Banyuwangi (Bimas Buddha) — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Nava Dhammasekha Paramita Pelangi Jaya di Kabupaten Banyuwangi memilih merayakannya dengan cara yang sederhana, tetapi sarat makna. Bukan sekadar menghias lingkungan atau mengikuti berbagai perlombaan, para murid diajak belajar mencintai bangsa melalui kepedulian terhadap lingkungan dan alam.
Semangat itu diwujudkan dalam gerakan cinta lingkungan yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, di lingkungan Nava Dhammasekha Paramita Pelangi Jaya, Dusun Sidorejo Wetan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Sejak pagi, murid-murid tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan. Mereka membersihkan lingkungan Nava Dhammasekha, menanam pohon, serta belajar memilah sampah dengan menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Kepala Nava Dhammasekha Paramita Pelangi Jaya, Sutrian Tri Lestari, mengatakan pendidikan lingkungan perlu diperkenalkan sejak usia dini. Menurutnya, para murid perlu memahami bahwa mencintai Indonesia tidak selalu diwujudkan melalui hal-hal besar.
"Kami ingin para murid memahami bahwa rasa cinta kepada bangsa dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Menjaga kebersihan, menanam pohon, dan tidak membuang sampah sembarangan adalah langkah kecil, tetapi jika menjadi kebiasaan, akan membawa dampak besar," ujar Sutrian Tri Lestari.
Kegiatan tersebut juga mengusung semangat ekoteologi, yakni cara pandang yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual dan kehidupan beragama. Bagi para murid, alam bukan sekadar ruang tempat tinggal dan belajar. Alam adalah bagian dari kehidupan yang harus dirawat bersama.
Momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai tersebut. Kemerdekaan, dalam konteks pendidikan karakter, tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai tanggung jawab generasi muda untuk menjaga apa yang telah diwariskan kepada mereka, termasuk lingkungan hidup.
Di halaman Dhammasekha itu, murid-murid belajar melalui pengalaman langsung. Tangan mereka mungkin hanya memungut sampah, menanam bibit pohon, atau memilah barang yang masih dapat digunakan. Namun, dari kegiatan sederhana tersebut tumbuh pemahaman bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar.
Gerakan cinta lingkungan ini diharapkan menjadi kebiasaan baik untuk para murid dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di tengah masyarakat. Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi hadir dalam tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian, tanggung jawab, dan cinta terhadap Indonesia.
Melalui pendidikan yang membumi dan dekat dengan kehidupan para murid, Nava Dhammasekha Paramita Pelangi Jaya berupaya menanamkan bahwa mencintai bangsa dapat dimulai dari tempat terdekat yaitu dengan merawat lingkungan, menjaga kehidupan, dan bertumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap masa depan negeri.