Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Bhante Sri Pannavaro Senang Jika Chattra di Pasang Kembali

Kamis, 21 Maret 2024
Kategori : Berita

Magelang (Bimas Buddha) ------- Tokoh Agama Buddha Bhante Sri Pannavaro Mahathera mengaku senang jika Chattra pada Candi Borobudur bisa terpasang kembali. Hal ini disampaikan Bhante saat dikunjungi Tim Ahli dari Pusat Arkheolog Prasejarah dan Sejarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), peneliti, pakar, dan praktisi.

"Dalam ajaran agama Buddha, amalan tertinggi adalah persembahan chattra. Seandainya memungkinkan, Chattra itu bisa dinaikkan kembali. Alangkah bahagianya," harap Bhante Pannavaro, pada Rabu (20/03/2024).

Bagi Bhante Pannavaro, Chattra yang akan dipasang pada Candi Borobudur itu, akan membawa perasaan keagamaan yang luar biasa. Kalau memungkinkan, Chattra yang ada dipasang sebisa-bisanya. "Karena itu pernah ada, alangkah baiknya dinaikkan kembali. Terima kasih kepada pemerintah, rencana untuk menaikkan kembali Chattra di Candi Borobudur," tegas Bhante Pannavaro.

Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi menyampaikan terima kasih kepada semua Tim yang telah terlibat. Kiranya, semua hasil lapangan yang ditemukan tidak hanya sebatas wacana.

"Munculkan mitigasi yang lebih baik. Candi Borobudur adalah milik semua bangsa Indonesia. Hasil kajian ini nantinya, akan dikirim ke Unesco. Untuk pemasangan Chattra memang butuh waktu," kata Supriyadi.

Tim Ahli BRIN, Irfan Mahmud menyampaikan bahwa hasil kajian lapangan mengenai Chattra ini akan merekomendasikan yang terbaik untuk semua. Memang, masih perlu harmoniasi dari semua bahan dan pihak-pihak terkait.

"Apapun rekomendasi yang dihasilkan tim nanti akan tetap mengajukan rekomendasi ke Unesco. Kami ingin memastikan apa yang kami rekomendasikan bisa dipraktekkan untuk yang terbaik bagi semua khususnya Umat Buddha," kata Irfan Mahmud.

Irfan Mahmud menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan kajian studi lapangan untuk mengetahui secara langsung material dan bahan chattra serta posisi stupa induk pada Candi Borobudur.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait