Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809
Samanera Luxio Madha WS dan Samanera Abhijata dari Blitar

Satukan Semangat, Samanera dari Blitar Semarakkan ITC 2026

Sabtu, 25 Juli 2026
Kategori : Berita

Magelang (Bimas Buddha) ----- Suara lantunan sutta menggema khidmat di kawasan Candi Borobudur. Di balik setiap bait Tipitaka yang dilafalkan, tersimpan kisah-kisah penuh harapan, semangat, dan perjalanan spiritual yang datang dari berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara. Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) 2026 kembali menjadi ruang perjumpaan lintas generasi, lintas budaya, bahkan lintas negara dalam satu tujuan yang sama: memperdalam pemahaman terhadap Dhamma dan menghadirkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tak hanya diikuti para bhikkhu dan umat Buddha dewasa, ITC 2026 juga diikuti oleh peserta dari kalangan anak-anak, umat lanjut usia, hingga peserta dari luar negeri yang rela menempuh perjalanan jauh demi merasakan pengalaman spiritual di kaki Borobudur.

Menariknya, semangat mempelajari Dhamma juga tumbuh di kalangan generasi muda. Dua samanera cilik dari Blitar, Jawa Timur, membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menapaki jalan spiritual.

Semangat itu terpancar dari wajah polos Samanera Luxio Madha WS yang baru berusia 11 tahun mengaku terdorong mengikuti ITC karena ingin merasakan pengalaman yang pernah dijalani sang kakak. Dirinya menyebut alasan mengikuti ITC ingin merasakan dan mengikuti jejak kakaknya, Dia juga berharap kepada  teman-teman lainnya untuk belajar membaca kitab suci melalui Indonesia Tipitaka Chanting tahun depan.

Hal senada juga disampaikan oleh Samanera Abhijata yang mengaku ketertarikannya muncul karena kekagumannya terhadap rangkaian upacara Buddhis yang berlangsung khidmat. "Saya mengikuti ITC ini karena saya terkesan dengan upacara-upacaranya. Selain itu, saya ingin mengenal Dhamma lebih dalam," katanya.

Sementara Hardiansyah, peserta asal Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, ia tetap datang membawa keyakinan bahwa Dhamma adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

"Dengan adanya ITC 2026 ini, saya meskipun dengan keadaan terbatas, namun saya berkeyakinan bahwa dengan mengenal Dharma dan mempraktikkan Dharma, semoga karma baik akan berbuah dan karma yang buruk semoga habis. Semoga semua peserta yang mengikuti ITC 2026 ini tetap semangat mengenal Dharma dan mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita bisa lebih bijak dan bahagia lagi dalam menjalani hidup," ujarnya.

Atmosfer persaudaraan itu juga dirasakan peserta dari luar negeri. Bhante Rev. Gonahene Utharanda dari Sri Lanka mengaku memperoleh pengalaman berharga saat pertama kali mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting di Borobudur. Menurutnya, kegiatan ini menjadi jembatan yang mempertemukan umat Buddha dari berbagai latar belakang budaya dalam semangat dialog dan persaudaraan.

"Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti ITC di Borobudur. Saya mempunyai kesempatan besar untuk bergabung dengan umat Buddha Indonesia dan membaca Tipitaka bersama mereka dan ini adalah kesempatan yang nyata untuk kita saling berdialog terkait ajaran Buddha dan juga budaya dari berbagai daerah. Terima kasih untuk semuanya karena telah memberikan kesempatan bagi saya untuk mengikuti ITC 2026," ungkapnya.

Berbagai kisah tersebut menggambarkan bahwa Indonesia Tipitaka Chanting 2026 bukan sekadar agenda keagamaan tahunan. Lebih dari itu, ITC telah menjadi ruang pembelajaran, perjumpaan, dan penguatan nilai-nilai universal seperti kebijaksanaan, welas asih, serta persaudaraan.

Dari Blitar, Samarinda, hingga Sri Lanka, seluruh peserta datang dengan latar belakang yang berbeda. Namun, ketika suara Tipitaka dilantunkan bersama di bawah naungan kemegahan Borobudur, seluruh perbedaan itu melebur menjadi satu tekad: menumbuhkan Dhamma dalam hati dan menghadirkan kedamaian bagi sesama.

Indonesia Tipitaka Chanting 2026 pun kembali menegaskan bahwa ajaran Buddha tidak mengenal batas usia, daerah, maupun negara. Yang menyatukan semuanya adalah semangat untuk terus belajar, mempraktikkan kebajikan, dan menyebarkan cinta kasih kepada seluruh makhluk.


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait