Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Publikasi Tembus SINTA 2, Mahasiswa STABN Raden Wijaya Wonogiri Lulus Tanpa Skripsi

Minggu, 19 Juli 2026
Kategori : Berita

Wonogiri --- (Bimas Buddha) Penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah terus menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan Buddha di Indonesia. Salah satu capaian tersebut ditunjukkan oleh seorang mahasiswa tingkat akhir pada Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha (PKB) Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Negeri Raden Wijaya, Indi Darma Oktavia.

Indi berhasil menyelesaikan studi program sarjana melalui jalur publikasi ilmiah setelah artikelnya diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 2. Capaian akademik ini menjadi bukti meningkatnya kualitas riset mahasiswa di lingkungan Pendidikan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB).

Artikel berjudul Digital Anxiety and Learning Focus Among Senior High School Students: A Mixed-Methods Study from Buddhist Psychology Perspective in Wonogiri, Indonesia berhasil lolos proses seleksi dan penelaahan ilmiah sesuai standar jurnal nasional terakreditasi. Melalui penelitian tersebut, Indi memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu PKB sekaligus memenuhi persyaratan penyelesaian tugas akhir melalui publikasi ilmiah.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, Jawa Tengah, Sulaiman, memberi apresiasi serta menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa STABN Raden Wijaya mampu bersaing juga menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang memenuhi standar akademik nasional.

“Saya sangat mengapresiasi prestasi yang membanggakan ini. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya serta meningkatkan budaya riset melalui publikasi ilmiah,” ujar Sulaiman pada Minggu (19/07/2026).

Keberhasilan tersebut menjadi cermin semakin berkembangnya budaya riset dan publikasi ilmiah di PTKB. Selain mendorong mahasiswa menyelesaikan studi secara tepat waktu, publikasi ilmiah juga memperkuat kompetensi akademik lulusan agar mampu berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan.

Berbicara terkait prestasi yang telah diukirnya, Indi Darma Oktavia mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan yang diraih. Ia menyebut bahwa proses penyusunan artikel hingga diterbitkan di jurnal SINTA 2 memerlukan kesabaran, komitmen, dan semangat belajar yang tinggi. Selain itu, dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, serta rekan belajar juga menjadi faktor penting dalam menyelesaikan proses tersebut.

Ditjen Bimas Buddha memandang bahwa capaian tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan Buddha. Penguatan budaya penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan unggul, adaptif, serta berdaya saing, sekaligus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan Buddha yang semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kontributor: Meta Setia Wahyuni


Sumber
:
Tim Humas Bimas Buddha dan Humas STABN Raden Wijaya
Penulis
:
A Wardiyanto
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait