Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Buka Pabbajja Samanera Sementara 2022.

Sabtu, 17 Desember 2022
Kategori : Berita

Magelang (Humas Buddha) ------------ Pelaksanaan Pabbajja Samanera Sementara 2022 secara resmi di buka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Solahudin Uno, Sabtu (17/12/2022).

Sandiaga Solahudin Uno mengatakan kegiatan Pabajja Samanera dengan tema meningkatkan kesadaran dan budi pekerti melalui pelatihan Pabajja Samanera sementara di tempat bersejarah 7 keajaiban dunia adalah salah satu kegiatan keagamaan yang dilakukan untuk mengenalkan berbagai ajaran Buddha.

“Kegiatan Pabajja samanera sementara memperlihatkan bagaimana pentingnya pemerintah harus hadir untuk mendukung aktivitas keagamaan umat Buddha di Borobudur kegiatan di sekitar Candi Borobudur bisa mendorong gerakan nasional “bangga buatan Indonesia” melalui program-program beli produk kreatif lokal,” ajaknya.

Karena kegiatan semacam ini menurutnya mendorong perekonomian desa-desa di kawasan Borobudur merasakan geliat kebangkitan pasca pandemic. Balkondes-balkondes melaporkan bahwa banyak kunjungan bukan hanya tinggal di sekitar kawasan Borobudur tapi juga produk-produk kuliner, UMKM, souvenir sekarang mulai laku terjual.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan kegiatan ini mempunyai cita-cita mulia bagaimana membentuk karakter-karakter kita semua, karakter budi pekerti, mencintai sesama.

“Inilah yang harus kita terus gaungkan bahwa kita ini adalah Negara Bhineka, Negara Kesatuan Republik Indonesia memang beraneka ragam di dalamnya tentu saja bagaimana kita bersama saling toleransi saling menghormati sesama dan tentu saja kondisi-kondisi sekarang bahwa kita bagaimana tidaknya mencintai sesama manusia,” harap Sekda.

Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Nyoman Suriadarma menyebutkan, ajakan Menteri Agama menjadikan Borobudur sebagai pusat ibadah umat Buddha Indonesia dan dunia atau pusat Religi, hari ini kita saksikan bersama ini merupakan pelatihan terbesar dan yang pertama di Candi Borobudur.

“Tentu ini menjadi spirit buat kita semua bangsa Indonesia dan juga masyarakat Buddha dunia dengan adanya pelatihan Pabajja Samanera sementara, Ada dua poin besar yang bisa diperoleh, pertama bagaimana para peserta merasakan hidup sebagai Pabbajita sesungguhnya atau Petapa yang sesungguhnya karena kemarin sejak awal hanya boleh makan sebelum tengah hari, luar biasa pelatihannya, jelas Nyoman.


 

Tentu kami lanjut Nyoman dari Kementerian Agama dalam hal ini Ditjen Bimas Buddha mensupport sepenuhnya kegiatan pelatihan Pabajja Samanera sementara dan juga yang akan datang.

“Spirit itu kita hadirkan untuk menggaungkan agar Borobudur tidak sepi dari aspek religi. Datang religi ini ada dua hal yang diperoleh, keindahan mata melihat Borobudur begitu indah kita kagum dan bagaimana leluhur kita bisa membangun sehebat itu. Yang kedua keindahan jiwa, pulang ke rumah hati happy, senang, dan bahagia,” tutur Dirurpendik.

Ketua Panitia Fatmawati dalam laporannya menjelaskan kegiatan keagamaan ini yang bertujuan untuk membangun karakter peserta Pabajja Samanera sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Buddha yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Melalui pendidikan agama dan keagamaan Buddha pada peserta Pabajja Samanera adalah untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai ajaran Sang Buddha sebagai dasar untuk meningkatkan keyakinan (Sadha) dan kemoralan (Sila) guna untuk membentuk karakter Pabajja Samanera yang baik,” lanjut Fatmawati

Menurutnya dengan mengikuti pelatihan Pabajja ini, peserta samanera diharapkan mampu lebih religious, toleransi dan memiliki budi yang mulai, berpengatuhan yang luas, dan memiliki nilai moral yang tinggi menjadi penting bagi peserta Pabajja Samanera untuk menciptakan generasi emas di kemudian hari.

“Kegiatan diikuti 500 orang dari berbagai provinsi seluruh Indonesia dan 6 orang dari  luar negeri yakni 2 orang dari Amerika Serikat, 2 orang dari Rusia, 1 orang dari Jerman dan 1 orang dari Inggris,” sebutnya.

Ketua Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia Agus Sanjaya menyebut penyelenggaraan Pabajja Samanera di Candi Borobudur adalah untuk mendukung dan mewujudkan program pemerintah Republik Indonesia yang telah mencanangkan Candi Borobudur sebagai destinasi super prioritas oleh Bapak Presiden Joko Widodo dan MOU  Mendikbudristek, menteri agama, menteri BUMN, Menparenkraf dan gubernur Jawa Tengah dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadikan Candi Borobudur, Mendut dan Pawon sebagai pusat destinasi wisata religi umat Buddha di Indonesia dan dunia.

Kebijakan tersebut lanjut Agus Sanjaya dimaknai sebagai langkah penting dalam program pelestarian Candi Borobudur sebagai cagar budaya peninggalan Luhur nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan warisan dunia oleh karena itu kami umat Buddha mempunyai kewajiban-kewajiban untuk turut serta menjaga dan melestarikannya.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait