Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Ditjen Bimas Buddha Dorong Kolaborasi Pemuda Buddha Sambut Hari Sumpah Pemuda

Selasa, 29 September 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Pemuda Buddha memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Untuk membuka kesempatan tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antarorganisasi, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menggelar Koordinasi Organisasi Pemuda Buddha Tingkat Pusat pada Senin (28/9/2026).

Koordinasi ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai gagasan dan potensi organisasi pemuda Buddha dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026. Gagasan yang dihimpun diharapkan dapat dirumuskan menjadi kegiatan bersama yang kreatif dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi mengatakan, momentum Hari Sumpah Pemuda perlu dimanfaatkan untuk menunjukkan keberadaan dan kontribusi pemuda Buddha bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang dirancang juga perlu melihat persoalan kepemudaan, keumatan, dan kebangsaan sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan diri.

Ia mendorong agar konsep kegiatan lahir dari gagasan para pemuda Buddha sendiri, karena mereka yang lebih memahami kebutuhan, potensi, dan karakter generasi muda.

“Hari ini saya ingin mengajak teman-teman generasi Buddhis sekalian berpikir untuk menyusun kegiatan Hari Sumpah Pemuda. Silakan sepakati bentuk kegiatannya, tetapi saya tidak berharap kegiatan seremonial dan monoton”, harapnya.

Supriyadi juga menekankan pentingnya menghilangkan sekat dan fragmentasi antarkelompok. Karakter masing-masing organisasi tetap dapat dijaga, namun ketika membawa nama pemuda Buddha Indonesia, diperlukan kemauan untuk bergerak dan berkolaborasi bersama.

“Dan sekali lagi, yang kita kedepankan adalah tentang keberadaan dari para pemuda Buddha se-Indonesia itu sendiri. Terlepas dari persoalan-persoalan, fragmentasi, dan segmentasi. Kita hilangkan itu semua. Hari ini kita lakukan sebuah konsolidasi besar untuk menunjukkan eksistensi keberadaan para pemuda Buddha se-Indonesia,” tegasnya.

Dalam koordinasi tersebut, sejumlah gagasan kegiatan turut dibahas, di antaranya expo, festival, mindfulness, pet blessing, pertunjukan kesenian, kegiatan lingkungan seperti pengolahan sampah dan penanaman pohon, seminar komunikasi dan media digital, serta pengembangan ekonomi kreatif. Berbagai pilihan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi pemuda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan yang disusun diharapkan tidak hanya berlangsung satu kali, tetapi jika memungkinkan dapat dikembangkan oleh organisasi masing-masing hingga ke tingkat daerah. Dengan demikian, inisiatif yang lahir dari koordinasi ini dapat menjangkau lebih banyak pemuda dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Melalui koordinasi ini, Ditjen Bimas Buddha berharap terbangun kolaborasi yang mampu mempertemukan kekuatan berbagai organisasi pemuda Buddha tanpa menghilangkan karakter masing-masing. Lebih dari sekadar peringatan Hari Sumpah Pemuda, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai inisiatif yang berkelanjutan serta memperkuat peran pemuda Buddha di tengah masyarakat.


Foto: Wahyudi


Sumber
:
Humas Bimas Buddha
Penulis
:
Meta Setiya W
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait