Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Wamenag: Peringatan Waisak Salah Satu Upaya Peningkatan Keyakinan Kepada Tri Ratna

Minggu, 04 Juni 2023
Kategori : Berita

Magelang (Bimas Buddha) --------- Ribuan umat Buddha ikuti upacara detik-detik Waisak 2567 BE/2023 di Pelataran Candi Borobudur.

Sebelumnya umat Buddha melakukan kirab jalan kaki dari Candi Mendut ke Candi Borobudur yang di mulai pukul 06.30 WIB.

Wakil Menteri Agama RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si mengatakan Perayaan Tri Suci Waisak merupakan salah satu wujud kebersamaan umat Buddha yang memiliki makna luas dan mendalam, yaitu salah satu implementasi ajaran Buddha untuk mewujudkan kesejukan rasa, toleransi, pengertian, dan penerimaan dengan mengutamakan nilai-nilai non-sektarian, dan menjaga semangat Bhineka Tunggal Ika.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa masyarakat Indonesia sangat majemuk, yang terdiri dari berbagai agama, suku, bahasa, serta identitas etnik yang berbeda,” jelasnya.

Meskipun NKRI melindungi keberadaan agama dan menjamin kemerdekaan beragama sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, namun mengelola kemajemukan bukan persoalan yang mudah, karena disatu sisi setiap umat beragama sebagai komponen bangsa berkepentingan untuk memelihara azas keyakinan, identitas, dan memperjuangkan aspirasi keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sedangkan disisi lain setiap golongan umat beragama juga dituntut untuk memberi andil dalam rangka memelihara kerukunan dan keutuhan bangsa, yang dalam hal ini juga menjadi tanggung jawab umat Buddha.

Menurut Wamen kepedulian sosial menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan oleh umat Buddha, sebagai upaya dalam membentuk sebuah konstruksi keyakinan. Berawal dari sifat dan sikap yang saling menghormati, saling memberi, saling menerima, dan saling mengerti terhadap sesama, dalam menjalankan hak dan kewajiban menunaikan ajaran agama, akan dapat membentuk, memelihara, dan mempertahankan kerukunan umat beragama.

Wamen berharap Peringatan Tri Suci Waisak dapat menjadi momentum yang tepat bagi umat Buddha di seluruh tanah air untuk mengenang kembali sejarah 3 (tiga) peristiwa penting yaitu: Kelahiran Sidharta Gautama, Pertapa Sidharta Gautama mencapai kesempurnaan menjadi Buddha, dan Buddha Gautama Parinibhana atau wafat.

“Kesempurnaan yang diraih dengan mendarma-baktikan hidup bagi kemanusiaan, mendarma-baktikan diri bagi kebahagiaan umat manusia dan kebahagiaan semua makhluk hidup yang harus diteladani oleh seluruh umat Buddha di dunia. Keteladanan Buddha, melalui latihan penyempurnaan moralitas, kebijaksanaan serta konsentrasi yang benar, merupakan pondasi mental bagi umat Buddha untuk mewujudkan harmonisasi serta kepedulian sosial,” lanjut Wamen

Zainut Tauhid Sa’adi menambahkan Peringatan Tri Suci Waisak juga sebagai salah satu upaya peningkatan keyakinan umat Buddha kepada Tri Ratna (Buddha, Dhamma, dan Sangha) sehingga tidak mudah terpengaruh terhadap paham-paham keagamaan yang mengancam kehidupan keagamaan di Indonesia. Marilah kita wujudkan kehidupan beragama yang lebih moderat dalam bingkai NKRI.

“Peringatan Hari Tri Suci Waisak harus digunakan untuk memperkokoh komitmen untuk menghormati makna hakiki hidup dan kehidupan, menjalankan praktik-praktik kebenaran untuk meraih keharmonisan, mengajarkan Dharma atau Dhamma sebagai pedoman untuk menunaikan tugas dan kewajiban,” ajaknya.

Wamen mengajak umat Buddha di se-Indonesia, untuk berperan serta memberikan kontribusi, mendukung program-program pemerintah dan untuk selalu menjaga harmonisasi antar umat Buddha, antar umat Buddha dengan masyarakat luas. Senantiasa mempraktikan Dharma dengan baik dan benar dalam keseharian. Dengan demikian akan terwujud kedamaian di Negara Republik Indonesia tercinta.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait