Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Ditjen Bimas Buddha Alokasikan Rp7,06 Miliar untuk Perkuat Akses Pendidikan Buddha

Rabu, 30 September 2026
Kategori : Berita

Jakarta — (Bimas Buddha) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menyalurkan anggaran pendidikan sebesar Rp7,06 miliar pada 2026. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan Buddha, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, tenaga pendidik, lembaga pendidikan, hingga generasi muda umat Buddha.

Penyaluran beasiswa pendidikan sejalan dengan kebijakan pelaksanaan Asta Cita, yaitu delapan misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam memperkuat program prioritas di bidang pendidikan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Kebijakan ini diarahkan untuk mempercepat realisasi program prioritas nasional yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam pagu anggaran murni, sekaligus memperluas manfaat program agar dapat dirasakan secara lebih nyata oleh masyarakat.

Dirjen Bimas Buddha Supriyadi mengatakan, pemerintah terus memberikan perhatian pada sektor pendidikan sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia umat Buddha. Dukungan tersebut tidak hanya diarahkan pada peserta didik, tetapi juga pada peningkatan kualitas tenaga pendidik dan penguatan lembaga pendidikan keagamaan Buddha.

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, dukungan pemerintah harus benar-benar memberi manfaat, mulai dari membantu mahasiswa mengembangkan prestasi, meningkatkan kapasitas dosen, hingga memastikan Sekolah Minggu Buddha dapat terus menjalankan pembinaan bagi generasi muda. Penyaluran bantuan Pendidikan ini juga menjadi prioritas pemerintah, sesuai arahan Menteri Agama dan Presiden Prabowo,” ujar Supriyadi pada Senin (28/9/2026).

Penguatan Anggaran pada Bidang Pendidikan Tinggi

Peningkatan akses pendidikan dan daya saing lulusan bagi mahasiswa menjadi salah satu fokus dalam penguatan pendidikan keagamaan Buddha. Tahun ini, Ditjen Bimas Buddha mengalokasikan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) sebesar Rp1,0464 miliar. Penguatan kualitas sumber daya manusia juga dilakukan melalui Beasiswa Gelar S3 bagi dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha dengan alokasi anggaran sebesar Rp370 juta. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualifikasi akademik dosen, sehingga dapat turut memperkuat mutu pendidikan tinggi keagamaan Buddha.

Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah bagi mahasiswa Buddha yang memiliki prestasi akademik. Dukungan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pendidikannya, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi mereka untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi selama menempuh pendidikan tinggi.

Dengan adanya beasiswa, diharapkan mahasiswa dapat lebih fokus dalam menempuh pendidikan, mempertahankan prestasi akademik, serta mengembangkan potensi yang dimiliki. Dukungan ini juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi lahirnya generasi terdidik, berdaya saing, dan berkarakter yang kelak mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, kemajuan umat Buddha, serta pembangunan bangsa.

Untuk menunjang pendidikan yang maju dan berkualitas, peningkatan kapasitas dosen juga menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat. Dosen yang memiliki kompetensi akademik dan profesional yang baik akan berperan dalam menghadirkan proses pembelajaran yang bermutu, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan demikian, investasi pada pendidikan doktoral dosen tidak hanya berdampak kepada penerima beasiswa, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat berkelanjutan bagi mahasiswa dan ekosistem pendidikan Buddha secara lebih luas.

Dukungan Anggaran untuk 684 Sekolah Minggu Buddha (SMB) dan 7 Sikhapana

Selain dukungan beasiswa bagi mahasiswa dan dosen perguruan tinggi, Ditjen Bimas Buddha juga mengalokasikan Bantuan Operasional Sekolah Minggu Buddha (SMB) sebesar Rp5,1944 miliar dan Bantuan Operasional Lembaga Pendidikan Keagamaan Buddha (Sikhapana) sebesar Rp450 juta. Berdasarkan data anggaran, bantuan tersebut mencakup 684 satuan/lembaga SMB dan 7 satuan/lembaga Sikhapana. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan keagamaan Buddha di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran SMB sebagai ruang pembelajaran dan pembinaan generasi muda Buddhis.

Dukungan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan keagamaan Buddha di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran SMB dan Pendidikan Keagamaan Buddha sebagai ruang pembelajaran dan pembinaan generasi muda Buddhis.

Sekolah Minggu Buddha dan Sikhapana memiliki peran strategis dalam mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai Dhamma kepada anak-anak sejak dini. Melalui kegiatan pembelajaran dan pembinaan, baik SMB dan Sikhapana adalah tempat yang tepat bagi generasi muda Buddha untuk memperoleh pengetahuan keagamaan sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, kepedulian, dan kebersamaan.

Dukungan operasional diharapkan membantu lembaga SMB dan Sikhapana menjalankan kegiatan pembelajaran dan pembinaan secara lebih berkelanjutan, sehingga anak-anak Buddha tetap memiliki akses terhadap pendidikan keagamaan yang dekat dengan lingkungan mereka.

Dari ketiga dukungan tersebut menunjukkan bahwa keberpihakan anggaran pada pendidikan demi terwujudnya pendidikan Buddha yang maju. Dengan penguatan akses tersebut, anggaran pendidikan tidak hanya dipandang sebagai belanja pemerintah, tetapi sebagai instrumen untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan pembinaan umat Buddha.


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
A Wardiyanto
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait