Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Bupati Ketapang: Bersama Menjaga Kerukunan dan Keamanan Masyarakat Ketapang

Jumat, 01 Oktober 2021
Kategori : Berita

Ketapang (Humas Buddha) -------- Bupati Ketapang Martin Rantan hadiri peletakan batu pertama Pusdiklat dan Sekolah Minggu Buddha (SMB)  Cahaya Kasih Maitreya,  Kamis (30/09).

Martin Rantan  mengapresiasi kenerja panitia dan mengajak para dermawan untuk turut serta mendukung proses pembangunan Pusdiklat dan SMB Cahaya Kasih Ketapang

Lebih lanjut Bupati juga mengajak kepada semua tokoh agama dan tokoh masyakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan  dan keamanan untuk masyarakat Ketapang, jelasnya.

“Masyarakat Ketapang yang majemuk hendaknya dapat hidup berdampingan secara rukun dan damai,” tambahnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama  Kabupaten Ketapang Ikhwan Pohan mengingatkan pentingnya moderasi beragama.

“Jangan terjebak esktrem kanan atau ekstem kiri dalam beragama, yang perlu dimoderasi bukan agamanya tetapi cara kita dalam beragama,” terangnya.

“Jangan sampai saling mencela atau saling menjelekkan terhadap kelompok lainnya, jika ingin dihargai perlu menghargai kelompok lainnya,”  tegasnya.

Dalam laporannya, Ketua Yayasan Dharma Buddha Maitreya Ketapang, juga Ketua Pembangunan SMB dan Pusdiklat, Pandita Jab Jiu Siu “Pembangunan ini  bertujuan untuk turut serta menyiapkan generasi muda yang cerdas dan berbudi pekerti luhur,” ungkapnya.

Pusdiklat dan SMB dibangun di atas tanah seluas 1,6 hektar dengan perkiraan menelan biaya sebesar 6 milyar. Adapun  bantuan dari Peperintah Daerah Kabupaten Ketapang sebesar 500.000.000,- dan bantuan dari  Direktorat Jenderal Kementerian Agama  RI  sebesar Rp. 300.000.000;-   dengan target proses pembangunannya  akan rampung dalam waktu 3 tahun kedepan.

Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat Naryoto,  mewakili umat Buddha mengucapkan terima kasih Kepada Bapak Bupati atas perhatian dan bimbingannya terhadap umat Buddha di Ketapang.

Naryoto menyampaikan bahwa berdirinya Pusdiklat dan Sekolah Minggu Buddha,  merupakan jawaban atas permasalahan banyaknya siswa yang beragama Buddha di sekolah yang belum memperoleh Pendidikan Agama  dikarenakan kurangnya tenaga guru.

Hadir dalam acara peletakan batu pertama,   Kalpolres Kab. Ketapang, Forkopimda Kab Ketapang, dan Ketua FKUB Kab. Ketapang serta pengurus dan sebagian umat Buddha di wilayah Kabupaten Ketapang.


Sumber
:
Pembimas Kalbar
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait