Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Perkuat Akurasi Data, Bimas Buddha Tingkatkan Kualitas Data melalui Coaching Clinic

Rabu, 09 September 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha terus memperkuat tata kelola data untuk memastikan tersedianya data yang akurat, konsisten, dan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan serta perencanaan program. Upaya tersebut dilakukan melalui Data Coaching Clinic Pemutakhiran Data Satuan Kerja Tahun 2026 Triwulan III, yang diselenggarakan Tim Pengelola Data Ditjen Bimas Buddha Se Indonesia secara hibrida, Selasa (8/9/2026).

Pelaksanaan Coaching Clinic berlangsung dari tanggal 8–18 September 2026 diikuti oleh tim pengelola data dari satuan kerja pusat, daerah, serta Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB) di seluruh Indonesia. Selain menjadi ruang pendampingan dan konsultasi, Data Coaching Clinic juga dimanfaatkan untuk melakukan verifikasi dan validasi data guna mendukung berbagai kebutuhan dokumen perencanaan, evaluasi, dan pelaporan, antara lain RPJMN, PPID, Perkin, Capkin, serta kebutuhan pengelolaan data internal dan eksternal.

Penguatan tata kelola tersebut juga menjadi bagian dari implementasi PMA Nomor 7 Tahun 2026 tentang Satu Data Kementerian Agama, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas tata kelola data dan mendukung pencapaian Indeks Pembangunan Statistik (IPS) yang lebih baik.

Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso, memberikan apresiasi kepada seluruh tim data serta para Pembimas, pimpinan PTKB, dan Kasi/Penyelenggara yang secara konsisten dan aktif hadir mengawal pemutakhiran data. Menurutnya, keseriusan ini menunjukkan kepedulian bersama terhadap pentingnya data sebagai pijakan utama dalam pengambilan kebijakan.

“Karena tanpa ada data, Bapak Ibu termasuk kita akan susah mengambil kebijakan dalam menyusun rencana-rencana yang akan datang. Maka sangat penting data ini menjadi basic kita, langkah awal untuk menentukan arah ke depan seperti apa,” ujar Triroso.

Menurutnya, kualitas data menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat usulan pengembangan kelembagaan maupun kebutuhan anggaran Ditjen Bimas Buddha.Ia mencontohkan proses penataan organisasi setelah terbitnya PMA Nomor 16 Tahun 2026, yang membagi Direktorat menjadi Direktorat Urusan Agama Buddha dan Direktorat Pendidikan Buddha.

Triroso menjelaskan, pemenuhan kebutuhan struktur organisasi harus didukung data yang menggambarkan beban kerja secara akurat. Hal serupa juga berlaku dalam pengembangan kelembagaan PTKB. Data yang menunjukkan kondisi dan kebutuhan secara aktual menjadi salah satu dasar dalam mengusulkan penguatan struktur dan sumber daya organisasi.

“Dua ilustrasi itu menggambarkan bahwa betapa pentingnya terkait dengan updating data itu sehingga setiap saat perkembangan data ini bisa meningkat, bisa akurat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemutakhiran data bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian penting dari proses evaluasi dan perbaikan tata kelola. Data yang telah dihimpun akan terus dievaluasi dan dibandingkan dengan kebutuhan maupun standar yang berlaku sehingga dapat diketahui komponen yang masih perlu dilengkapi.

“Selagi ada perubahan, tentu perubahan diarahkan pada arah perbaikan, bukan kemunduran,” tegas Triroso.

Melalui Data Coaching Clinic yang berlangsung hingga 18 September 2026, Ditjen Bimas Buddha mendorong seluruh satuan kerja untuk menjaga konsistensi pemutakhiran data secara rutin dan berkelanjutan. Dengan data yang akurat, lengkap, dan tervalidasi, Ditjen Bimas Buddha dapat menyusun perencanaan dan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat usulan pengembangan kelembagaan dan peningkatan layanan kepada masyarakat.

 

Kontributor : Dwiyana Mettasari

Dokumentasi : Wahyudi 


Sumber
:
Humas Bimas Buddha
Penulis
:
Vikka Setiawati AP
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait