Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id

Lantik Perencana Ahli Madya, Dirjen Bimas Buddha Tekankan Kualitas Perencanaan dan Anggaran

Rabu, 28 Oktober 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, melantik dan mengambil sumpah jabatan Yon Hasa sebagai Pejabat Fungsional Perencana Ahli Madya di lingkungan Ditjen Bimas Buddha, Rabu (28/10/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran perencana dalam menerjemahkan kebijakan strategis pemerintah menjadi program yang efektif, efisien, dan berdampak bagi masyarakat.

Supriyadi menegaskan bahwa Perencana Ahli Madya tidak hanya bertugas menyusun dokumen anggaran secara rutin, tetapi juga berperan sebagai arsitek kebijakan yang memastikan program dan kegiatan selaras dengan prioritas pemerintah serta indikator kinerja utama institusi.

“Perencana Ahli Madya tidak lagi berkutat dengan penyusunan program secara rutin. Saya mengajak dan menempatkan Perencana Ahli Madya ini sebagai arsitek kebijakan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas belanja (quality spending). Setiap rupiah anggaran negara harus direncanakan secara cermat, digunakan sesuai ketentuan, dapat dipertanggungjawabkan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penyusunan anggaran harus memperhatikan standar biaya yang berlaku dan menghindari penggelembungan biaya (markup).

Dalam kondisi fiskal yang menantang, perencanaan program perlu disusun berdasarkan skala prioritas, mulai dari layanan dasar atau program mandatori, program strategis kementerian, hingga program pendukung. Dengan demikian, layanan dasar tetap dapat berjalan apabila terjadi pengetatan atau penyesuaian anggaran.

Selain itu, Perencana Ahli Madya diharapkan mampu mengidentifikasi dan memitigasi risiko akibat perubahan kebijakan, memastikan setiap revisi Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) sesuai ketentuan, serta memberikan pendampingan kepada perencana pada jenjang lainnya.

Supriyadi turut menekankan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari keluaran (output), tetapi juga dari hasil dan manfaat (outcome) yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, keselarasan antara perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan kinerja harus dijaga agar penggunaan anggaran benar-benar mendukung pencapaian target institusi.

“Perencana Ahli Madya Bimas Buddha harus bisa menjadi bagian dari think tank untuk membantu Ditjen Bimas Buddha dalam menerjemahkan kebijakan strategis yang digariskan oleh negara,” ungkapnya.

Menutup arahannya, Supriyadi mengucapkan selamat kepada Yon Hasa dan mengajak seluruh jajaran Ditjen Bimas Buddha untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran demi kepentingan masyarakat Buddha.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Direktur Urusan Agama Budi Sulistiyo dan Kepala Bagian Umum dan BMN Sayit sebagai saksi, serta para pejabat Eselon III dan Pejabat Fungsional Ahli Madya dan Muda di lingkungan Ditjen Bimas Buddha.


Sumber
:
Humas Bimas Buddha
Penulis
:
Dwiyana Mettasari
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait