Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

27 Siswa Fo Guang Shan Lulus, Siap Jadikan Dhamma Pedoman Kehidupan

Minggu, 09 Agustus 2026
Kategori : Berita

Magelang (Bimas Buddha) — Sebanyak 27 siswa Pusat Pendidikan Buddhis Fo Guang Shan Indonesia (PPBFGSI) dinyatakan lulus dalam upacara kelulusan yang digelar di Cultivation Center Main Hall, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026). Kelulusan tersebut menjadi momentum untuk mengakhiri satu tahap pendidikan sekaligus mengawali perjalanan para lulusan dalam mengamalkan Dhamma di tengah kehidupan.

Upacara dihadiri Plt. Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha, Ketua DPP WALUBI, Ketua STABN Raden Wijaya, Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, para orang tua siswa, serta perwakilan majelis dan vihara.

Dalam sambutannya Plt. Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha, Budi Sulistiyo, menegaskan bahwa pendidikan Buddhis tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

“Anak-anak lulus bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki Sila, Samadhi, Panna dan semangat Metta Karuna. Jadilah generasi yang berintegritas dan berguna bagi bangsa,” ujar Budi.

Menurut Budi, meskipun proses pendidikan yang dijalani para siswa berlangsung dalam waktu yang terbatas, pengalaman tersebut memiliki makna penting dalam pembelajaran kehidupan. Pemahaman agama Buddha perlu dibangun secara teoritis sekaligus diwujudkan melalui praktik nyata.

“Yang dipelajari secara teori hendaknya dapat dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Di situlah pembelajaran Dhamma menemukan maknanya,” terang Budi.

PPBFGSI merupakan lembaga pendidikan Buddhis berasrama di Magelang yang berada di bawah naungan Universitas Tsung Lin Fo Guang Shan, Taiwan. Didirikan pada 2024, PPBFGSI hadir untuk membina generasi muda melalui pendalaman Buddha Dharma, Buddhisme Humanistik, pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, serta pengalaman praktik kehidupan Buddhis.

Kehadiran PPBFGSI melanjutkan pembinaan generasi muda Buddhis yang sebelumnya dilakukan melalui Akademi Buddhis berbasis daring sejak 2021. Selain pembelajaran di asrama, program pendidikan dikembangkan melalui berbagai kegiatan, seperti study tour, camp muda-mudi, dan camp guru agama Buddha. Serta peserta didik juga memperoleh kesempatan memperluas pengalaman melalui kegiatan pendidikan di Indonesia maupun mancanegara, termasuk Singapura, Malaysia, dan Taiwan. Bagi siswa berprestasi, tersedia peluang beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Tsung Lin Fo Guang Shan, Taiwan.

Ketua DPP WALUBI sekaligus Penasihat Pusat Pendidikan Buddhis Fo Guang Shan Indonesia Siti Hartati Murdaya menyampaikan apresiasi terhadap Fo Guang Shan yang dinilainya tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk pribadi yang baik.

Ia mengingatkan para lulusan bahwa kehidupan senantiasa berubah dan tidak ada sesuatu yang bersifat tetap. Pemahaman mengenai ketidakkekalan, no-self, dan emptiness menjadi bagian penting dalam memahami kehidupan dan mengurangi kemelekatan. Ia mengibaratkan kehidupan seperti pelangi yang indah, tetapi tidak kekal. Karena itu, manusia perlu belajar melepaskan kemelekatan atau let go.

“Kemelekatan dapat menjadi sumber penderitaan. Ketika kita mampu melepaskan kemelekatan, kita dapat melihat hakikat sejati dan memahami Buddha nature dalam diri,” ungkapnya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi lebih bermakna ketika tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi dilatih melalui kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan Buddhis dapat menjadi jalan untuk membangun kehidupan spiritual sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Rangkaian upacara kelulusan diisi dengan puja bakti, penampilan seni Dhamma dari para siswa, penyampaian prestasi terbaik, serta penyerahan piagam kelulusan secara simbolis. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan makan bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran proses pendidikan.

Kelulusan 27 siswa PPBFGSI menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan Buddhis bagi generasi muda Indonesia. Lebih dari sekadar capaian akademik, pendidikan tersebut diharapkan melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan, karakter, integritas, kepedulian, dan kemampuan menjadikan Dhamma sebagai pedoman dalam kehidupan serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.yarakat, bangsa, dan negara.


Sumber
:
Humas Bimas Buddha
Penulis
:
Vikka Setiawati AP
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait