Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Ribuan Umat Buddha Peringati Pujabakti Agung Asadha 2566 BE/2022

Minggu, 10 Juli 2022
Kategori : Berita

Magelang ( Humas Budha) ----------  Acara puncak pelaksanaan Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) di rangkai dengan peringatan Pujabakti Agung Asadha 2566 BE/2022 diikuti oleh ribuan umat Buddha.

Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Supriyadi mewaliki Menteri Agama menyampaikan melalui Asalha Maha Puja umat Buddha diingatkan kembali atas sebuah peristiwa suci di masa kehidupan Buddha Gautama, Minggu (10/09).

“Buddha Gautama mengajarkan kepada umat Buddha untuk membebaskan diri dari penderitaan dan meraih kebahagiaan sejati, dan penderitaan itu adalah nafsu-nafsu keinginan rendah (tanha) yang tidak ada habisnya,” ungkapnya.

Kata kunci untuk memutuskan penderitaan adalah dengan melaksanakan jalan mulia berunsur delapan (Ariya Atthangika Magga), dalam ajaan Buddha itulah satu jalan yang membebaskan manusia dari penderitaan.

Selanjutnya dalam kontek kebijakan pemerintah ajaran Buddha selaras dengan program pengarusutamaan Moderasi Beragama atau menjalankan praktik kehidupan beragama yang selalu mengambil jalan tengah.

Hari ini seluruh umat Buddha hadir memberikan makna moderasi beragama dalam menunaikan tugas kewajiban keagamaannya dan juga kewarganegaraannya semoga nilai-nilai luhur ajaran Buddha dapat memberikan panduan dalam menempuh kehidupan secara seimbang dengan prinsip jalan tengah menjadi penopang dalam mewujudkan umat beragama yang moderat.

Selanjutnya berharap umat Buddha dapat memaknainya dengan merealisasikan ajaran luhur Buddha untuk dapat membebaskan diri dari belenggu nafsu keinginan.

“Umat Buddha harus berjuang dengan gigih dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkecil sebab-sebab penderitaan demi meraih kebahagiaan setahap demi tahap berlatih terus-menerus berjuang terus-menerus dengan arah yang benar arah menyelesaikan persoalan melenyapkan sebab persoalan itu untuk merealisasikan penyelesaian atau kebahagiaan tertinggi,” harapnya.

Diakhir sambutan Supriyadi mengajak untuk bersama-sama merealisasikan kehidupan beragama yang rukun damai dan harmonis dalam mengisi tahun toleransi 2022.

Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Sumarno dalam sambutannya menyampaikan peringatan hari suci bagi umat Buddha ini akan menjadi momentum untuk merefres peran serta umat Buddha dalam menjaga kelestarian, kepecayaan serta pemantapan dalam praktek dharma umat Buddha Indonesia. Sehingga momentum sakral ini akan mendorong seluruh umat budha untuk memperdalam ajaran sang Buddha dan mengamalkannya pada kehidupan sehari hari.

Selanjutnya Gubernur mengajak kepada seluruh umat Buddha untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara khususnya di wilayah Jawa Tengah.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini saya meminta umat Buddha dan seluruh elemen masyarakat semakin terpacu untuk melangkah lebih maju dengan menciptakan mumen yang kongkrit baik untuk pengembangan bidang keagamaan maupun non keagamaan.

Tingkatkan kerja sama yang nyata untuk mengatasi kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme, terorisme, intoleran agama, ini penting persoalan karena tersebut harus dihadapi dengan cara merangkul semua, bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk bersinergi dengan umat beragama yang lainnya,” harapnya.

Dengan demikian kemajemukan kehidupan beragama yang ada di Jawa Tengah tidak menjadi penghalang pembangunan akan tetapi justru dapat memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan, tolerasnsi bersaudaraan tanpa bersaudaraan tanpa sara rasanya menjadi kekinian yang harus kita rawat.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait