Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Aktivitas dan Kinerja

Pembinaan dan Evaluasi CPNS Ditjen Bimas Buddha

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menyelenggarakan pembinaan dan evaluasi bagi CPNS yang akan diangkat menjadi PNS guna memperkuat pemahaman, sikap, dan budaya kerja sebagai aparatur sipil negara.

Penguatan disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso, pada Kamis (30/4/2026), yang menekankan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan adaptasi, serta membangun semangat kolaborasi.

Dalam arahannya, Triroso mengingatkan agar para CPNS, setelah diangkat menjadi PNS, senantiasa menjaga nama baik instansi. CPNS juga didorong untuk menjunjung tinggi kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai fondasi budaya kerja profesional.

Selain itu, CPNS diharapkan mampu beradaptasi dengan dinamika organisasi, termasuk rotasi tugas, sebagai upaya memperluas pengalaman dan meningkatkan kompetensi lintas bidang.

Sebagai bentuk dukungan program eko-teologi Menteri Agama, para CPNS diminta melakukan penanaman pohon yang didokumentasikan dan dipublikasikan di media sosial sebagai bagian dari kampanye bersama.

Apel Pagi, Sesditjen Bimas Buddha Ingatkan Pentingnya Disiplin dan Tanggung Jawab ASN

Jakarta (Bimas Buddha)- Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Triroso, menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan tugas. Hal ini disampaikan dalam apel pagi rutin yang dilaksanakan di Ruang Cetiya Lantai 16, Jakarta, Senin (27/4/2026).

"Pada pagi hari ini kita sama-sama melaksanakan apel sebagai bentuk kesiapan kita dalam memulai pekerjaan kita," ujar Triroso.

Tirosa juga mengingatkan para ASN untuk menyesuaikan diri dengan bidang yang terdapat di dalam SK masing-masing, terutama terkait dengan Penyesuaian Induk Jabatan pada KMA 1150 Tahun 2025. Menurut Triroso, pemenuhan kewajiban secara optimal akan secara otomatis menjamin terpenuhinya hak-hak pegawai.

"Kalau kewajiban kita sudah kita laksanakan dengan optimal, secara otomatis nanti hak-hak itu juga akan didapatkan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Triroso juga menyambut baik penerapan sistem merit management dan sistem talenta dalam berkarir, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM ASN.

Apel pagi rutin ini diikuti oleh para ASN Bimas Buddha dan bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme ASN.

Puja Bhakti Senin Pagi: Kebahagiaan Sejati Bersumber dari Dalam Diri

Inspirasi pagi dalam Puja Bhakti ASN Ditjen Bimas Buddha, Senin (20/4/2026), yang disampaikan oleh Perencana Ahli Madya Albert Kumala menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bersumber dari dalam diri, yakni kemampuan menyadari dan mensyukuri momen saat ini, bukan bergantung pada jabatan, harta, atau kondisi eksternal.

Mengacu pada ajaran Buddha pada Dhammapada (Buddha Vagga), ia mengajak ASN untuk menumbuhkan cinta kasih (metta) dan welas asih (karuna) dengan membersihkan batin dari iri hati, kebencian, dan prasangka. Kebahagiaan, menurutnya, hadir ketika kehadiran seseorang mampu membawa ketenangan dan kegembiraan bagi lingkungan sekitarnya.

Ia juga menekankan pentingnya praktik sila, samadhi, dan pañña sebagai satu kesatuan latihan yang tidak terpisahkan. Konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai moral, bahkan hingga pada niat dan tindakan kecil, menjadi kunci dalam pengembangan batin.

Menutup pesannya, Albert mengingatkan bahwa kesempatan terlahir sebagai manusia, mengenal Dharma, serta mengabdi di lingkungan Ditjen Bimas Buddha merupakan berkah besar yang patut dimanfaatkan untuk terus berlatih dan menapaki jalan menuju kebahagiaan sejati.

ASN Bimas Buddha Didorong Terlibat Aktif dalam Rangkaian Vesakha Sananda 2570 BE
Jakarta (Bimas Buddha) - Kepala Bagian Umum dan Barang Milik Negara, Sayit, mengharapkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha untuk berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan Vesakha Sananda 2570 BE. Imbauan disampaikan saat apel pagi di Kantor Kemenag Pusat, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi bersih-bersih rumah ibadah, penuangan eco-enzyme ke sungai untuk pemulihan lingkungan, donor darah, serta layanan pengobatan gratis. Layanan pengobatan gratis mencakup pemeriksaan medis, terapi pijat atau refleksi, dan akupuntur yang ditangani oleh praktisi bersertifikat.

“Silahkan yang punya keluhan-keluhan nanti bisa dikonsultasikan dan juga ada akupuntur yang bersertifikat jadi bukan akupuntur abal-abal,” ujar Kabag Umum dan BMN.

Di sela apel pagi, Sayit juga mengingatkan ketentuan pakaian dinas yang dikenakan setiap hari Senin dan Selasa. Pegawai diminta mengenakan PDH yang telah disepakati (dengan lambang Garuda di kanan, logo Kemenag di dada kiri, serta list hijau).

“Setiap hari Senin dan Selasa pakaian kita adalah PDH yang sudah disepakati,” tegasnya.

Apel rutin di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha dilaksanakan rutin untuk meningkatkan disiplin dan koordinasi terkait pelayanan masyarakat maupun agenda keagamaan, seperti persiapan perayaan Waisak dan kebijakan Kementerian Agama lainnya.

Kembali dari Libur Panjang, ASN Ditjen Bimas Buddha Siap Hadapi Agenda Waisak 2570 BE
Setelah menjalani libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Bimas Buddha kembali memulai aktivitas kerja dengan mengikuti apel pagi yang dilaksanakan pada Senin (30/3/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi.

Dalam amanatnya, Supriyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang tetap melaksanakan tugas di tengah masa cuti bersama dan skema kerja fleksibel. Dirinya juga berharap, waktu istirahat yang telah dilalui selama hampir dua minggu dapat menjadi sumber energi, motivasi, dan semangat baru bagi seluruh ASN dalam menjalankan tugas.

Dalam waktu dekat, Ditjen Bimas Buddha akan memasuki rangkaian persiapan peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE yang jatuh pada 31 Mei 2026. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan sepanjang bulan, yang tentunya membutuhkan kesiapan, kolaborasi, serta energi positif dari seluruh jajaran.

Mengakhiri arahannya, Supriyadi mengajak seluruh ASN untuk menjaga semangat dan optimisme di tengah situasi global yang belum stabil, serta terus meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Buddha.

Puja Bhakti Senin Pagi: Pentingnya Introspeksi Diri bagi ASN
Kasubdit Pendidikan Dasar dan Menengah, Budi Sulistiyo, memberikan inspirasi pagi kepada ASN Ditjen Bimas Buddha dalam Puja Bhakti Senin (9/3/2026) dengan tema pentingnya introspeksi diri.

Dalam pesannya, Budi mengajak seluruh ASN untuk senantiasa melakukan introspeksi diri dalam setiap aktivitas dan pekerjaan, karena setiap tugas pasti memiliki tantangan maupun kekurangan yang perlu diperbaiki. Melalui introspeksi, seseorang dapat mengevaluasi kemampuan, merencanakan langkah yang lebih baik, serta menyesuaikan keinginan dengan kapasitas yang dimiliki.

Ia juga menekankan bahwa introspeksi tidak hanya dilakukan pada periode tertentu, tetapi perlu dilatih secara rutin, bahkan setiap hari, agar dapat membantu memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pekerjaan, serta membentuk karakter yang lebih kuat. Dengan konsistensi dalam introspeksi, diharapkan ASN mampu menjalankan tugas dengan lebih bijaksana, profesional, dan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan kerja.

Dukung Implementasi Coretax System, Ditjen Bimas Buddha Adakan Sosialisasi dan Konsultasi Pelaporan SPT Tahunan
Dalam rangka memenuhi kewajiban pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2025 serta mendukung implementasi sistem administrasi perpajakan terbaru (Coretax System), Ditjen Bimas Buddha menyelenggarakan Sosialisasi dan Layanan Konsultasi Pelaporan SPT Tahunan melalui modul Coretax pada Rabu (18/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan ASN Ditjen Bimas Buddha dalam melaksanakan kewajiban perpajakan, sekaligus memastikan pemahaman dan kesiapan dalam penggunaan sistem Coretax.

Sosialisasi menghadirkan Tim KPP Pratama Jakarta Menteng Satu sebagai narasumber, serta dilengkapi dengan layanan konsultasi bagi ASN yang mengalami kendala dalam proses pelaporan SPT Tahunan melalui modul Coretax.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kepatuhan, serta kemampuan ASN dalam melaporkan SPT Tahunan secara tepat waktu, benar, dan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Ditjen Bimas Buddha Matangkan Ortaker IABN Sriwijaya Tangerang
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menggelar rapat pembahasan Rancangan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang di Ruang Rapat lantai 16 pada Selasa (10/2/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Dirjen Bimas Buddha ini diikuti oleh Ketua STABN Sriwijaya beserta jajaran, Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Subdirektorat Pendidikan Tinggi, Kepala Bagian Umum dan BMN, perancang peraturan perundang-undangan, serta Tim Organisasi dan Tata Laksana Ditjen Bimas Buddha.

Pembahasan dilakukan sebagai tindak lanjut hasil rapat Panitia Antar Kementerian dan/atau Nonkementerian (PAK) terkait Rancangan Peraturan Presiden tentang tiga Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB pada 6 Februari 2026. Rapat ini bertujuan menindaklanjuti hasil pembahasan tersebut, khususnya terkait arahan bahwa pada saat Peraturan Presiden ditetapkan, susunan organisasi dan tata kerja harus telah disiapkan.

Puja Bhakti Senin Pagi: Disiplin Diri sebagai Fondasi Kinerja ASN

Kepala Bagian Umum dan Barang Milik Negara, Sayit, memberikan inspirasi pagi kepada ASN Ditjen Bimas Buddha dalam Puja Bhakti Senin (9/2/2026) dengan tema disiplin diri.

Dalam arahannya, Sayit menekankan pentingnya disiplin diri terutama terkait kesehatan. Ia mengingatkan bahwa kesehatan merupakan harta paling berharga, sejalan dengan ajaran Sang Buddha dalam Dhammapada, sehingga ASN diajak untuk menjaga kesehatan dengan disiplin, termasuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.

Selain itu, Sayit menegaskan pentingnya disiplin waktu, khususnya dalam hal presensi dan administrasi pengelolaan cuti. ASN diimbau untuk hadir tepat waktu dan mengikuti prosedur cuti dengan tertib serta segera mengurus pengajuan cuti apabila berhalangan hadir.

Melalui inspirasi ini, ASN diharapkan semakin menyadari bahwa disiplin diri merupakan kunci penting bagi profesionalisme, tanggung jawab, dan kebaikan bersama.

Apel Senin Pagi: Penanganan Dampak Banjir Sumatera Jadi Prioritas, Program Berjalan hingga 2028

Jakarta (Bimas Buddha) - Apel pagi yang digelar pada Senin (2/2/2026) menekankan percepatan perencanaan kerja 2027 dan penyelesaian program prioritas. Pembina upacara, Albert Kumala, mengingatkan seluruh ASN tentang bulan Februari adalah bulan penetapan rencana kerja tahunan meskipun kegiatan operasional belum dimulai. Selain itu, terdapat tiga amanat utama dalam rencana 2027, dengan prioritas penanganan dampak banjir di wilayah Sumatera yang diantaranya Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Terutama dampak bencana alam di wilayah Sumatera, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Albert saat memimpin apel pagi di Cetiya Jambala Jaya, Jakarta Pusat.

Program penanggulangan diproyeksikan berlanjut hingga penyelesaian pada 2028 dan melibatkan fungsi agama, sosial, serta pendidikan. Kepala subdit dan staf fungsional diminta aktif menyusun rencana penyelesaian dampak bencana. Pengumpulan data harus sangat akurat hingga tingkat desa untuk menjamin ketepatan sasaran.

Selain itu, Albert mengingatkan seluruh pegawai untuk menyelesaikan dialog kinerja sepanjang Februari guna keperluan pengisian SKP dan administrasi terkait. Diharapkan seluruh proses rampung sebelum perayaan Imlek dan memasuki bulan puasa pada pertengahan bulan.

Apel Senin Pagi: Pentingnya Peningkatan Profesionalisme ASN sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023

Jakarta (Bimas Buddha) - Analis SDM Aparatur Ahli Madya, Ning Subekti, mengingatkan pentingnya peningkatan profesionalisme ASN sesuai Undang?Undang Nomor 20 Tahun 2023 saat apel rutin di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Senin (19/1/2026).

Undang-undang tersebut menekankan terciptanya ASN yang berintegritas, loyal kepada negara, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Setiap tahun ASN wajib memenuhi tagihan IP ASN. Komposisi penilaian IP ASN adalah:

1. Pendidikan dan pengembangan kompetensi (diklat): 40%
2. Kinerja (SKP): 30%
3. Penilaian sikap/kompetensi lainnya: 25%
4. Disiplin: 5%

Ning Subekti menegaskan meskipun proporsi disiplin hanya 5%, pelanggaran disiplin serius dapat berakibat berat, termasuk pemecatan. Contoh ketentuan disiplin seperti ketidakhadiran tanpa keterangan selama 10 hari berturut?turut dapat berujung pada pemberhentian; akumulasi ketidakhadiran 28 hari dalam setahun juga berisiko dikenai sanksi.

Dalam arahannya, Ning menegaskan kembali bahwa setiap ASN bertanggung jawab untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan menunjukkan loyalitas kepada negara.

Puja Bhati Senin Pagi: Refleksi Kebaikan dan Keburukan bagi ASN Ditjen Bimas Buddha

Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi, Suwanto, memberikan inspirasi pagi kepada ASN Ditjen Bimas Buddha dalam Puja Bhakti Senin (12/1/2026) dengan tema kebaikan dan keburukan.

Dalam penyampaiannya, Suwanto mengajak ASN untuk mawas diri, menyadari bahwa setiap manusia pasti memiliki sisi baik dan buruk. Ia menekankan pentingnya menekan keburukan sekecil apa pun dan terus memupuk kebaikan, karena setiap perbuatan akan membawa buah karma.

Ia juga mengingatkan agar tidak mudah melihat keburukan orang lain, melainkan lebih banyak melakukan introspeksi diri. Dalam konteks sebagai ASN, keinginan untuk mencapai sesuatu tidak seharusnya ditempuh dengan cara yang merugikan atau menjatuhkan pihak lain.

Melalui pesan reflektif “jangan mematikan cahaya orang lain agar diri sendiri tampak bercahaya”, Suwanto mengajak seluruh ASN untuk membangun lingkungan kerja yang sehat, saling menghargai, dan berlomba dalam kebaikan tanpa merendahkan sesama. (DM)

Apel Senin Pagi : Pembina upacara Ingatkan Kedisiplinan dan Evaluasi Akhir Tahun dalam Apel Pagi Bimas Buddha

Jakarta (Bimas Buddha) — Dalam apel pagi di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha pada Senin pagi (22/12/2025), Pembina Upacara, Budi Sulistyo, mengingatkan seluruh ASN untuk senantiasa menerapkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan kewajiban.

“Disiplin adalah kunci meraih sukses dalam pekerjaan,” tegas Budi. Ia menekankan bahwa pelaksanaan tugas harus berlandaskan undang?undang, peraturan, dan ketentuan yang berlaku, serta diiringi kedisiplinan agar target kerja tercapai.

Menjelang penghujung tahun anggaran 2025, Pembina mengimbau agar seluruh leading sektor melakukan pengecekan ulang (cek and recheck) terhadap dokumen perencanaan dan pertanggungjawaban. Evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan program perlu dilakukan agar hasil kerja menjadi komprehensif. Ia menyebutkan masih ada beberapa kegiatan yang perlu dituntaskan dan dilaporkan, termasuk pengajuan kegiatan di Subdit Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pembina juga menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pegawai. Berkat kerja sama staf di berbagai tingkatan, kegiatan apresiasi bagi Guru Pendidikan Agama Buddha dan Keagamaan Buddha berjalan sukses dan lancar. Budi menegaskan bahwa keberhasilan Direktorat Jenderal Bimas Buddha merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur, bukan hanya kerja individu atau satu subdit.

“Ketulusan bekerja bersama akan menghasilkan karma baik di masa mendatang,” ujarnya, seraya mengingatkan pentingnya meningkatkan kekompakan dan sinergi antar unit secara berkelanjutan.

Sebagai penutup, Pembina meminta seluruh ASN mempercepat penyelesaian administrasi, memperkuat disiplin, dan meningkatkan koordinasi menjelang akhir tahun anggaran 2025.

Puja Bahkti Senin Pagi: Kalyana Mitta, Kunci Harmoni di Lingkungan Kerja

Pegawai Ditjen Bimas Buddha yang beragama Buddha mengikuti Puja Bhakti Senin pagi (15/12/2025) yang rutin dilaksanakan dua minggu sekali di Cetiya Jambhala Jaya. Pada kesempatan ini, Kasubdit Penyuluhan, Sariyono, menyampaikan inspirasi pagi dengan tema “Sahabat Baik (Kalyana Mitta).”

Dalam pesannya, Sariyono mengajak seluruh pegawai untuk menyelesaikan kesibukan akhir tahun dengan semangat, dedikasi, dan menjaga kesehatan, agar kinerja individu maupun organisasi tetap optimal. Ia menekankan pentingnya memiliki sahabat baik yang dapat mendampingi dalam berbagai situasi, baik saat senang maupun menghadapi kesulitan.

Mengutip Dhammapada 328 (Naga Vagga), disampaikan bahwa memiliki sahabat yang bijaksana dan berperilaku baik akan menuntun seseorang untuk berjalan dengan penuh kesadaran. Konsep kalyana mitta ini tidak hanya berlaku dalam hubungan personal, tetapi juga dalam keluarga dan lingkungan kerja, di mana setiap individu diharapkan saling mengingatkan, menguatkan, dan mendukung satu sama lain demi kebaikan bersama. (DM)

Puja Bhakti Senin Pagi: Filosofi Kupu-Kupu untuk ASN

ASN Ditjen Bimas Buddha yang beragama buddha mengawali hari bekerja dengan mengikuti puja bhakti di Cetiya Jambhala Jaya, Senin (17/11/2025). Pada kesempatan ini, Sayit selaku Kepala Bagian Umum dan BMN memberikan inspirasi pagi dengan tema “Filosofi kupu-kupu”.

Dalam refleksinya, Sayit menjelaskan empat makna penting dari proses metamorfosis kupu-kupu sebagai pembelajaran bagi ASN:

1. Menikmati setiap proses — hasil yang indah membutuhkan proses panjang dan ketekunan, sebagaimana kupu-kupu yang melalui tahapan metamorfosis.

2. Sabar di tahap kepompong — jeda dan waktu refleksi diperlukan agar dapat bekerja lebih baik dan menghasilkan kinerja maksimal.

3. Melepaskan ekspektasi berlebihan — fokus pada proses kerja yang maksimal sehingga hasil yang baik dapat tumbuh secara alami.

4. Menumbuhkan rasa memiliki — ASN perlu memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap institusi Ditjen Bimas Buddha.

Sayit menutup sesi dengan harapan agar filosofi ini dapat menginspirasi ASN untuk terus tumbuh, berkembang, dan memberikan kinerja terbaik.

Puja Bakti Rutin Ditjen Bimas Buddha Perkuat Saddha dan Budaya Kerja ASN

Jakarta (Humas Buddha) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menggelar puja bakti rutin pada Senin (10/01) bertempat di Cetiya Jambalajaya. Kegiatan diikuti oleh seluruh pegawai Ditjen Bimas Buddha sebagai upaya memperkuat keyakinan (saddha) kepada Buddha sekaligus menguatkan kebersamaan dan budaya kerja di lingkungan instansi.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan puja bakti secara khidmat yang dihadiri pegawai dari berbagai unit. Acara dilanjutkan dengan sesi inspirasi pagi oleh Kepala Sub Bagian Umum dan BMN, Sayit. Dalam penyampaiannya, Sayit mengangkat filosofi metamorfosis kupu-kupu sebagai refleksi pengembangan diri dan etos kerja. Ia menekankan empat pesan utama yaitu untuk menikmati setiap proses, bersabar saat berada di fase refleksi, melepaskan ekspektasi berlebihan, serta menanamkan rasa memiliki terhadap institusi.

Menurut Sayit, menghargai proses kerja dan tidak tergesa-gesa penting untuk menghasilkan kualitas kerja yang baik. Ia juga mengingatkan pentingnya memberi ruang istirahat dan evaluasi agar pegawai dapat merefleksikan hasil kerja dan melanjutkan tugas berikutnya dengan perbaikan. Pesan tentang rasa memiliki terlihat nyata pada partisipasi aktif ASN Bimas Buddha dalam berbagai kegiatan institusi.

“Mulai dari upacara bendera hingga kegiatan pelayanan dan event internal yang menunjukkan komitmen tinggi pegawai terhadap tugas dan institusi,” ujar Sayit.

Kegiatan puja bakti di Cetiya Jambalajaya ini diharapkan terus menjadi sarana penguatan spiritual dan mendorong budaya kerja yang produktif serta harmonis yang berdampak luas bagi komunitas Buddhis serta masyarakat luas. (VJ)

Rapat Koordinasi Program Kerja PPID Unit Bimas Buddha Tahun 2025

Jakarta (Bimas Buddha)-Rapat Koordinasi Program Kerja PPID Unit Bimas Buddha Tahun 2025 digelar pada Selasa, 21 Oktober 2025, bertempat di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dibuka oleh Ketua Tim PPID Pusat Kementerian Agama, Syafruddin Baderung yang memberikan arahan strategis tentang pengelolaan layanan informasi publik dan sinkronisasi antar-situs web di lingkungan Kementerian Agama.

Dalam sambutannya, Syafruddin menegaskan kebijakan penting pengembangan web PPID untuk Bimas Buddha tidak diwajibkan secara terpisah dari web induk PPID Kementerian Agama. Ia menekankan agar seluruh pengembangan fokus pada web induk sebagai sumber tunggal informasi (single source) untuk mencegah duplikasi dan inkonsistensi data.

“PPID Unit Bimas Buddha berperan sebagai penyumbang informasi kepada web induk sehingga alur data menjadi terkoordinasi,” ujar Dr. Syafruddin. Selain itu, ia meminta agar laman eselon satu dilengkapi fitur dan data yang memadai sehingga setiap pencarian diarahkan ke web PPID Kemenag.

Terkait tata kelola layanan informasi, Rapat memutuskan SOP dasar yang meliputi penerimaan permohonan dengan pencatatan identitas dan tujuan, verifikasi terhadap permohonan yang belum jelas, penelusuran data melalui portal atau arsip, serta pemberian tanggapan paling lambat 14 hari kerja.

Syafruddin menekankan, kewajiban memberi tahu pemohon apabila data yang diminta tidak tersedia. Ia juga menyampaikan kriteria penolakan permohonan, antara lain identitas atau tujuan pemohon yang tidak jelas, badan/LSM yang tidak valid, atau permintaan yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan.

Untuk kasus permohonan dengan motivasi tidak jelas, Rapat menetapkan prosedur klarifikasi tertulis kepada pemohon dengan batas waktu (misalnya 7 hari kerja). Jika tidak ada respons atau penjelasan tidak memadai, PPID diwajibkan menerbitkan surat penolakan resmi yang memuat alasan penolakan, rujukan peraturan, dan informasi tentang hak pemohon mengajukan keberatan atau sengketa ke PPID pengawas.

Salah satu keputusan strategis yang disampaikan adalah bahwa tidak akan dibentuk web PPID terpisah untuk Bimas Buddha demi membatasi potensi sengketa informasi, hanya ada satu PPID utama Kemenag dan pembaruan data wajib dilakukan paling lambat setiap enam bulan. PPID eselon satu diharapkan mampu menyelesaikan sengketa informasi secara internal, bila tidak terselesaikan, sengketa akan diarahkan ke mekanisme keberatan sesuai peraturan PPID dan undang?undang yang berlaku. Seluruh sengketa diminta untuk dicatat dan didokumentasikan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan SOP.

Dalam hal Daftar Informasi Publik (DIP), Rapat menetapkan target penyusunan DIP 2025 yang harus segera dilaksanakan dengan pengisian isi DIP paling lambat tahun 2026. Setiap satuan kerja diminta menunjuk perwakilan yang memahami detail DIP untuk menyusun dan meng-update isian. Frekuensi pembaruan DIP diharapkan idealnya setiap enam bulan. Besar penekanan juga diberikan pada satu kebijakan, hanya PPID utama yang berwenang menetapkan daftar informasi yang dikecualikan agar kebijakan bersifat seragam di seluruh lingkungan Kementerian Agama.

Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas, akan diselenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) PPID untuk pengurus PPID Bimas Buddha, jadwal, dan materi akan diumumkan kemudian. Materi yang diusulkan mencakup pengisian dan manajemen DIP, SOP layanan informasi publik, penanganan sengketa, pengelolaan konten serta integrasi web, dan peran Humas dalam membedakan layanan publikasi dan layanan informasi.

Rapat diakhiri oleh Ketua Tim PPID dengan penegasan pentingnya keseragaman kanal informasi, kepatuhan terhadap batas waktu pelayanan, serta kesiapan DIP dan SOP. Diharapkan langkah-langkah yang disepakati dalam rapat ini akan mempercepat layanan informasi publik, meningkatkan akurasi data, dan memperkuat akuntabilitas layanan informasi di lingkungan Bimas Buddha dan Kementerian Agama secara keseluruhan. (VJ)

Puja Bhakti Senin Pagi

Ditjen Bimas Buddha melaksanakan Puja Bhakti Senin (31/11/2025) di Cetiya Jambhala Jaya dengan Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso, sebagai pengisi sesi inspirasi pagi bertema “Jalan Tengah.”

Dalam arahannya, Triroso menjelaskan makna Jalan Tengah atau Delapan Jalan Utama yang mencakup tiga bagian utama: sila, samadhi, dan panna. Ia menekankan pentingnya sila terkait ketertiban dan ketenangan yang juga relevan dalam meningkatkan manajemen dan tata kelola ASN agar semakin tertib dan profesional.

Triroso mengingatkan ASN untuk menjaga disiplin waktu kerja serta menumbuhkan budaya hiri dan ottapa — malu berbuat jahat dan takut akan akibatnya — sebagai dasar moral dalam bekerja. Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi era digitalisasi dalam proses kerja pemerintahan.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, turut menyerahkan Satya Lencana Karya Satya 20 tahun kepada dua pegawai, yakni Suharwo dan Sri Haruni, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.

Rapat Finalisasi Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi Dikecualikan (DIK) PPID Tahun 2025

Ditjen Bimas Buddha menggelar rapat finalisasi Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi Dikecualikan (DIK) secara daring pada Jumat (31/10/2025).

Rapat ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik yang transparan dan akuntabel, sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Komisi Informasi No. 1 Tahun 2021.

Dalam arahannya, Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso, menekankan pentingnya percepatan pengisian daftar informasi untuk mendukung kebutuhan data Kementerian Agama serta meningkatkan kualitas layanan informasi publik kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan agar setiap unit kerja berhati-hati dalam menyajikan informasi, memastikan hanya data yang layak dan tidak termasuk kategori dikecualikan yang dapat dipublikasikan.

Selain itu, Triroso mengimbau ASN untuk bijak dalam bermedia sosial, menghindari penyebaran data pribadi yang berpotensi disalahgunakan.

Puja Bhakti Senin

Kasubdit Pendidikan Dasar dan Menengah, Budi Sulistiyo, mengisi sesi inspirasi pagi dalam Puja Bhakti Senin (20/10/2025) di Cetiya Jambhala Jaya.

Dalam pesannya, Budi mengingatkan bahwa pengabdian sebagai ASN di Ditjen Bimas Buddha adalah pilihan hidup (way of life) yang harus dijalani dengan semangat, tanggung jawab, dan sikap harmonis di lingkungan kerja. Dirinya menegaskan pentingnya semangat tinggi karena setiap peran, sekecil apapun, saling berkaitan dalam organisasi.

Lebih lanjut, Budi mengajak pegawai yang hadir untuk menerapkan prinsip pembelajaran sepanjang hayat (long life education) serta menjalankan tanggung jawab melalui tiga langkah utama:

1. Merencanakan pekerjaan dengan baik,
2. Melaksanakan rencana secara optimal, dan
3. Mengevaluasi hasil kerja sesuai target.

Menurutnya, keberhasilan organisasi berawal dari manajemen diri yang baik. Dengan menanamkan nilai bahwa bekerja adalah ibadah, setiap ASN diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan organisasi dan pelaksanaan tugas dengan penuh integritas serta semangat positif.

Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem kartu Rohaniwan dan Sistem Pencatatan Perkawinan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI melaksanakan Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem Kartu Rohaniwan dan Sistem Pencatatan Perkawinan pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Rapat ini membahas dua agenda utama, yaitu penguatan layanan digital melalui pembenahan Aplikasi Kartu Rohaniwan serta rencana pengembangan Sistem Pencatatan Perkawinan berbasis teknologi informasi. Dalam rapat tersebut, diperoleh sejumlah solusi alternatif untuk perbaikan aplikasi kartu rohaniwan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, serta arah pengembangan sistem pencatatan perkawinan agar lebih terintegrasi.

Melalui koordinasi ini, Ditjen Bimas Buddha menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan keagamaan yang lebih efisien, transparan, dan aman. Pengembangan sistem diarahkan agar terhubung dengan portal data Ditjen Bimas Buddha serta didukung Pusdatin Kemenag, dengan tetap memperhatikan standar keamanan informasi.

Selain itu, sistem pencatatan perkawinan akan dikembangkan agar terintegrasi dengan Dukcapil dan memenuhi standar ISO, sebagai bagian dari upaya modernisasi administrasi keagamaan.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital Ditjen Bimas Buddha dalam meningkatkan kualitas layanan bagi umat Buddha di seluruh Indonesia.

Apel Senin Pagi

Seluruh pegawai Ditjen Bimas Buddha mengikuti apel pada Senin (13/10/2025). Dalam amanatnya, Kasubdit Pendidikan Tinggi, Suwanto, mengingatkan pentingnya penerapan Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.

Suwanto menekankan bahwa integritas berarti keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan. Profesionalitas diwujudkan melalui peningkatan kompetensi dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan digital. Inovasi tidak harus besar, namun ditunjukkan lewat sikap tanggap dan kreatif dalam menjalankan tugas tanpa menunggu perintah.

Selanjutnya, tanggung jawab diartikan sebagai menyelesaikan pekerjaan sesuai tugas masing-masing tanpa mencampuri urusan orang lain, serta menjaga kebersamaan dengan menggunakan indera dan penilaian secara bijak. Terakhir, keteladanan dimulai dari diri sendiri—dengan menjadi pribadi yang konsisten antara pikiran, ucapan, dan perbuatan.

Puja Bhakti Senin Pagi

Puja bhakti Senin pagi (6/10/2025) diisi oleh Kasubdit Pemberdayaan Umat, I Nyoman Ariawan, yang menyampaikan pesan dhamma dengan tema Pikiran Menciptakan Realita Kebahagiaan.

Nyoman menyampaikan bahwa kebahagiaan berbeda dengan kesenangan. Kesenangan datang dari faktor luar, sedangkan kebahagiaan bersumber dari dalam diri dan dapat bertahan lebih lama.

Hidup terbagi dalam tiga fase: masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa lalu adalah pengalaman, masa depan adalah impian, sedangkan yang terpenting adalah menjalani masa kini dengan penuh kesadaran.

Pikiran memegang peran besar dalam menciptakan kebahagiaan. Jika kita berpikir positif, maka hidup akan terasa lebih bahagia. Kesalahan di masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi dapat dijadikan pelajaran berharga. Masa depan pun perlu dipersiapkan dengan baik, bukan sekadar dihayalkan.

Intinya, kebahagiaan sejati hadir ketika kita mampu hidup sadar dan bijaksana di masa kini.

Apel Senin Pagi

Seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bimas Buddha mengikuti apel pada Senin (29/09/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Analis Kebijakan Ahli Muda Subdirektorat Penyuluhan, Suratman, mewakili Kasubdit Penyuluhan menyampaikan amanat mengenai sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang telah dilaksanakan di Temanggung, Jawa Tengah.

Suratman menjelaskan bahwa program GATI mendapat banyak apresiasi dari umat, namun juga menuai kritik. Hal ini karena masih banyak laki-laki yang belum sepenuhnya mampu menerapkan peran sebagai ayah teladan.

Melalui kerja sama dengan BKKBN, kegiatan sosialisasi ini memberikan pemahaman mengenai konsep ayah teladan menurut perspektif agama Buddha.

Rapat Pendampingan TLHP: Bimas Buddha dan Itjen Kemenag Bahas Tindak Lanjut Temuan BPK

Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso, bersama Tim TLHP Ditjen Bimas Buddha menerima kunjungan Tim TLHP Inspektorat Jenderal Kementerian Agama dalam rangka pendampingan dan asistensi persiapan pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI Semester II Tahun 2025 pada Kamis (25/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Triroso menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pendampingan yang diberikan Tim Itjen. Ia juga menjelaskan bahwa sebagian temuan di lingkungan Ditjen Bimas Buddha pada tahun ini sudah ditindaklanjuti melalui pengembalian, meskipun masih terdapat beberapa kendala terkait pegawai yang telah pindah maupun purna tugas.

Sementara itu, Tim TLHP Itjen memberikan penjelasan mengenai sejumlah temuan serta langkah-langkah prosedur pengembalian. Tim juga memaparkan matriks temuan baik yang bersifat administratif maupun material sebagai acuan tindak lanjut.

Puja Bhakti Senin Pagi

Puja bhakti Senin pagi (22/9/2025) diisi oleh Kasubdit Kelembagaan, Pandhit Amanvijaya, yang menyampaikan pentingnya mengulang perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan buruk.

Ada tiga hal yang patut disyukuri dalam hidup, yaitu waktu yang harus dimanfaatkan dengan baik, kesehatan fisik dan mental sebagai bekal utama menuju kebahagiaan, serta pikiran yang tenang yang dapat dicapai dengan banyak berbuat baik dan menjaga hubungan harmonis.

Sebagai penutup, dirinya mengingatkan pesan Samyutta Nikaya I, 227 bahwa sesuai dengan benih yang ditabur, demikianlah buah yang akan dituai—menanam kebaikan akan mendatangkan kebahagiaan.

Rapat Pemantauan Evaluasi Kinerja Program Anggaran dan Output Periode Agustus 2025

Sekretaris Ditjen Bimas, Buddha, Triroso pimpin rapat Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Anggaran dan Output periode bulan Agustus 2025.

Rapat diikuti oleh pejabat pusat, daerah dan PTKB secara daring pada Selasa (16/9/2025).

Dalam rapat dibahas capaian sekaligus kendala yang ada di daerah maupun PTKB, antara lain:

  1. Program daerah termasuk Asta Protas perlu dipastikan pelaksanaannya.
  2. Serapan anggaran di beberapa wilayah masih rendah, seperti Jambi baru mencapai 32%.Anggaran penelitian yang belum terserap perlu dijelaskan agar menjadi bahan evaluasi.
  3. Perencanaan anggaran harus berbasis data sebagai dasar pengajuan penambahan.
  4. Pembangunan di STABN Sriwijaya perlu dikawal, khususnya terkait pengiriman material dan komitmen vendor.
  5. Koordinasi teknis di STABN Sriwijaya masih kurang sehingga perlu diperkuat dalam rapat rutin.
  6. Pembinaan penyuluh PPPK harus ditingkatkan, termasuk capaian one day one content yang belum optimal.
  7. Kegiatan Bimas Buddha harus terus digelorakan secara berkesinambungan.

Rapat ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh, percepatan serapan anggaran, serta peningkatan kinerja untuk mendukung optimalisasi program Bimas Buddha di seluruh Indonesia.

Uji Publik Finalisasi Rancangan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Pengelolaan Dana Paramita

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama menyelenggarakan kegiatan Uji Publik Finalisasi Rancangan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Pengelolaan Dana Paramita pada Senin (15/09/2025) bertempat di Gedung Kementerian Agama Lantai 16.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri (KLN), serta Lembaga Dana Paramita, dan dipimpin langsung oleh Kepala Biro Hukum dan KLN, Imam Syaukani.

Dalam sambutannya, Imam Syaukani menegaskan bahwa rancangan PMA ini telah melalui proses konsolidasi antara Ditjen Bimas Buddha dan Biro Hukum dan KLN, serta melibatkan para pemangku kepentingan. Finalisasi ini menjadi langkah penting sebelum pengajuan harmonisasi ke Kementerian Hukum dan HAM.

Penyusunan regulasi ini didasarkan pada tiga landasan utama:

  1. Filosofis: Dana Paramita merupakan bagian dari ajaran agama Buddha yang bersifat wajib dan memiliki dimensi spiritual serta sosial. Negara, melalui konstitusi, menjamin kebebasan setiap warga untuk menjalankan ajaran agamanya, termasuk dalam hal pelaksanaan sumbangan keagamaan seperti Dana Paramita.
  2. Sosiologis: Dana Paramita memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya umat Buddha yang berada dalam kondisi ekonomi kurang beruntung. Oleh karena itu, pengelolaan dana ini perlu dilakukan secara tertib, terencana, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
  3. Yuridis: Saat ini belum terdapat regulasi yang secara spesifik mengatur tata kelola Dana Paramita. Keberadaan lembaga pengelola dana tersebut masih berlandaskan pada keputusan internal dan pedoman dari Ditjen Bimas Buddha. Maka, diperlukan penguatan melalui regulasi formal di tingkat Peraturan Menteri sebagai payung hukum yang sah dan berkelanjutan.

Penyusunan PMA ini juga merupakan bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat, khususnya umat Buddha, yang menghendaki adanya kepastian hukum dalam pengelolaan Dana Paramita. Dengan demikian, regulasi ini diharapkan mampu menjadi instrumen yang menjamin pelaksanaan ajaran agama secara tertib dan berkeadilan, sekaligus mendukung pembangunan kesejahteraan umat.

Apel Senin Pagi

Seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bimas Buddha mengikuti apel pada Senin, (15/09/2025).

Kepala Bagian Umum dan Barang Milik Negara, Sayit, selaku pembina apel, menyampaikan amanat terkait hasil audit kinerja oleh Inspektorat Jenderal yang menunjukkan capaian positif.

Selama proses audit, ditemukan temuan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga material. Terdapat nilai material yang wajib dikembalikan ke kas negara.

Melalui nota dinas yang telah disampaikan, seluruh pegawai