Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Perkuat Ekoteologi: Bimas Buddha Semarakkan Vesakha Sananda melalui Gerakan Serentak 3R dan Bersih Rumah Ibadah

Jumat, 08 Mei 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Isi dan semarakkan Vesakha Sananda 2570 Buddhist Era, segenap umat Buddha dan ASN Ditjen Bimas Buddha laksanakan kegiatan bertema sentral Ekoteologi melalui gerakan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dan membersihkan Rumah Ibadah Agama Buddha (RIAB), Dhammasekha, dan PTKB serta Fang Shen, pada Jumat (8/5/2026).

Saat membuka gerakan serentak secara simbolis, bertempat di STAB Maha Prajna Jakarta, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menyampaikan bahwa kegiatan berbasis penguatan ekoteologi ini merupakan wujud implementasi menjalankan ajaran agama yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, namun juga bagi bangsa dan negara.

Dalam pandangannya, Dirjen menilai bahwa peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era yang akan jatuh pada 31 Mei 2026 mendatang, tentunya harus dibarengi dengan aktivitas-aktivitas yang akan semakin memperkuat diri kita dan menambah sukacita.

“Karena itulah kami Ditjen Bimas Buddha telah menggelorakan sebuah semangat menyemarakkan Waisak dengan gerakan sebulan persiapan-persiapan yang kita sebut dengan Vesakha Sananda,” sambung Dirjen.

“Ini semua sebagai sebuah penganda, mari kita siapkan diri kita Kita semarakkan Hari Raya Waisak itu dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat yang nantinya akan membawa kebahagiaan sukacita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dirjen juga menyampaikan bahwa Bimas Buddha telah mengimplementasikan kebijakan Menteri Agama melalui Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2025 terkait kepedulian terhadap lingkungan.

Bimas Buddha telah menjalankan kebijakan tersebut dengan berbagai program, yakni pelatihan eco enzyme, dilanjutkan penuangan pada tangal 10 Mei 2026 mendatang, terkhusus pada hari ini digelar kegiatan juga gerakan 3R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle.

“Artinya apa? Mari kita kurangi konsumsi-konsumsi yang kurang bermanfaat. Mari kita kendalikan nafsu kita. Kita makan, kita gunakan barang-barang konsumtif secara terukur agar tidak menyisakan barang konsumtif yang kita konsumsi,” jelasnya.

Gerakan untuk mengurangi, menggunakan kembali, dan mengolah tersebut perlu dikuatkan melalui pendekatan keagamaan yakni ekoteologi.

“Karena itu Mari kita kirakan bersama-sama secara serentak baik di rumah ibadah, baik di satuan pendidikan, baik di rumah. Semoga kita semua dapat berkontribusi dalam rangka menjaga dan melestarikan alam semesta sebagaimana ajaran kita, bahwa kita tidak dapat hidup sendiri, kita dengan alam semesta senantiasa berkaitan,” ajak Dirjen.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Buddha Triroso dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan umat Buddha yang hari ini dilaksanakan secara serentak merupakan sosialisasi dari gerakan ekoteologi yang pada hakikatnya secara nyata sudah tertuang dalam ajaran Buddha.

Ia mengatakan bahwa pada kesempatan itu pihaknya bersama ASN Ditjen Bimas Buddha sedang melakukan upaya sosialisasi serta penguatan ekoteologi kepada masyarakat. Menurutnya, ekoteologi atau upaya pelestarian lingkungan sudah termuat dalam ajaran Buddha, yang dapat kita temukan salah satunya pada K??adanta Sutta. Hal itu ia sampaikan saat melakukan aksi bersih RIAB di Vihara Indraloka, Tangerang, Banten. Sementara di tempat terpisah, Ketua Vihara Dhamma Metta Cikarang, Sukarya, mengucapkan terima kasih atas kedatangan para pegawai Ditjen Bimas Buddha yang telah bersama-sama melaksanakan Gerakan Ekoteologi dan fungsen, serta memberikan sejumlah alat kebersihan dan perlengkapan lainnya kepada vihara tersebut.

Secara umum kegiatan berbasis penguatan kepedulian terhadap lingkungan berbasis spiritualitas ini dilaksanakan serentak nasional dengan melibatkan OKB, serta berbagai elemen umat Buddha. ASN Ditjen Bimas Buddha sendiri, dalam gerakan serentak ini beraksi menebar kebaikan pada sembilan titik lokasi yakni RIAB, Dhammasekha, serta vihara di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

 


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
A Wardiyanto
Editor
:
A Wardiyanto

Berita Terkait