Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Apresiasi Aksi Berbagi Jelang Imlek, Wamenag Dorong Peran Agama Hadirkan Dampak Nyata bagi Persatuan Bangsa

Minggu, 08 Februari 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha)———Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo R. Muhammad Syafi’i mengungkapkan pandangannya bahwa tradisi atau aktivitas pemberian bingkisan menjelang perayaan Hari Raya Imlek merupakan sebuah tindakan merawat hal yang jauh lebih penting. Ia menilai bahwa hal tersebut tidak hanya sekadar membagikan bingkisan.

Hal tersebut diungkapkan Wameng saat hadiri acara bertajuk Pembagian 5000 Parcel Imlek yang diselenggarakan oleh Indonesia Buddhist Center Association di Wihara Mahavihara Graha Pusat, Jakarta, pada Sabtu (7/2/2025).

“Dalam pandangan kami, kegiatan ini adalah merawat sesuatu yang jauh lebih penting yakni persaudaraan, kemanusiaan dan persatuan bangsa. Di tengah dunia yang penuh ketegangan, Indonesia memilih jalan yang berbeda. Kita memilih jalan welas asih, gotong royong dan kebajikan,” ungkap Wamenag.

Wamenag juga memberikan apresiasi kepada segenap pimpinan wihara atas digelarnya acara tersebut. Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud makna sejati dari ketulusan, makna sejati dari kehadiran pimpinan agama.

Lebih lanjut, Wamenag menyebut bahwa dalam kajian akademis, perayaan imlek Imlek memuat bebarapa hal yakni: simbol pergantian musim dan lahirnya harapan baru. Pesannya bahwa manusia harus terus berproses menyempurnakan budi pekerti, menyelaraskan diri dengan alam semesta dan sesama.

Kedua, Imlek mengajarkan kepada kita bahwa kebahagiaan sejati ditemukan dalam berbagi.  

“Inilah cara kita membangun kerukunan dan membangun kasih sayang dan ikatan persaudaraan,” ujar Wamenag.

“Ketiga, ketiga, hadirin sekalian bahwa memberi itu pada dasarnya berinvestasi untuk pertambahan rezeki di masa depan,” tambahnya.

“Program Asta Cita Presiden Prabowo adalah menekankan harmoni sosial dan persatuan nasional di tengah geopolitik global yang membuat kompleks, persatuan adalah kekuatan utama bangsa. Oleh karena itu, dalam pandangan kami, berbagi bukan sekadar kegiatan sosial, ini malah bagian penting membangun ketahanan nasional,” sambung Wamenag.

Selain itu, menurut Wamenag hal itulah wujud peran agama menjadi strategis. Ia menegaskan, oleh karenanya, Kementerian Agama memandang bahwa rumah ibadah tidak hanya sekadar menjadi tempat sembahyang, namun juga sebagai pusat pelayanan kemanusiaan. Agama tidak berhenti pada ritual, tetapi hadir sebagai infrastruktur sosial kebangsaan.

“Inilah paradigma beragama masyarakat yang kami dorong di Kementerian Agama, bahwa keberagamaan harus menghasilkan dampak nyata selain mengurangi penderitaan, memperkuat solidaritas, meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Yang terpenting membuat keakraban berubah menjadi persatuan yang kokoh karena persatuan yang kokoh adalah syarat mutlak satu bangsa untuk bisa membangun bangsanya lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Mewakili Ketua Pendiri Asosiasi Buddhist Center Indonesia dan Pimpinan Wihara Mahavihara Graha Pusat, Bhiksu Syailendra Wiriya mengatakan bahwa pemberian bingkisan dalam rangka menyambut tahun baru Imlek merupakan aksi peduli memberikan perhatian dan kekuatan kepada umat dan masyarakat yang lemah. Selain itu, menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk dukungan moral bagi yang tengah mengalami kegagalan agar tetap memiliki kesempatan serta semangat untuk bangkit, juga berkarya dan berkontribusi bagi terwujudnya masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

Turut hadir mendampingi Wamenag yakni Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Supriyadi, Anggota DPR RI Daniel Johan, Ketua Panitia Didi Darwis, pengurus Wihara Mahavihara Graha Pusat, Pembimas, Penyelenggara Buddha Kota Jakarta Utara serta tokoh agama Buddha.

Adapun pembagian paket bingkisan jelang Hari Raya Imlek telah rutin diadakan oleh Indonesia Buddhist Center Association dan Wihara Mahavihara Graha Pusat setiap tahunnya kepada umat Buddha kurang mampu di kawasan Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya.


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
A Wardiyanto
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait