Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Melalui Lokakarya Rakernas Kemenag 2025, Tokoh Agama Rumuskan Strategi Keumatan dan Pendidikan yang Adaptif

Senin, 15 Desember 2025
Kategori : Berita

Tangerang (Bimas Buddha) ----- Kementerian Agama menggelar Lokakarya bertema “Mempersiapkan Umat Masa Depan” sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merespons berbagai tantangan keumatan di tengah perubahan sosial, digitalisasi, dan dinamika global, Senin (15/12/2025).

Lokakarya ini diikuti oleh pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama, Kepala Kantor Wilayah Kemenag, Rektor dan Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, pimpinan organisasi masyarakat keagamaan, tokoh agama, akademisi, dan budayawan.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) ini menghadirkan pemuka agama, akademisi, praktisi pendidikan agama, serta pemangku kebijakan untuk merumuskan strategi memperkuat kapasitas umat dalam menghadapi tantangan sosial, teknologi, dan pluralitas.

Dalam kesempatan pelaksanaan Lokakarya, Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia, Philip Kuntjoro Widjaja sebagai salah satu pembicara. Dalam paparan dan diskusi panel, Philip menyoroti pentingnya pendidikan agama yang adaptif, pengembangan karakter berlandaskan nilai-nilai ajaran Buddha, serta peran moderasi beragama dalam menjaga kerukunan di tengah dinamika sosial dan kemajuan teknologi.

Philip Kuntjoro Widjaja menekankan pentingnya pendidikan agama yang adaptif dan pengembangan karakter berdasarkan nilai-nilai ajaran agama dalam menghadapi guncangan teknologi yang mengubah cara generasi muda mengakses pengetahuan melalui internet dan kecerdasan buatan.

Dirinya juga mengingatkan perlunya metode pengajaran yang relevan dan transparan agar generasi muda tetap terlibat dan percaya.

"Generasi muda akan mencari jawaban lewat Google, AI, berbagai variasi narasi. Kita harus menyiapkan cara menyampaikan ajaran yang relevan dan transparan," ujarnya.

Terkait isu lingkungan melalui pengembangan eco-theology. Philip Kuntjoro Widjaja bahwa Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudi) meluncurkan inisiatif eco-dhamma dan menjalin kerja sama lintas kementerian untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Lokakarya ini menegaskan komitmen Kementerian Agama terhadap moderasi beragama yang mengedepankan titik tengah, kolaborasi lintas agama, dan integrasi nilai-nilai agama demi menjaga kerukunan serta mempersiapkan umat menghadapi tantangan masa depan.

Kontruibutor :Sumatoro dan Vivi


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait