Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Bahas Waisak bersama WALUBI, Menag: Momentum Strategis Perkuat Nilai Kebangsaan dan Toleransi

Rabu, 08 April 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) di Jakarta, Selasa (7/4/2026). Agenda pertemuan ini yakni membahas kesiapan Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.

Audiensi tersebut merupakan langkah awal wujudkan jalinan koordinasi serta sinergi antara pemerintah bersama umat Buddha guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan Waisak berjalan lancar, tertib, dan khidmat. Turut hadir dalam pertemuan ini Wakil Ketua Panitia Waisak dari WALUBI Karuna Murdaya, panitia Waisak Prajna Murdaya, Bhikkhu Sangha, serta perwakilan lainnya.

Pada kesempatan itu, WALUBI memaparkan rencana rangkaian kegiatan Waisak yang berskala nasional dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Rangkaian perayaan akan berlangsung pada 10 Mei hingga 5 Juni 2026, meliputi karya bakti di Taman Makam Pahlawan, bakti sosial kesehatan, pengambilan Api Dharma di Mrapen, pengambilan Air Suci di Umbul Jumprit, hingga puncak perayaan di Candi Mendut dan Candi Borobudur yang akan ditutup dengan festival lampion.

Peringatan Waisak tahun ini mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”. Tema ini diharapkan menjadi landasan spiritual sekaligus tercermin dalam kehidupan sosial yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan harmoni.

Menteri Agama menegaskan bahwa Candi Borobudur memiliki makna penting, tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai pusat ibadah umat Buddha di tingkat nasional dan dunia. Oleh karena itu, penyelenggaraan Waisak perlu dipersiapkan secara matang dengan melibatkan berbagai pihak.

“Borobudur bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga pusat ibadah umat Buddha. Karena itu, perayaan Waisak harus kita siapkan dengan baik agar berlangsung khidmat dan memberikan makna yang mendalam,” ujarnya.

Selain itu, Ia juga menekankan bahwa Waisak merupakan momentum strategis untuk memperkuat nilai kebangsaan serta toleransi antarumat beragama. Nilai-nilai Dharma yang diusung dinilai relevan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan berkeadaban.

Lebih lanjut, Menteri Agama menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, panitia, dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan, baik keagamaan maupun sosial, dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas.

Perayaan Waisak 2570 BE/2026 diharapkan menjadi energi kolektif untuk memperkuat persaudaraan, menebarkan kedamaian, serta merawat kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa.

Kontributor: Tim Humas Kemenag


Sumber
:
Tim Humas Kemenag RI
Penulis
:
A Wardiyanto
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait