Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Lantik PPPK Menag: ASN Harus Smart, Moderat, dan Menjadi Problem Solver

Selasa, 15 Agustus 2023
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) ----- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas lantik 29.069 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Agama secara daring dan luring, pada Selasa (15/08/2023).

Pelantikan digelar secara luring dan daring di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, serta di aula-aula pada satuan kerja (satker) Kemenag yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya Menteri Agama mengatakan PPPK harus berterima kasih kepada Presiden Jokowi. Sebab lanjut Menteri hadirnya PPPK adalah kebijakan yang diwujudkan Presiden Jokowi. "Terima kasihlah ke Pak Jokowi karena sudah memberikan kebijakan ini. Ungkapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dengan cara sendiri-sendiri," jelasnya.

Gusmen juga mengingatkan agar para PPPK yang diterima hari ini ingat untuk berterimakasih kepada  kedua orang tua. “Jangan lupa untuk telepon, kalau perlu video call. Bila orang tuanya sudah wafat, maka jangan lupa ziarah ke makamnya. Ini penting. Karena doa orang tua ini yang memberikan kita energi untuk melakukan pelayanan terbaik bagi umat dan masyarakat,” tegas Menag.

Menag berharap pelantikan PPPK ini menjadi jalan keluar bagi persoalan status pegawai non ASN. Ia berpesan, agar para PPPK yang dilantik tetap mempertahankan dan bahkan meningkatkan kinerja dalam pelayanan publik.

"Tetap ikhlas mengabdi ke bangsa. Jangan setelah diterima bekerja asal-asalan, mentang-mentang sudah punya SK. Apalagi Kemenag merupakan kementerian dengan postur jumbo. Harapannya tubuh besar jadi semangat kita juga besar dalam memberi pelayanan terbaik untuk bidang keagamaan dan pendidikan," pesannya.

Kepada para PPPK yang baru dilantik Menag meminta untuk tidak bertindak diskriminatif dalam pelayanan. “Kemenag itu Kementerian semua agama. Jadi tidak boleh ada tindakan intoleran dan diskriminatif. Beri pelayanan harus adil dan tidak boleh dibeda-bedakan,” terang Menag.

Hal ini menurut Gus Men merupakan ciri yang harus dimiliki ASN Kemenag. "PPPK yang dilantik hari ini harus smart, moderat, dan juga menjadi problem solver. Ini tiga hal yang harus Anda miliki agar menjadi ASN yang berdaya," sebutnya.

ASN yang smart, tambah Gus Men, ditandai dengan karakteristik memiliki integritas, nasionalisme, profesionalisme yang di atas standar, pengetahuan wawasan global, teknologi informasi dan penggunaan bahasa yang baik. “Harus  memiliki keramahan dalam pelayanan, memiliki jejaring yang luas dalam meingkatkan pelayanan, dan tentunya jiwa entrepreneurship yang memadai," jelas Menag.

Ciri khas ASN Kementerian Agama lainnya, lanjut Menag, adalah ASN yang moderat. ASN yang memiliki sikap toleran, anti terhadap kekerasan, akomodatif terhadap budaya, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. "Seluruh ASN Kemenag harus moderat, tak terkecuali PPPK yang dilantik hari ini," tegasnya.

Pelatikan PPPK secara nasional sebanyak 29.069 terdiri dari 16.972 guru, 797 dosen, 951 penghulu, 9.295 penyuluh agama, serta 1.054 jabatan fungsional teknis, tersebar di seluruh Indonesia pada satuan kerja Kementerian Agama, baik pusat maupun daerah.

Pada Ditjen Bimas Buddha ada dua formasi PPPK yang secara langsung mengikuti pelatikan yakni Dalupeni Widyaningrum, S.Psi. jabatan Pengembang Teknologi Pembelajaran dan Vividha Jati Ariya Gotami, S.I.Kom jabatan Pranata Hubungan Masyarakat.

 


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait