Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Refleksi Awal Tahun dan HAB ke-80, Ditjen Bimas Buddha Gelar Upacara Sa Ching

Senin, 05 Januari 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Dalam rangka mengawali tahun baru 2026 sekaligus memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menyelenggarakan Upacara Sa Ching yang dirangkaikan dengan pembacaan sutra/mantra, bertempat di Cetiya Jambhala Jaya, Senin (5/1/2026).

Upacara Sa Ching dipimpin oleh Y.M. Bhiksu Dwi Virya Sthavira serta dihadiri oleh Bhiksu Fa Yen dan Bhiksuni Xie Lee. Dalam tradisi Mahayana, Sa Ching merupakan ritual pembersihan, penyucian, dan pensakralan tempat yang dilaksanakan dengan harapan terciptanya suasana yang sejuk, aman, dan harmonis. Melalui upacara ini pula diharapkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Bimas Buddha senantiasa diberikan karunia kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan keberuntungan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada umat Buddha.

Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa puja bakti di awal tahun menjadi momentum refleksi diri sekaligus penghormatan kepada Guru Agung Buddha. 

“Mengawali tahun 2026, kita bersama melakukan puja sebagai bentuk penghormatan kepada Guru Agung kita, sekaligus merefleksikan ajaran-Nya dengan menyelami diri, memahami apa yang telah kita lakukan, serta memperbaiki hal-hal yang belum kita lakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dirjen menekankan ajaran Buddha yang menyatakan bahwa pikiran adalah pelopor, pemimpin, dan pembentuk. Menurutnya, memulai tahun dengan pikiran positif dan optimis akan menjadi landasan kuat dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab.“Kita yakin bahwa jika kita mulai dengan pikiran yang positif, pikiran yang optimis maka semua dapat kita lakukan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Sementara itu, dalam pesan Dhamma yang disampaikan, Y.M. Bhiksu Dwi Virya Sthavira menjelaskan bahwa melalui rangkaian ritual Sa Ching, umat diajak untuk melihat ke dalam diri, menumbuhkan cinta kasih, meredakan ego dan emosi, serta membuka hati agar mampu memahami diri dengan jernih.

“Sa Ching memberitahukan kita kebahagiaan ada di dalam diri. Obat dalam mengobati mentalitas kita yaitu dhamma, ajaran Buddha. Inilah pelita yang harus masuk dalam diri, menerangi batin kita. Semoga upacara yang kita lakukan membawa berkah dan kita juga bisa menjadikan brahmavihara dalam diri kita agar mampu melihat kebahagiaan sesungguhnya,” tuturnya.

Upacara Sa Ching diharapkan menjadi awal yang penuh berkah di tahun 2026, sekaligus menjadi spirit dan modal batin bagi seluruh ASN Ditjen Bimas Buddha dalam berkarya, melayani umat, serta mewujudkan kehidupan keagamaan umat Buddha yang semakin maju dan harmonis.

Kontributor: Dwiyana Mettasari


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
A Wardiyanto
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait