Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Momentum 67 Tahun Sagin, Menag Ajak Umat Budha Cintai Sesama dan Alam Semesta

Sabtu, 18 April 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menghadiri Peringatan 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia (Sagin) yang digelar di Auditorium Prasadha Jinarakkhita, Sabtu (18/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Menag didampingi oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Supriyadi.

Menag, dalam sambutannya menyampaikan salah satu pesan yakni agar manusia tidak hanya bersikap santun kepada manusia, namun juga pada binatang, tumbuh-tumbuhan, dan alam semesta. Menurutnya, pesan tersebut juga sejalan dengan prinsip yang terdapat pada Kurikum Cinta.

“Dalam ajaran Buddhis, jangan hanya bersikap santun pada manusia. Santun pula kepada binatang, pada tumbuh-tumbuhan, pada alam semesta,” tuturnya.

Dalam suasana yang penuh kehangatan tersebut, Menag juga menjelaskan definisi kepedulian. Ia mengingatkan bahwa harmoni sejati tidak hanya terjalin antarmanusia, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan seluruh makhluk hidup.

Menurut Ketua Panitia, Bhikkhu Bhadranatha Thera tujuan diadakannya acara yang telah dirangkai dengan berbagai kegiatan tersebut yakni meningkatkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati antarumat bergama.

Dilaporkan juga bahwa tema dari Peringatan 67 Tahun Sangha Agung Indonesia yakni “Sangha Agung untuk Indonesia”, merefleksikan semangat pengabdian Sagin yang telah berdiri sejak tahun 1959 dalam menjaga persatuan bangsa dan melayani umat Buddha di nusantara sejalan dengan semangat Dhamma yang satu rasa.

Helatan akbar ini dihadiri kurang lebih 1000 umat Buddha dari berbagai daerah, khusunya Jabotabek, dan 138 anggota Sangha.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan doa tiga tradisi, yaitu Theravada, Mahayana, dan Vajrayana, sebagai simbol persatuan dalam keberagaman praktik keagamaan Buddha. Kegiatan dilanjutkan dengan acara seremonial yang dihadiri para bhikkhu, pejabat pemerintahan, serta pimpinan majelis keagamaan Buddha.

Acara juga diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain penayangan program pengabdian Sangha, pesan Dhamma, doa lintas agama, serta syukuran dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Sangha Agung Indonesia.

Peringatan ini diharapkan semakin memperkokoh peran Sangha dalam membimbing umat serta memperkuat kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia yang rukun dan damai.

Dalam kesempatan tersebut Menag juga meresmikan pameran relik para sesepuh Sangha Agung Indonesia. Pameran ini sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan keteladanan spiritual para pendahulu dalam melayani umat serta menjaga harmoni bangsa.


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
A Wardiyanto
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait