Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Momentum Waisak 2570 B.E. di Universitas Pancasila, Dirjen Sampaikan Dua Pesan untuk Mahasiswa

Minggu, 07 Juni 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Semangat Hari Raya Trisuci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter, kepedulian sosial, dan peran generasi muda Buddhis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) di Vihara Dhamma Sasana Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, dihadiri Bhikkhu Sangha, dosen, alumni, mahasiswa, serta sivitas akademika lintas iman yang bersama-sama merayakan hari suci umat Buddha dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, menyampaikan dua pesan utama kepada mahasiswa Buddhis. Pesan yang pertama yakni pentingnya menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan penguatan nilai-nilai moral dan spiritual. Keberadaan vihara dan rumah ibadah di lingkungan kampus dipandang sebagai sarana untuk membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang berkarakter, bermoral, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Tujuan kuliah mahasiswa tidak hanya sekedar akan meraih sarjana semata tetapi membekali dirinya dengan keterampilan kemampuan spiritualitas dan agama Buddha, menjadi manusia yang susila, manusia yang maslahat bagi setiap orang, bangsa, dan negara karena itu Apamadena berjuanglah dalam meraih cita-cita,” harapnya.

Adapun pesan kedua adalah pentingnya mengembangkan pola pikir kritis melalui penerapan prinsip Buddhis Ehipassiko, yakni menguji dan membuktikan sendiri setiap informasi yang diterima. Mahasiswa didorong untuk tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi, khususnya di media sosial, melainkan mengedepankan logika, akal sehat, dan kajian yang mendalam sebelum mengambil kesimpulan.

Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial sesuai dengan kapasitas, pengetahuan, dan tanggung jawab intelektual yang dimiliki.

Sementara Rektor Universitas Pancasila, Prof. Adnan Hamid, mengapresiasi atas terselenggaranya perayaan Waisak di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa Universitas Pancasila merupakan rumah keberagaman yang menerima seluruh pemeluk agama. Komitmen tersebut tercermin dari keberadaan lima rumah ibadah yang aktif digunakan dan dapat berjalan berdampingan secara harmonis.

Menurutnya, keberagaman di kampus tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peran organisasi kemahasiswaan dan para pengelola rumah ibadah yang terus menjaga suasana kampus yang damai dan toleran.

“Kita harus menjaga kampus kita sebagai kampus keberagaman, sebagai kampus yang mencintai perbedaan, serta meningkatkan kampus sebagai rumah toleransi untuk seluruh umat beragama,” tandasnya.

Perayaan Trisuci Waisak 2570 BE di Universitas Pancasila juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, memperkuat identitas Buddhis yang sarat dengan nilai cinta kasih, serta menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Buddhis yang cakap, bersusila, dan mampu membawa pesan perdamaian serta moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Peringatan Hari Trisuci Waisak tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kebijaksanaan, cinta kasih, dan kepedulian sosial sebagai fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang rukun, damai, dan sejahtera.

Kontributor: Vikka Setiawati Anatha Pindika


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait