Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Kuti Menambah Semangat dan Membagun Tatanan Baru Bagi Umat Buddha

Sabtu, 22 Januari 2022
Kategori : Berita

Temanggung (Humas Buddha)  --------------   Umat Buddha Vihara Ananda Dusun Piyudan, Desa Padureso, Kec. Jumo, Kab. Temanggung menyelenggarakan Abhiseka Buddha Rupang dan Pemberkahan Kuti, Sabtu (22/01).

Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Supriyadi, saat  hadir dalam acara    menyampaikan apresisi kepada umat Buddha Dusun Piyudan dan para donator yang telah menyelesaikan pembangunan kuti.

Supriyadi  menambahkan semoga dengan adanya kuti ini menambah semangat dan membagun tatanan baru bagi umat Buddha” ungkapnya.  

Supriyadi menambahkan “Ditjen Bimas Buddha punya kewajiban untuk melakukan pembinaan kepada umat Buddha dengan berupaya untuk membina agar menjadi  umat Buddha yang lebih moderat, toleransi menjadi kekuatan besar bagi umat Buddha khususnya di Kecamatan Jumo,” tambahnya.

Sanghanayaka Sangha Theravada Indonesia YM. Bhikkhu Sri Subhapanno Mahathera menyampaikan pesan agar umat Buddha selalu menerapkan protokol kesehatan, mendorong agar umat Buddha kembali tekun ke Vihara

“Rasanya pertemuan ini sangat membahagiakan setelah dua tahun tidak pernah ketemu karena adanya pandemik, saya mendorong agar umat Buddha kembali tekun ke vihara, baca Paritta, dan melakukan meditasi,” harapnya.

“Pembangunan kuti ini merupakan wujud saddha/keyakinan, kedermawanan, dan kecintaan umat Buddha kepada para Bhikkhu,” jelasnya.

Kepala Desa Padureso Muhammad Husni, SE  menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seganap umat Buddha yg telah berhasil menyelesaikan pembangunan kuti.

"Dengan adanya pembangunan kuti ini menjadi sarana untuk menyambung silaturahmi antara pemerintah desa dan umat Buddha khususnya di Dusun Piyudan,” tuturnya.

Hadir daam acara Anggota DPRD Kab. Temanggung, Kasubdit Kelembagaan dan Kasubdit Penyuluhan,  Penyelenggara Bimas Buddha Kab. Temanggung, dan Ketua Vihara Se-Kecamatan Jumo serta kurang lebih 400 umat Buddha se-kecamatan Jumo.

Selanjutnya sebagai wujud kecintaan terhadap tradisi dan budaya adi luhung, acara peresmian kuti akan dirangkai dengan Pagelaran wayang kulit.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait