Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Pabbajja Samanera Sementara Melakukan Thudong

Rabu, 27 Desember 2023
Kategori : Berita

Magelang (Bimas Buddha) ------------ Hari ke-12 sebanyak 500 peserta Pabbajja Samanera Sementara melakukan Thudong di mulai dari Candi Ngawen, Candi Mendut, Candi Pawon dan diakhiri di Candi Borobudur.

Thudong merupakan prosesi jalan bermeditasi merenungkan sifat-sifat luhur dari Sang Buddha Gautama.

Direktur Urusan dan Pendidikan (Dirurpendik) Agama Buddha Nyoman Suriadarma mengatakan bahwa Ditjen Bimas Buddha sangat mengapresiasi atas upaya yang dilakukan oleh Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia dan Panitia penyelenggaraan Pabbajja Samanera Sementara tahun 2023.

Nyoman menyebut tahun ini secara perdana memanfaatkan Candi Ngawen sebagai titik awal menjalankan spiritual. Ada empat titik dari Candi Ngawen, Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur.

"Tentu kami dari sisi itu sangat mensuport mendukung inilah satu bentuk upaya atau keberadaan keagamaan kita umat Buddha, disamping melatih begitu banyak peserta Pabbajja Samanera Sementara,” jelas Nyoman pada Rabu (27/12/2023).

Yang selanjutnya menurut Nyoman kembali membangkitkan, menghidupkan candi-candi yang ada. Akan menjadi persepektif untuk masyarakat dunia bahwa ini adalah  tempat yang dapat bisa dilakukan untuk spiritual.

Dirurpendik Agama Buddha menambahkan kedepan kita akan mencari candi-candi baru, kalau kita ingin kedepan membuat satu rangkaian perjalanan spiritual bisa kalau Jawa Tengah bisa mulai dari Candi Sewu, Candi Sojiwan, Ngawen, Mendut, Pawon, dan Borobudur.

Ketua Panitia Pabbajja Samanera Sementara Fatmawati menyampaikan pelaksanaan Thudong diawali dari Candi Ngawen bertujuan untuk mempromosikan ke seluruh Indonesia dan dunia.

“Tahun ini kita angkat Candi Ngawen sebagai salah satu destinasi wisata yang baru agar dapat mempromosikan ke seluruh Indonesia dan dunia bahwa ada Candi Ngawen yang satu garis satu jajar Candi Ngawen, Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur adalah jalan spiritual yang baru untuk kita promosikan sebagai jalan spiritual,” sebutnya.

Sementara Ketua Umum Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI) Agus Jaya menjelaskan ini kita mengambil Candi Ngawen, jadi situs garis lurus dari situs sejarah.

“Kedepannya dari Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia, akan mencari candi berikutnya untuk melakukan tradisi Thudong, hari ini kita sebagai bangsa Indonesia bangga bahwa kita punya candi-candi, dan candi ini akan kita promosikan baik lokal maupun manca negara,” pungkasnya.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait