Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Hadiri Munas Keagamaan, Nyoman Berorganisasi Adalah Seni Bersinergi dan Berkolaborasi.

Sabtu, 27 Agustus 2022
Kategori : Berita

Plt. Dirjen Bimas Buddha Nyoman Suriadarma hadiri Musyawarah Nasional Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia (LKBI) dan Wanita Walubi II di  Kemayoran, Sabtu (27/08).

Dalam sambutannya Nyoman mengatakan bahwa sebuah organisasi akan sangat nyaman jika hanya diam.

Tapi sebaliknya menurut Nyoman, akan ditemui banyak tantangan saat sebuah organisasi berusaha menjalankan fungsinya secara maksimal.

Organisasi adalah sebuah seni. “Berorganisasi adalah sebuah, Seni bersinergi dan berkolaborasi,” jelasnya.

Kepada peserta Munas Nyoman berharap bahwa organisasi yang berada di lingkup binaan Ditjen Bimas Buddha dapat memberikan sumbangsih dan warna untuk kemajuan umat Buddha di Indonesia.

“Munas ini dapat melahirkan kader/figur yang memiliki visi dan cita-cita untuk bersama membangun umat, bersinergi membangun bangsa,” tambahnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)  Bintang Puspayoga melalui rekaman video mengatakan keberadaan Walubi selama ini senantiasa berupaya mengabdi melalui aksi sosial kemanusiaan.

Hal tersebut adalah bentuk pengamalan Dharma negara untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang termaktub dalam UUD 1945 yakni mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, lanjut  Bintang Puspayoga.

“Munas ini memiliki relevansi dengan upaya negara dalam melindungi hak warganya yaitu rasa aman serta keadilan pada perempuan dan anak sehingga bebas dari segala bentuk kekerasan,” terangnya.

Selanjutnya Menteri PPPA mengajak LKBI dan Wanita Walubi dapat turut mensosialisasikan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan program lain terkait perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan secara lebih luas kepada masyarakat.

“Munas dapat menghasilkan agenda atau kebijakan dan program untuk membangun kesetaraan gender, mendorong perempuan dan anak untuk menyatakan kebutuhan masalah dan kebutuhannya, serta mendorong terbangunnya norma anti kekerasan,” harap Menteri.

Ketua Umum Walubi Siti Hartati Murdaya dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Bhikkhu Khanit Sannano Mahathera mengajak LKBI dan Wanita Walubi memberikan kontribusi positif bagi umat Buddha.

Hartati Murdaya mendorong pada jajaran pengurus agar dapat memahami peran dan fungsi LKBI.

Bahwa Wanita Walubi lanjut Ketua Umum adalah organisasi bersifat sosial yang diharapkan dapat menjadikan ajaran Buddha sebagai landasan utama dalam menjalankan program.

Pembukaan Munas LKBI dan Wanita Walubi ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pribudiarta Nur Sitepu.

Hadir pula dalam Munas yakni Dodi M Hidayat Ahli Madya Deputi Partisipasi Masyarakat, Pembimas Buddha DKI Jakarta Suwanto, dan para tokoh majelis agama Buddha.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Administrator

Berita Terkait