Top
    buddhasisfo@kemenag.go.id
(021) 3810671
Puslitbang LKKMO Gelar Persiapan Omnibus Riset dan Survei Zona Integritas

Susun Peta Resiko, Ditjen Buddha Kuatkan Komitmen Sistem Pengendalian Internal

Kamis, 25 Juli 2019
Kategori : Berita
348

Sebagai bagian dari SPIP (Sistem Pengendalian Internal Pemerintah), Peta Resiko adalah bagian tak terpisahkan dari siklus aktivitas yang ada di Ditjen Bimas Buddha. Dengan menyusun Peta yang dibuat, akan memperkecil resiko yang bisa terjadi dalam prosesi dalam suatu organisasi.

"Dengan menyusun Peta Resiko, Bimas Buddha melakukan preventif resiko-resiko," ucap Sesditjen Bimas Buddha Nyoman Suriadarma saat membuka kegiatan Penyusunan Peta Resiko, Tangerang (22/07).

Diingatkan Nyoman untuk memperhatikan siklus PDCA (Plan Do Check Act). Semua hal tersebut menurut Nyoman harus diperhatikan.

Dari aspek perencanaan (Planning), Nyoman mencontohkan untuk memperhatikan akun penganggaran yang direncanakan.

“Bila tidak tepat akun, maka bisa menghambat jalannya program, seperti termakan waktu revisi,” ucap Nyoman.

Pada aspek pelaksanaannya (do),  harus memedomi indikator sehingga tepat sasaran. Demikian pula lanjut Nyoman dalam proses pengecekan (Check), maupun tindaklanjut perbaikan (act).

Dijelaskan Nyoman meski sudah melakukan sesempurna apapun karyawan kerjakan ada, ada saja yang perlu diperbaiki saat pemeriksaan oleh auditor.

Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 22 sampai 24 Juli 2019, dikuti oleh  65 peserta yakni  pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Buddha dan perwakilan dari STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten dan Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah. Dalam kegiatan tersebut menghadirkan nara sumber dari BPKP dan Biro Ortala Sekretaris Jenderal Kementerian Agama.

Kegiatan ini menghasilkan draf peta resiko yang akan dijadikan top manajemen untuk bahan pengambilan keputusan langkah selanjutnya dalam perbaikan kinerja dan pelayanan.

Diakhir pelaksanaan kegiatan secara simbolis ketua panitia kegiatan penyerahan draff peta resiko kepada  Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha.

 

 


Sumber
:
Penulis
:
budiyono
Editor
:
budiyono

Berita Terkait