Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Buka Rakornas KCBI, Supriyadi: Tahun 2023 Perlu Peran Cendekiawan.

Sabtu, 07 Januari 2023
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) ------ Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Supriyadi buka Rakornas Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) secara virtual, Jumat (6/1/2023).

Supriyadi menyampaikan bahwa memasuki tahun politik 2023 peran para cendekiawan Buddhis Indonesia ini menjadi hal penting dengan ditopang dan dilandasi atas pondasi perkembangan KCBI di masa lalu di mana perannya sangat penting.

“Inilah saatnya kita bangkit kembali memberikan warna bahwa Cendikiawan Buddhis Indonesia mampu berperan untuk menciptakan suasana kehidupan yang stabil dan juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat Buddha khususnya atas berbagai persoalan yang dihadapi sehingga mereka dapat hidup tenang dan tidak terpengaruh ke bawa arus dalam peta politik perkembnagan yang nanti akan kita hadapi sekalian menghadapi pemilu tahun 2023,” jelas Dirjen Jum'at (6/1/2022).

“KCBI untuk dapat mencoba mencermati beberapa peta peta politik, peta peta kehidupan umat yang ada di masing masing wilayah yang kemudian dapat di bawa isu itu nasional dan di bahas dalam rapat kerja nasional, sehingga bisa bermanfaat dan memberikan warna bangsa Indonesia,” harapnya.

Ketua Dewan Penyantun DPP KCBI Murdaya Widyawimarta Po yang mengaku sangat gembira atas terselenggaranya kegiatan Rakornas ini.

"Gembira karena KCBI mengalami banyak kemajuan, harapannya usai acara ini bisa dirumuskan target - target yang ingin KCBI capai di tahun 2023," ungkap Murdaya Po.

Pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antara Dewan Pengurus Pusat Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) dengan Dewan Pengurus Daerah KCBI se-Indonesia dirangkai dengan penyampaian rencana kerja oleh para Ketua DPD KCBI daerah yakni Ketua DPD KCBI Kalimantan Selatan Sutawijaya Kangmartono, Ketua DPD KCBI Sumatera Utara Darno Hartono, Ketua DPD KCBI Lampung Wilson Anthony Chandra serta Ketua DPD KCBI Jawa Tengah Dr. Widia Darma.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait