Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Menko PMK Muhadjir Effendy Hadiri Workshop Moderasi Beragama

Sabtu, 06 Agustus 2022
Kategori : Berita

Plt. Dirjen Bimas Buddha hadiri seremonial Pembukaan Workshop Moderasi Beragama di Pusdiklat Maitreyawira, Minggu (06/08).

Workshop dibuka oleh Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy secara virtual.  

Menko memberikan apresiasi atas inisiatif Permabudhi yang ikut menggelorakan Gerakan Revolusi Mental dalam konteks moderasi beragama.

Ia mengatakan bahwa moderasi beragama bertitik tolak dari paradigma dalam membangun Indonesia yang berbasis kebhinnekaan.

“Jadi suatu kebhinnekaan tidak kita pungkiri, justru kita akui dan kita jadikan dasar dalam membangun bangsa dan negara,” jelasnya.

Dengan adanya keanekaragaman inilah diperlukan pembuka sebagai penghubung, sebagai perekat membangun mozaik yang harmonis.

Menurutnya moderasi tak hanya berlaku dalam kancah kehidupan beragama tetapi dalam semua sikap.

“Saya kira dalam semua sikap kita semua harus mengambil jalan tengah atau jalan yang berkeunggulan,” tambahnya.

Muhadjir Effendy berharap inisiasi Permabudhi ini dapat memberikan imbas positif dan pencerahan bagi kehidupan di tengah keanekaragaman.

Workshop Moderasi Beragama dengan mengusung tema “Melalui Workshop dan Pelatihan Tokoh Agama dapat Meningkatkan Semangat Toleransi dan Moderasi Beragama” diselenggarakan oleh Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi).

Hadir dalam acara yakni Bhikkhu Sangha,  Ketua Umum Permabudhi Philip Kuntjoro Widjaja , Ketua Umum Gemabudhi Bambang Patijaya yang juga sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim Kerja Permabudhi untuk Gerakan Revolusi Mental, para tokoh majelis agama Buddha, pengurus Permabudhi pusat, daerah, dan daerah.

Hadir sebagai pembicara dan narasumber pada Workshop Moderasi Beragama yakni Alissa Wahid Ketua Jaringan Nasional Gusdurian dan Didik Suhadi Deputi V Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait