Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Menteri Agama Hadiri HUT 40 Sangha Theravada Indonesia (STI)

Jumat, 18 November 2016
Kategori : Berita

Tangerang(dbb) - HUT Sangha Theravada Indonesia (STI) ke 40 di Hall ICE Bouleverd BSD City dengan mengangkat tema "Menebar Kasih dan Membangun Kedamaian" dihadiri oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan ribuan umat Buddha di seluruh Tanah Air.

 
Dalam sambutannya Menag Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi keterlibatan para pemuda dalam gelaran peringatan 40 tahun STI hari Minggu (20/11). Saya senang, hampir semua yang tampil adalah generasi muda. Itu menunjukan optimisme bahwa nilai kebajikan terus diestafetkan sehingga Indonesia sebagai bangsa religius tetap bisa kita rawat dengan baik," tegas Menag.
 
Menag berharap, di usianya yang ke 40 tahun, STI dapat terus mengembangkan kebajikan, mengajak umat Buddha untuk mengembangkan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.
 
Dalam pesan Dhamma YM. Sri Pannavaro Mahathera menyampaikan  empat Dhamma yang harus dilaksanakan bagi umat Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Dhamma yang pertama adalah berdana atau memberi untuk memurnikan hati dan tidak mengharapkan pahala apapun. "Mari memberi kepada yang membutuhkan dengan kemurnian hati," ungkap Bhante Panna
 
Dhamma kedua, berkatalah yang baik. Bhante Panna mengajak umat Buddha untuk selalu menjaga ucapan dan tidak berkata yang menyakiti orang lain. "Kalau ingin menegur atau menasihati, gunakan kata-kata yang baik sehingga tidak menyakiti. Karena kata yang baik akan mudah diterima," ujarnya.
 
Dhamma ketiga, lakukanlah hal-hal yang baik untuk orang lain. Meskipun kecil, lakukanlah dengan sepenuh hati.
 
Dhamma keempat adalah mempunyai ketenangan hati dan tidak sombong. Menurutnya, tanpa ketenangan hati, orang tidak mungkin dapat memurnikan hati. Tanpa ketenangan hati, orang juga tidak mungkin bisa memberi nasihat dengan kata baik. "Tanpa ketenangan hati, orang tidak mungkin bisa melakukan kebaikan dengan penuh kesungguhan. Ketenangan hati membuahkan kearifan," pesan Bhante.
 
Menurut Ketua Umum Shangha Theravada YM. Subhapanno Mahathera, tema tersebut mengandung pesan agar umat Buddha dapat proaktif bersama seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan kebinekaan. "Dengan semangat dan kesadaran kebhinekaan umat akan dapat saling menghormati, menghargai dan saling mencintai, meski kita berbeda," ungkap Bhante Subbapanno.
 
STI berdiri pada tahun 1976. Keberadaan STI ini merupakan kelanjutan dari Shangha Theravada yang pernah dibangun oleh Guru Buddha Gautama 2600 tahun lalu. Kini, STI memiliki lebih dari 84ribu anggota yang tersebar di 28 provinsi.
 
"Keberhasilan ini tidak terlepas atas jasa dan peran sesepuh. Karena itu, pada ulang tahun kali ini, STI memberikan penghargaan kepada senior yang telah berjasa luar biasa terhadap perkembangan dan kemajuan Sangha Theravada Indonesia," ujar Subhapanno.
 
Turut memeriahkan acara Pemuda Theravada Indonesia (PATRIA) dan para pemuda pemudi Budhis lainnya dengan dengan menampilkan pembacaan kitab suci Dhammapada dan  menampilkan tarian budaya yang sarat nilai dan makna.
 
Tampak hadir dalam acara, Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Supriyadi, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Asisten Deputi II Bidang Kesra Prov. Banten dan Pembimas Buddha Prov. Banten Saryono serta pra tokoh agama Buddha.

Sumber
:
Penulis
:
administrator
Editor
:
Administrator

Berita Terkait