Jakarta (Bimas Buddha) — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, melantik dan mengambil sumpah jabatan fungsional Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama, Slamet Purnomo, serta Perancang Peraturan Perundang-Undangan Ahli Muda, Eta Setyowati. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Lantai 16 Gedung Kementerian Agama, Jakarta, pada Kamis (18/12/2025).
Dalam arahannya, Supriyadi menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat fungsional yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni atau transformasi administratif, melainkan proses untuk meneguhkan kembali kompetensi serta amanat yang diemban.
"Pelantikan hari ini merupakan satu proses meneguhkan kompetensi dan amanat yang diberikan. Seiring dengan kebijakan reformasi birokrasi yang menuntut kita tidak lagi sibuk dengan struktural dan organisasi yang kaku, tetapi justru kita dituntut untuk lebih mengedepankan organisasi yang kaya akan fungsi," ujar Supriyadi.
Supriyadi menjelaskan bahwa keberadaan pejabat fungsional memiliki peran strategis dalam menentukan perkembangan organisasi. Oleh karena itu, seluruh pejabat fungsional, baik tingkat ahli madya, ahli muda, maupun ahli pertama, diharapkan menjadi ujung tombak dalam menerjemahkan visi besar organisasi ke dalam kebijakan dan pelaksanaannya di masing-masing bidang tugas.
Kepada pejabat Analis SDM Aparatur yang baru dilantik, Dirjen memberikan pesan khusus untuk mengawal implementasi sistem merit. Dirinya meminta agar setiap aparatur dipastikan mendapatkan hak pengembangannya dan menempati bidang tugas sesuai kompetensi yang dimiliki.
"Pastikan agar setiap aparatur dapat memperoleh hak pengembangannya, sekaligus juga harus memastikan bahwa sistem merit yang berlaku di pemerintahan khususnya di Bimas Buddha dapat berjalan dengan baik dan setiap orang menempati bidang tugas sebagaimana mestinya," tambahnya.
Terkait fungsi regulasi, Supriyadi menginstruksikan kepada Perancang Peraturan Perundang-Undangan Ahli Muda untuk proaktif melakukan telaah terhadap regulasi yang ada. Pihaknya meminta agar regulasi di lingkungan Bimas Buddha terus menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan organisasi.
Menutup sambutannya, Supriyadi menyampaikan harapan agar momentum pelantikan ini menjadi pijakan dalam memperkuat tata kelola dan pola karir di lingkungan Ditjen Bimas Buddha.
Turut hadir sebagai saksi dalam pelantikan tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Buddha dan Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat Eselon III, IV, serta para Pejabat Fungsional Ahli Madya dan Muda di lingkungan Ditjen Bimas Buddha.
Kontributor: Dwiyana Mettasari