Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Vesakha Sananda 2026, Dirjen Bimas Buddha Dorong Penguatan Spiritual dan Kepedulian Sosial

Jumat, 01 Mei 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi mengajak seluruh umat Buddha untuk menjadikan momentum Vesakha Sananda 2026 sebagai penguatan praktik spiritual yang berdampak nyata bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ajakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 128 Tahun 2026 tentang Upavasa dan/atau Atthangasila dan Dana Paramita.

Supriyadi menyampaikan bahwa peringatan Tri Suci Waisak 2570 B.E. yang jatuh pada 31 Mei 2026 mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, menjadi bagian dari dukungan terhadap Asta Program Prioritas Menteri Agama. Momentum ini, menurutnya, bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga gerakan kolektif untuk mengintegrasikan kesalehan ritual dan kesalehan sosial melalui praktik Upavasa dan Bervegetarian.

“Upavasa dan vegetarianisme bukanlah sekadar membatasi asupan fisik, melainkan sebuah praktik tata kelola diri. Di sini, kita belajar mengendalikan Tanha atau keinginan yang tidak terbatas, dan beralih pada pola hidup yang bersahaja namun penuh kesadaran. Inilah jembatan emas yang menghubungkan disiplin spiritual dengan ketahanan ekonomi personal,” ujar Supriyadi pada Jum'at (1/5/2026). 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa praktik Upavasa, Atthangasila, dan vegetarianisme memiliki dampak luas. Selain menumbuhkan nilai ahimsa dan mendukung kesehatan jasmani serta ketenangan batin, praktik ini juga menjadi kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengurangan jejak karbon.

Sejalan dengan Surat Edaran, pelaksanaan kegiatan Upavasa dan/atau Atthangasila serta Dana Paramita tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di 34 provinsi, dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur Sangha dan organisasi keagamaan Buddha.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Sangha Agung Indonesia pada 30 April 2026 dan ditutup pada 29 Mei 2026. Selain itu, Sangha Theravada Indonesia juga menyelenggarakan rangkaian kegiatan pada 1 Mei 2026 yang mencakup puja bakti, praktik Atthangasila, meditasi, hingga kelas Dhamma. Sementara itu, Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia mengajak umat untuk melaksanakan Upavasa vegetarian sepanjang 1 hingga 31 Mei 2026.

Dirjen juga menekankan pentingnya penguatan praktik berdana melalui Dana Paramita sebagai wujud nyata dari semangat frugal living. Ia mengimbau umat Buddha, termasuk aparatur sipil negara, untuk menyalurkan dana kebajikan melalui lembaga resmi agar dapat dikelola secara akuntabel dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Dengan mengalirkan dana melalui lembaga resmi, kita memastikan bahwa penghematan dari gaya hidup frugal kita berubah menjadi beasiswa bagi anak-anak bangsa, penguatan ekonomi umat, dan pemeliharaan rumah ibadah yang representatif. Inilah wujud Dana Paramita yang akuntabel dan berdampak luas,” jelasnya.

Melalui semangat Vesakha Sananda 2026, umat Buddha diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera bagi semua makhluk.

Kontributor: Metta


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait