Jakarta (Bimas Buddha) ----- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan diterima atas rekor Hening secara Serentak oleh Peserta Terbanyak. Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian Vesakha Sananda 2570 BE 2026.
Hening Nusantara Serentak Seluruh Indonesia dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 20 Mei 2026 yang terpusat di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Haji dan Umrah Jakarta dan diikuti oleh 34 provinsi dengan jumlah sekitar 3.770 peserta. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan umat Buddha Indonesia dalam mempraktikkan nilai-nilai ketenangan batin, kesadaran, dan refleksi diri.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengapresiasi Gerakan Hening Nusantara yang berhasil meraih penghargaan Rekor MURI.
.jpg)
"Hari ini kita menyaksikan pencapaian yang sangat bermanfaat dengan diraihnya penghargaan rekor Muri untuk Hening Nusantara" kata Nasaruddin pada Jumat (19/6/26)
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi menyampaikan bahwa keberhasilan mencatatkan rekor MURI tidak terlepas dari semangat persatuan dan kebersamaan umat Buddha yang berpartisipasi pada kegiatan Hening Nusantara Serentak Seluruh Indonesia.
"Pada tahun ini kita bersama-sama berhasil meraih Rekor Muri melalui kegiatan Hening Nusantara yang menjadi bukti nyata partisipasi umat Buddha dalam membangun harmoni bangsa," ujar Supriyadi.
Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program-program keagamaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai moderasi, toleransi, dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa.
Ditjen Bimas Buddha menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya Hening Nusantara Serentak Seluruh Indonesia hingga berhasil mencatatkan rekor MURI.
Melalui pencapaian ini, Supriyadi mengajak seluruh umat Buddha Indonesia untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat praktik Dhamma dalam kehidupan sehari-hari, serta bersama-sama menebarkan nilai-nilai cinta kasih, welas asih, dan kedamaian demi terwujudnya Indonesia yang harmonis dan sejahtera.
Kontributor: Meta S Wahyuni