Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Wujud Nyata Toleransi dan Kebersamaan dalam Pengawalan Air Berkah Waisak 2026

Minggu, 31 Mei 2026
Kategori : Berita

Magelang (Bimas Buddha) ----- Menjelang Perayaan Puncak Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026 di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, para bhikkhu dan umat Buddha melaksanakan ritual pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung.

Sekitar pukul 10.30 WIB, prosesi pengambilan air berkah dimulai. Puluhan bhikkhu dan umat Buddha dari berbagai majelis yang telah memadati kompleks Umbul Jumprit sejak pagi tampak khusyuk mengikuti ritual tersebut.

Usai upacara dan ritual penyalaan lilin panca warna di altar, para bhikkhu melakukan pengambilan air berkah di sumber mata air Umbul Jumprit. Air yang telah diambil kemudian didoakan bersama para bhikkhu dan ratusan umat Buddha sebelum diberangkatkan menuju Candi Mendut pada pukul 12.45 WIB untuk menjalani prosesi pensakralan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE.

Perjalanan air berkah menuju Candi Mendut berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian, disertai iring-iringan panitia, umat Buddha, termasuk relawan dari Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) ZZW06 Kabupaten Temanggung. Sepanjang perjalanan, suasana berlangsung tertib dan khusyuk sebagai bagian dari rangkaian sakral perayaan Tri Suci Waisak.

Adalah Ana Hariyana yang merupakan anggota Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) ZZW06 Kabupaten Temanggung yang ikut mengawal perjalanan Air Berkah Suci dari Umbul Jumrit sampai ke Candi Mendut Mungkit Magelang.

RAPI Wilayah Temanggung sudah berjalan 3 tahun ini ikut mengawal perjalanan Thudong dan 3 tahun ini berkesempatan untuk membantu pengawalan perjalanan Air Berkah Suci untuk peringatan Waisak. Ini merupakan kesempatan bagi saya untuk membantu saudara-saudara kita umat Buddha yang akan merayakan Waisak di Candi Mendut dan Candi Borobudur,” jelas Ana Hariyana pada Sabtu (30/5/2026).

Ana juga menyampaikan bahwa kegiatan pengawalan Air Berkah Suci merupakan wujud toleransi antarumat beragama yang mencerminkan semangat kebersamaan dan saling menghormati dalam menyambut peringatan Waisak tahun ini.

 

“Temanggung menerjunkan 20 personil dan yang ikut mengawal sampai Candi Mendut ada enam personel untuk mendukung kelancaran perjalanan dari Umbul Jumprit menuju Candi Mendut, Mungkid, Magelang. Para anggota bertugas melakukan pengawalan dan koordinasi selama perjalanan guna memastikan prosesi berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar,” sebutnya

Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung rangkaian perayaan keagamaan menunjukkan bahwa kerukunan dapat terjalin dengan baik meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda.


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait