satu yang paling sukses.
Sayit juga mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga nama baik Ditjen Bimas Buddha. Ia mengimbau agar setiap individu bertanggung jawab atas perilaku dan tindakan agar tidak mencoreng citra institusi.
“Jangan sampai satu titik noda mencitrakan buruk. Mari kita jaga nama baik Ditjen Bimas Buddha dengan baik,” tegasnya.
Puja Bhakti Senin Pagi: Menelusuri Jejak Dharma dalam Peradaban Nusantara
Analis Kebijakan Ahli Madya, Siky Hendro Wibowo mengajak ASN Ditjen Bimas Buddha untuk memahami kembali peran Buddha Dharma dalam perjalanan peradaban dunia dan Nusantara melalui inspirasi pagi pada kegiatan Puja Bhakti Senin (15/6/2026).
Dalam pemaparannya, Siky menjelaskan bahwa jalur sutra tidak hanya menjadi sarana perdagangan dan pertukaran budaya antarbangsa, tetapi juga menjadi jalur penyebaran Buddha Dharma ke berbagai wilayah seperti Tiongkok, Tibet, Mongolia, dan negara-negara lainnya. Menurutnya, Nusantara juga memiliki peran penting melalui jalur sutra laut yang menjadi pusat perdagangan rempah sekaligus ruang pertemuan berbagai budaya dan ajaran.
Ia mencontohkan kemajuan peradaban masa lampau melalui keberadaan Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon yang dibangun dengan perencanaan dan pengetahuan yang tinggi. Selain itu, Siky menyoroti kontribusi Empu Tantular yang melalui karya Kakawin Sutasoma melahirkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, sebuah warisan nilai yang hingga kini menjadi fondasi persatuan bangsa Indonesia.
Menutup inspirasinya, ia mengajak seluruh ASN untuk tidak hanya memahami Dharma sebagai warisan sejarah, tetapi juga menghadirkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membawa Dharma ke dalam “rumah batin” masing-masing, nilai-nilai kebijaksanaan yang diwariskan para leluhur dapat diwujudkan dalam karya, pengabdian, dan kehidupan bermasyarakat.
Apel Senin Pagi, Kabag Umum dan BMN Ajak ASN Bimas Buddha Tingkatkan Disiplin
Jakarta (Bimas Buddha) — Kepala Bagian Umum dan BMN Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Buddha, Sayit, memimpin Apel Senin Pagi di lingkungan Ditjen Bimas Buddha pada Senin (8/6/2026). Dalam arahannya, Sayit menekankan pentingnya peningkatan kedisiplinan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sayit mengingatkan bahwa disiplin adalah hal krusial bagi kelancaran tugas dalam melayani masyarakat.
"Disiplin harus terus ditingkatkan, jangan sampai kita mengganggu atau menurunkan kedisiplinan yang selama ini sudah sangat baik di Ditjen Bimas Buddha," tegasnya.
Ia meminta seluruh ASN, termasuk pegawai PNS yang baru dilantik, untuk segera menyesuaikan diri, khususnya dalam kewajiban menghadiri apel dan upacara. Menurut Sayit, Ditjen Bimas Buddha dikenal kompak dengan tingkat kehadiran hampir mencapai 99 persen, dan diharapkan dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.
Soal kesehatan dan ketidakhadiran ASN, Sayit memberi ruang bagi pegawai yang benar-benar sakit untuk tidak hadir, namun menekankan agar alasan ketidakhadiran disertai bukti yang sah.
"Kami beri toleransi bagi yang sakit, namun jangan hanya klaim tanpa bukti. Kedisiplinan seperti ini penting demi keberlangsungan karier setiap ASN," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sayit menyampaikan ucapan Selamat Hari Waisak kepada seluruh pegawai dan mengajak ASN berpartisipasi dalam Dana Paramita ASN melalui lembaga yang telah ditunjuk. Program ini memfasilitasi Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama Buddha untuk menyisihkan sebagian penghasilannya guna membantu sesama.
Apel ditutup dengan harapan agar semangat kedisiplinan dan kebersamaan terus terjaga menjelang dan selama rangkaian kegiatan Waisak.


Semangat Kolaborasi dan Komitmen, Perkuat Pelayanan Bimas Buddha
Jakarta (Bimas Buddha) - Pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menyemangati terjalinnya kerja sama antar divisi untuk mewujudkan target kinerja meski menghadapi keterbatasan anggaran.
“Selamat menjalankan tugas pada hari pertama; semoga semangat baru ini terus menyala dan hak-hak sebagai PNS terpenuhi,” ujar Kasubdit Penyuluhan saat apel pagi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Kasubdit Penyuluhan, Sariyono, mendorong ASN muda untuk segera berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Meski anggaran terbatas, target kinerja harus tetap direalisasikan oleh karena itu kerja sama antar subdit sangat penting. Pembagian tugas dan koordinasi yang baik menjadi kunci agar capaian tidak mengorbankan mutu layanan.
“Kita tidak bisa menyelesaikan ini sendirian, sinergi antar tim adalah kunci,” ujarnya.
Di samping tugas administratif, para PNS juga diharapkan berperan aktif dalam rangkaian Vesakha Sananda sebagai bentuk pelayanan publik keagamaan.
“Mari kita sukseskan bersama apa yang telah dicapai sampai sekarang adalah kontribusi terbaik bagi pelayanan dan aktivitas keagamaan,” tutupnya.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, seluruh pegawai diharapkan terus bersinergi untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima untuk masyarakat.


Puja Bhakti Senin Pagi: Pentingnya Religiusitas dan Persatuan ASN
Kasubdit Pendidikan Dasar dan Menengah Ditjen Bimas Buddha, Budi Sulistiyo, memberikan inspirasi kepada ASN Ditjen Bimas Buddha dalam kegiatan puja bakti Senin pagi (18/5/2026). Dalam pesannya, ia mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas pikiran, ucapan, dan perbuatan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Buddhis dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari.
Budi menekankan pentingnya menjaga religiusitas dan kesadaran spiritual, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan pribadi. Ia mengingatkan bahwa meskipun praktik keagamaan dalam agama Buddha bersifat berdasarkan kesadaran individu, semangat untuk menjalankan puja bakti dan nilai-nilai kebajikan tetap perlu ditumbuhkan secara konsisten, termasuk dalam keluarga dan lingkungan pendidikan.
Ia juga menyoroti pentingnya persatuan dan sinergi di lingkungan Ditjen Bimas Buddha. Menurutnya, ASN harus mampu memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang tugas masing-masing serta menghindari sikap iri hati dan perpecahan. Dalam menghadapi dinamika birokrasi seperti rotasi, promosi, maupun perubahan jabatan, ASN diharapkan tetap mengembangkan kompetensi dan menjaga semangat kompetisi yang positif.
Di akhir pesannya, Budi mengajak seluruh ASN untuk terus melakukan introspeksi diri dan menjadi teladan melalui pikiran, ucapan, serta tindakan yang baik.

Pembinaan dan Evaluasi CPNS Ditjen Bimas Buddha
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menyelenggarakan pembinaan dan evaluasi bagi CPNS yang akan diangkat menjadi PNS guna memperkuat pemahaman, sikap, dan budaya kerja sebagai aparatur sipil negara.
Penguatan disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso, pada Kamis (30/4/2026), yang menekankan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan adaptasi, serta membangun semangat kolaborasi.
Dalam arahannya, Triroso mengingatkan agar para CPNS, setelah diangkat menjadi PNS, senantiasa menjaga nama baik instansi. CPNS juga didorong untuk menjunjung tinggi kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai fondasi budaya kerja profesional.
Selain itu, CPNS diharapkan mampu beradaptasi dengan dinamika organisasi, termasuk rotasi tugas, sebagai upaya memperluas pengalaman dan meningkatkan kompetensi lintas bidang.
Sebagai bentuk dukungan program eko-teologi Menteri Agama, para CPNS diminta melakukan penanaman pohon yang didokumentasikan dan dipublikasikan di media sosial sebagai bagian dari kampanye bersama.
Apel Pagi, Sesditjen Bimas Buddha Ingatkan Pentingnya Disiplin dan Tanggung Jawab ASN
Jakarta (Bimas Buddha)- Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Triroso, menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan tugas. Hal ini disampaikan dalam apel pagi rutin yang dilaksanakan di Ruang Cetiya Lantai 16, Jakarta, Senin (27/4/2026).
"Pada pagi hari ini kita sama-sama melaksanakan apel sebagai bentuk kesiapan kita dalam memulai pekerjaan kita," ujar Triroso.
Tirosa juga mengingatkan para ASN untuk menyesuaikan diri dengan bidang yang terdapat di dalam SK masing-masing, terutama terkait dengan Penyesuaian Induk Jabatan pada KMA 1150 Tahun 2025. Menurut Triroso, pemenuhan kewajiban secara optimal akan secara otomatis menjamin terpenuhinya hak-hak pegawai.
"Kalau kewajiban kita sudah kita laksanakan dengan optimal, secara otomatis nanti hak-hak itu juga akan didapatkan," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Triroso juga menyambut baik penerapan sistem merit management dan sistem talenta dalam berkarir, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM ASN.
Apel pagi rutin ini diikuti oleh para ASN Bimas Buddha dan bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme ASN.
Puja Bhakti Senin Pagi: Kebahagiaan Sejati Bersumber dari Dalam Diri
Inspirasi pagi dalam Puja Bhakti ASN Ditjen Bimas Buddha, Senin (20/4/2026), yang disampaikan oleh Perencana Ahli Madya Albert Kumala menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bersumber dari dalam diri, yakni kemampuan menyadari dan mensyukuri momen saat ini, bukan bergantung pada jabatan, harta, atau kondisi eksternal.
Mengacu pada ajaran Buddha pada Dhammapada (Buddha Vagga), ia mengajak ASN untuk menumbuhkan cinta kasih (metta) dan welas asih (karuna) dengan membersihkan batin dari iri hati, kebencian, dan prasangka. Kebahagiaan, menurutnya, hadir ketika kehadiran seseorang mampu membawa ketenangan dan kegembiraan bagi lingkungan sekitarnya.
Ia juga menekankan pentingnya praktik sila, samadhi, dan pañña sebagai satu kesatuan latihan yang tidak terpisahkan. Konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai moral, bahkan hingga pada niat dan tindakan kecil, menjadi kunci dalam pengembangan batin.
Menutup pesannya, Albert mengingatkan bahwa kesempatan terlahir sebagai manusia, mengenal Dharma, serta mengabdi di lingkungan Ditjen Bimas Buddha merupakan berkah besar yang patut dimanfaatkan untuk terus berlatih dan menapaki jalan menuju kebahagiaan sejati.
ASN Bimas Buddha Didorong Terlibat Aktif dalam Rangkaian Vesakha Sananda 2570 BE
Jakarta (Bimas Buddha) - Kepala Bagian Umum dan Barang Milik Negara, Sayit, mengharapkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha untuk berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan Vesakha Sananda 2570 BE. Imbauan disampaikan saat apel pagi di Kantor Kemenag Pusat, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi bersih-bersih rumah ibadah, penuangan eco-enzyme ke sungai untuk pemulihan lingkungan, donor darah, serta layanan pengobatan gratis. Layanan pengobatan gratis mencakup pemeriksaan medis, terapi pijat atau refleksi, dan akupuntur yang ditangani oleh praktisi bersertifikat.
“Silahkan yang punya keluhan-keluhan nanti bisa dikonsultasikan dan juga ada akupuntur yang bersertifikat jadi bukan akupuntur abal-abal,” ujar Kabag Umum dan BMN.
Di sela apel pagi, Sayit juga mengingatkan ketentuan pakaian dinas yang dikenakan setiap hari Senin dan Selasa. Pegawai diminta mengenakan PDH yang telah disepakati (dengan lambang Garuda di kanan, logo Kemenag di dada kiri, serta list hijau).
“Setiap hari Senin dan Selasa pakaian kita adalah PDH yang sudah disepakati,” tegasnya.
Apel rutin di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha dilaksanakan rutin untuk meningkatkan disiplin dan koordinasi terkait pelayanan masyarakat maupun agenda keagamaan, seperti persiapan perayaan Waisak dan kebijakan Kementerian Agama lainnya.
Kembali dari Libur Panjang, ASN Ditjen Bimas Buddha Siap Hadapi Agenda Waisak 2570 BE
Setelah menjalani libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Bimas Buddha kembali memulai aktivitas kerja dengan mengikuti apel pagi yang dilaksanakan pada Senin (30/3/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi.
Dalam amanatnya, Supriyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang tetap melaksanakan tugas di tengah masa cuti bersama dan skema kerja fleksibel. Dirinya juga berharap, waktu istirahat yang telah dilalui selama hampir dua minggu dapat menjadi sumber energi, motivasi, dan semangat baru bagi seluruh ASN dalam menjalankan tugas.
Dalam waktu dekat, Ditjen Bimas Buddha akan memasuki rangkaian persiapan peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE yang jatuh pada 31 Mei 2026. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan sepanjang bulan, yang tentunya membutuhkan kesiapan, kolaborasi, serta energi positif dari seluruh jajaran.
Mengakhiri arahannya, Supriyadi mengajak seluruh ASN untuk menjaga semangat dan optimisme di tengah situasi global yang belum stabil, serta terus meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Buddha.
Puja Bhakti Senin Pagi: Pentingnya Introspeksi Diri bagi ASN
Kasubdit Pendidikan Dasar dan Menengah, Budi Sulistiyo, memberikan inspirasi pagi kepada ASN Ditjen Bimas Buddha dalam Puja Bhakti Senin (9/3/2026) dengan tema pentingnya introspeksi diri.
Dalam pesannya, Budi mengajak seluruh ASN untuk senantiasa melakukan introspeksi diri dalam setiap aktivitas dan pekerjaan, karena setiap tugas pasti memiliki tantangan maupun kekurangan yang perlu diperbaiki. Melalui introspeksi, seseorang dapat mengevaluasi kemampuan, merencanakan langkah yang lebih baik, serta menyesuaikan keinginan dengan kapasitas yang dimiliki.
Ia juga menekankan bahwa introspeksi tidak hanya dilakukan pada periode tertentu, tetapi perlu dilatih secara rutin, bahkan setiap hari, agar dapat membantu memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pekerjaan, serta membentuk karakter yang lebih kuat. Dengan konsistensi dalam introspeksi, diharapkan ASN mampu menjalankan tugas dengan lebih bijaksana, profesional, dan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan kerja.


Dukung Implementasi Coretax System, Ditjen Bimas Buddha Adakan Sosialisasi dan Konsultasi Pelaporan SPT Tahunan
Dalam rangka memenuhi kewajiban pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2025 serta mendukung implementasi sistem administrasi perpajakan terbaru (Coretax System), Ditjen Bimas Buddha menyelenggarakan Sosialisasi dan Layanan Konsultasi Pelaporan SPT Tahunan melalui modul Coretax pada Rabu (18/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan ASN Ditjen Bimas Buddha dalam melaksanakan kewajiban perpajakan, sekaligus memastikan pemahaman dan kesiapan dalam penggunaan sistem Coretax.
Sosialisasi menghadirkan Tim KPP Pratama Jakarta Menteng Satu sebagai narasumber, serta dilengkapi dengan layanan konsultasi bagi ASN yang mengalami kendala dalam proses pelaporan SPT Tahunan melalui modul Coretax.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kepatuhan, serta kemampuan ASN dalam melaporkan SPT Tahunan secara tepat waktu, benar, dan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
Ditjen Bimas Buddha Matangkan Ortaker IABN Sriwijaya Tangerang
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menggelar rapat pembahasan Rancangan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang di Ruang Rapat lantai 16 pada Selasa (10/2/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Dirjen Bimas Buddha ini diikuti oleh Ketua STABN Sriwijaya beserta jajaran, Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Subdirektorat Pendidikan Tinggi, Kepala Bagian Umum dan BMN, perancang peraturan perundang-undangan, serta Tim Organisasi dan Tata Laksana Ditjen Bimas Buddha.
Pembahasan dilakukan sebagai tindak lanjut hasil rapat Panitia Antar Kementerian dan/atau Nonkementerian (PAK) terkait Rancangan Peraturan Presiden tentang tiga Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB pada 6 Februari 2026. Rapat ini bertujuan menindaklanjuti hasil pembahasan tersebut, khususnya terkait arahan bahwa pada saat Peraturan Presiden ditetapkan, susunan organisasi dan tata kerja harus telah disiapkan.
Puja Bhakti Senin Pagi: Disiplin Diri sebagai Fondasi Kinerja ASN
Kepala Bagian Umum dan Barang Milik Negara, Sayit, memberikan inspirasi pagi kepada ASN Ditjen Bimas Buddha dalam Puja Bhakti Senin (9/2/2026) dengan tema disiplin diri.
Dalam arahannya, Sayit menekankan pentingnya disiplin diri terutama terkait kesehatan. Ia mengingatkan bahwa kesehatan merupakan harta paling berharga, sejalan dengan ajaran Sang Buddha dalam Dhammapada, sehingga ASN diajak untuk menjaga kesehatan dengan disiplin, termasuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
Selain itu, Sayit menegaskan pentingnya disiplin waktu, khususnya dalam hal presensi dan administrasi pengelolaan cuti. ASN diimbau untuk hadir tepat waktu dan mengikuti prosedur cuti dengan tertib serta segera mengurus pengajuan cuti apabila berhalangan hadir.
Melalui inspirasi ini, ASN diharapkan semakin menyadari bahwa disiplin diri merupakan kunci penting bagi profesionalisme, tanggung jawab, dan kebaikan bersama.

Apel Senin Pagi: Penanganan Dampak Banjir Sumatera Jadi Prioritas, Program Berjalan hingga 2028
Jakarta (Bimas Buddha) - Apel pagi yang digelar pada Senin (2/2/2026) menekankan percepatan perencanaan kerja 2027 dan penyelesaian program prioritas. Pembina upacara, Albert Kumala, mengingatkan seluruh ASN tentang bulan Februari adalah bulan penetapan rencana kerja tahunan meskipun kegiatan operasional belum dimulai. Selain itu, terdapat tiga amanat utama dalam rencana 2027, dengan prioritas penanganan dampak banjir di wilayah Sumatera yang diantaranya Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Terutama dampak bencana alam di wilayah Sumatera, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Albert saat memimpin apel pagi di Cetiya Jambala Jaya, Jakarta Pusat.
Program penanggulangan diproyeksikan berlanjut hingga penyelesaian pada 2028 dan melibatkan fungsi agama, sosial, serta pendidikan. Kepala subdit dan staf fungsional diminta aktif menyusun rencana penyelesaian dampak bencana. Pengumpulan data harus sangat akurat hingga tingkat desa untuk menjamin ketepatan sasaran.
Selain itu, Albert mengingatkan seluruh pegawai untuk menyelesaikan dialog kinerja sepanjang Februari guna keperluan pengisian SKP dan administrasi terkait. Diharapkan seluruh proses rampung sebelum perayaan Imlek dan memasuki bulan puasa pada pertengahan bulan.
Apel Senin Pagi: Pentingnya Peningkatan Profesionalisme ASN sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023
Jakarta (Bimas Buddha) - Analis SDM Aparatur Ahli Madya, Ning Subekti, mengingatkan pentingnya peningkatan profesionalisme ASN sesuai Undang?Undang Nomor 20 Tahun 2023 saat apel rutin di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Senin (19/1/2026).
Undang-undang tersebut menekankan terciptanya ASN yang berintegritas, loyal kepada negara, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Setiap tahun ASN wajib memenuhi tagihan IP ASN. Komposisi penilaian IP ASN adalah:
1. Pendidikan dan pengembangan kompetensi (diklat): 40%
2. Kinerja (SKP): 30%
3. Penilaian sikap/kompetensi lainnya: 25%
4. Disiplin: 5%
Ning Subekti menegaskan meskipun proporsi disiplin hanya 5%, pelanggaran disiplin serius dapat berakibat berat, termasuk pemecatan. Contoh ketentuan disiplin seperti ketidakhadiran tanpa keterangan selama 10 hari berturut?turut dapat berujung pada pemberhentian; akumulasi ketidakhadiran 28 hari dalam setahun juga berisiko dikenai sanksi.
Dalam arahannya, Ning menegaskan kembali bahwa setiap ASN bertanggung jawab untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan menunjukkan loyalitas kepada negara.


Puja Bhati Senin Pagi: Refleksi Kebaikan dan Keburukan bagi ASN Ditjen Bimas Buddha
Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi, Suwanto, memberikan inspirasi pagi kepada ASN Ditjen Bimas Buddha dalam Puja Bhakti Senin (12/1/2026) dengan tema kebaikan dan keburukan.
Dalam penyampaiannya, Suwanto mengajak ASN untuk mawas diri, menyadari bahwa setiap manusia pasti memiliki sisi baik dan buruk. Ia menekankan pentingnya menekan keburukan sekecil apa pun dan terus memupuk kebaikan, karena setiap perbuatan akan membawa buah karma.
Ia juga mengingatkan agar tidak mudah melihat keburukan orang lain, melainkan lebih banyak melakukan introspeksi diri. Dalam konteks sebagai ASN, keinginan untuk mencapai sesuatu tidak seharusnya ditempuh dengan cara yang merugikan atau menjatuhkan pihak lain.
Melalui pesan reflektif “jangan mematikan cahaya orang lain agar diri sendiri tampak bercahaya”, Suwanto mengajak seluruh ASN untuk membangun lingkungan kerja yang sehat, saling menghargai, dan berlomba dalam kebaikan tanpa merendahkan sesama. (DM)
Apel Senin Pagi : Pembina upacara Ingatkan Kedisiplinan dan Evaluasi Akhir Tahun dalam Apel Pagi Bimas Buddha
Jakarta (Bimas Buddha) — Dalam apel pagi di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha pada Senin pagi (22/12/2025), Pembina Upacara, Budi Sulistyo, mengingatkan seluruh ASN untuk senantiasa menerapkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan kewajiban.
“Disiplin adalah kunci meraih sukses dalam pekerjaan,” tegas Budi. Ia menekankan bahwa pelaksanaan tugas harus berlandaskan undang?undang, peraturan, dan ketentuan yang berlaku, serta diiringi kedisiplinan agar target kerja tercapai.
Menjelang penghujung tahun anggaran 2025, Pembina mengimbau agar seluruh leading sektor melakukan pengecekan ulang (cek and recheck) terhadap dokumen perencanaan dan pertanggungjawaban. Evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan program perlu dilakukan agar hasil kerja menjadi komprehensif. Ia menyebutkan masih ada beberapa kegiatan yang perlu dituntaskan dan dilaporkan, termasuk pengajuan kegiatan di Subdit Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pembina juga menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pegawai. Berkat kerja sama staf di berbagai tingkatan, kegiatan apresiasi bagi Guru Pendidikan Agama Buddha dan Keagamaan Buddha berjalan sukses dan lancar. Budi menegaskan bahwa keberhasilan Direktorat Jenderal Bimas Buddha merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur, bukan hanya kerja individu atau satu subdit.
“Ketulusan bekerja bersama akan menghasilkan karma baik di masa mendatang,” ujarnya, seraya mengingatkan pentingnya meningkatkan kekompakan dan sinergi antar unit secara berkelanjutan.
Sebagai penutup, Pembina meminta seluruh ASN mempercepat penyelesaian administrasi, memperkuat disiplin, dan meningkatkan koordinasi menjelang akhir tahun anggaran 2025.


Puja Bahkti Senin Pagi: Kalyana Mitta, Kunci Harmoni di Lingkungan Kerja
Pegawai Ditjen Bimas Buddha yang beragama Buddha mengikuti Puja Bhakti Senin pagi (15/12/2025) yang rutin dilaksanakan dua minggu sekali di Cetiya Jambhala Jaya. Pada kesempatan ini, Kasubdit Penyuluhan, Sariyono, menyampaikan inspirasi pagi dengan tema “Sahabat Baik (Kalyana Mitta).”
Dalam pesannya, Sariyono mengajak seluruh pegawai untuk menyelesaikan kesibukan akhir tahun dengan semangat, dedikasi, dan menjaga kesehatan, agar k