Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Dirjen Bimas Buddha Dampingi Gubernur Sumsel Resmikan Vihara Bhakti Dharma Yana

Senin, 11 Januari 2021
Kategori : Berita

Palembang (Humas Buddha) ---- Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru resmikan Vihara Bhakti Dharma Yana Palembang, (11/01).

Arahan Gubernur bahwa keberadaan Vihara Bhakti Dharma Yana dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keyakinan umat Buddha Juga serta menjadi sarana pembinaan bagi umat Buddha Sumsel. 

“Sumsel ini memiliki ciri khas, yakni zero konflik. Tolong bantu saya, bantu pemerintah untuk bisa mempertahankan status zero konflik ini. Selama ini umat Buddha Sumsel telah ikut berkontribusi dalam menjaga kerukunan. Tolong ini dijaga dan ditingkatkan lagi,” harapnya. 

Sementara itu, Dirjen Bimas Buddha Caliadi berharap agar Vihara ini sebagai tempat kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat. 

“Vihara ini hendaknya juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan sosial kemasyarakatan, tempat pendidikan agama dan keagamaan, serta tempat pembinaan seni dan sosial budaya. Peliharalah vihara ini sebaik mungkin,” pesan Caliadi.

Selanjutnya, Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA,  berharap umat Buddha dapat mewujudkan Tri Kerukunan Umat Beragama. 

“Pak Dirjen ini sudah tiga kali ke Palembang. Kalau bukan karena cinta dengan Sumsel dan umat Buddha di sini, tidak mungkin Pak Dirjen berulang kali ke sini. Pun dengan Bapak Gubernur, di setiap kegiatan keagamaan beliau selalu hadir, termasuk dalam kegiatan keagamaan Buddha. Bahkan hari ini, di antara sekian banyak kegiatan beliau selaku pemimpin di Sumsel, Pak Gubernur masih menyempatkan diri untuk datang dan meresmikan vihara. Ini tentu sesuatu yang luar biasa,” ungkapnya. 

Hadir pada acara peresmian antara lain Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag RI Caliadi SH, MH, Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA, Ketua Yayasan Bhakti Dharma Yana Palembang Sjamsudin Hasim, dan Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Sumsel Wiswadas S.Ag, M.Si., Para Tokoh Agama, Pengurus Yayasan, dan Umat Buddha sekitar. 


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait