Wonogiri (Bimas Buddha) ----- Dalam memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman menjadi ruang refleksi spiritual Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya mengikuti kegiatan Dialog Lintas Agama dan Buka Bersama yang diselenggarakan pada Jumat (13/3/2026) bertempat di Aula, Gedung Mpu Tantular.
Dialog lintas agama mengangkat tema “Dekat dengan Tuhan: Dari Buku Main -Main dengan Mind Kekuatan Meditasi dan Dzikir, serta pandangan agama - agama”, dengan membahas bagaimana setiap agama memaknai upaya manusia dalam membangun hubungan spiritual dengan Tuhan.
Dalam kesempatannya Ketua STABN Raden Wijaya Dr. Sulaiman, Ph.D. menyampaikan pandangan dari perspektif Buddha. Hj. Sulastri, Lc., M.Pd.I. memaparkan perspektif Islam, Ayuning Wulan, S.H., MBA menjelaskan perspektif Hindu, serta Sugik Harto, M.Pd. menyampaikan pandangan dari perspektif Kristen.
Melalui pemaparan dari berbagai perspektif tersebut, peserta diajak memahami bahwa meskipun terdapat perbedaan cara dalam menjalankan ajaran keagamaan, seluruh agama pada dasarnya mengajarkan nilai kebajikan, kedamaian, serta pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan bersama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Dalam rangkaian acara tersebut juga ditampilkan berbagai penampilan dari masing-masing agama, di antaranya penampilan shalawat, lagu Buddhis, dan lagu rohani Kristen, yang semakin mempererat semangat persaudaraan di tengah keberagaman.

Ketua STABN Raden Wijaya Dr. Sulaiman, Ph.D menyebut bahwa kegiatan dialog lintas agama dan buka bersama pada hari Jum’at bertujuan untuk mempererat hubungan dan membangun kebersamaan antar mahasiswa. “Dapat meningkatkan sikap toleransi, memperkuat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan rasa toleransi di tengah keberagaman dan menciptakan suasana harmonis,” ungkapnya pada Minggu (15/3/2026).
Melalui kegiatan ini diharapkan semangat saling menghargai, dan dialog terbuka yang harmonis antarumat beragama dapat terus terjaga serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.