Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Bantuan Pascabencana Masuk Tahap Pelaksanaan, Bimas Buddha Perkuat Pengawalan di Aceh dan Sumut

Minggu, 04 Oktober 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Pemulihan rumah ibadah dan Sekolah Minggu Buddha (SMB) yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara kini memasuki tahap pelaksanaan. Setelah bantuan diterima para penerima manfaat, Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama memastikan proses rehabilitasi, renovasi, dan pemenuhan sarana prasarana terus berjalan hingga fasilitas tersebut kembali dapat dimanfaatkan secara optimal oleh umat.

Hal ini menjadi fokus pemantauan pada pertemuan keempat Pemantauan Renduk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera yang digelar secara virtual, Jumat (2/10/2026). Pemantauan tersebut menjadi bagian dari pengawalan berkelanjutan Ditjen Bimas Buddha terhadap proses pemulihan RIAB dan SMB yang terdampak bencana.

Kepala Subdirektorat Kelembagaan Ditjen Bimas Buddha, Pandhit Amanvijaya, menegaskan bahwa setelah proses pencairan bantuan selesai, perhatian selanjutnya diarahkan pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

"Secara pencairan sudah clear, sudah SP2D semua, tinggal pemantauan, pelaksanaan kegiatan, pembangunan, atau rehab renov itu sendiri. Memang perlu dikawal terkait dengan pelaksanaan rehab renovnya, jangan ditinggal begitu saja," ujar Pandhit.

Di Aceh, bantuan telah disalurkan kepada tujuh RIAB dan dua SMB. Sejumlah penerima telah mulai melaksanakan pekerjaan rehabilitasi dan renovasi secara swakelola. Sementara untuk bantuan sarana dan prasarana, proses pengadaan juga telah berjalan. Sebagian barang telah tiba di lokasi, sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses pengiriman.

Untuk memastikan bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan di lapangan, pemantauan langsung juga akan dilakukan pada pekan kedua Oktober. Pemantauan ini akan melihat kelengkapan dan kesesuaian sarana prasarana yang telah dibelanjakan dengan proposal bantuan yang diajukan.

Di Sumatera Utara, seluruh 62 RIAB yang menjadi sasaran bantuan kini telah menerima pencairan. Sebelumnya, sebanyak 31 RIAB telah menerima pencairan, terdiri atas 28 RIAB di Kabupaten Deli Serdang dan 3 RIAB di Kota Binjai.

Pada minggu ini, 31 RIAB lainnya juga telah menerima pencairan. Mereka terdiri atas 10 RIAB di Kota Medan, 3 RIAB di Kabupaten Langkat, 15 RIAB di Kabupaten Deli Serdang, dan 3 RIAB di Kota Binjai.

Untuk penerima di Kota Medan, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Deli Serdang, masing-masing menerima bantuan sebesar Rp53.900.000. Sementara tiga penerima di Kota Binjai masing-masing menerima bantuan sebesar Rp53.720.500.

Dengan telah tersalurkannya bantuan kepada 31 RIAB tersebut, seluruh 62 RIAB di Sumatera Utara kini telah menerima pencairan dan memasuki tahap pelaksanaan rehabilitasi maupun renovasi sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing rumah ibadah.

Rumah ibadah yang terdampak bencana diharapkan dapat kembali menjadi ruang bagi umat untuk beribadah, menjalankan kegiatan keagamaan, dan membangun kembali kehidupan komunitas setelah terdampak bencana. Begitu pula dengan SMB, pemulihan fasilitas pendidikan diharapkan dapat mendukung kembali aktivitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan keagamaan bagi peserta didik.

Upaya pengawalan tersebut menjadi bagian dari komitmen Ditjen Bimas Buddha untuk memastikan layanan keagamaan tetap berjalan dan dapat dirasakan umat secara berkualitas, merata, dan inklusif. Bantuan pascabencana tidak dipandang semata sebagai dukungan fisik, tetapi sebagai upaya untuk memastikan umat dapat kembali menjalankan kehidupan keagamaan dan pendidikan dengan aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Ditjen Bimas Buddha akan terus memantau perkembangan pelaksanaan bantuan bersama penerima dan pembina keagamaan di daerah. Pengawalan ini dilakukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan dan bantuan yang diberikan benar-benar dapat mengembalikan fungsi rumah ibadah serta layanan pendidikan keagamaan bagi umat Buddha di wilayah terdampak bencana.


Sumber
:
Humas Bimas Buddha
Penulis
:
Dwiyana Mettasari
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait