Jakarta (Bimas Buddha) — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan kegiatan Ekoteologi dan Gerakan Bersih-Bersih Rumah Ibadah Buddha yang dilaksanakan serentak pada Jumat (14/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha. Pelaksanaannya mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Nomor 198 Tahun 2026 tentang Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menyampaikan bahwa gerakan membersihkan rumah ibadah adalah bentuk rasa syukur serta bakti kepada bangsa dan negara yang diwujudkan dalam aksi nyata.
.jpeg)
“Kita tahu bahwa sebentar lagi kita akan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dan untuk tahun 2026 ini adalah jatuh yang ke 81. Sebagai rasa syukur kita terhadap bangsa dan negara, nah tentu selain kita menunaikan secara ritual juga kita perlu wujudkan dalam bentuk aktivitas yang nyata. Karena kita bekerja di lingkup Kementerian Agama, maka pada kesempatan kali ini kami mengajak kepada seluruh jajaran, pusat dan daerah, juga seluruh pemimpin lembaga keagamaan untuk membersihkan rumah ibadah masing-masing”, tutur Dirjen dalam sambutannya di Wihara Satrya Dharma, Jakarta Utara.
Dalam pandangannya, aksi yang dilaksanakan secara serentak nasional tersebut dapat juga dimaknai sebagai sebuah simbolisasi bagi umat Buddha untuk membersikan kilesa (kekotoran batin) yang ada dalam diri.
.jpeg)
Ami Swanto Winata, Pembina Yayasan Wihara Satrya Dharma Wisadha, mengatakan bahwa gerakan mebersihkan rumah ibadah ini adalah berada dalam momentum yang tepat yakni dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia berharap agar negara Indonesia semakin baik, dan kerukunan umat beragama tetap hidup rukun. Selain itu, dirinya juga berpesan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar selalu terbina persaudaraan.
Pelaksanaan aksi bersih-bersih RIAB dalam rangka menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia ini dilaksanakan di empat titik lokasi, yakni Wihara Satrya Dharma, Teluk Gong, Jakarta Utara; Vihara Dhamma Budhi Bhakti, Neglasari, Kota Tangerang; Vihara Buddha Jayanti, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi; dan Vihara Sobhita, Serpong, Kabupaten Tangerang.
Lanny Gumala, Pengurus Vihara Buddha Jayanti Kabupaten Bekasi mengaku terharu atas terselenggaranya kegiatan bersih-bersih vihara dalam rangka menyambut HUT Ke 81 RI. Perhatian yang diberikan oleh Ditjen Bimas Buddha menjadi kesan tersendiri bagi pengurus dan umat Buddha di Vihara Buddha Jayanti.

Menurutnya, momentum menyambut HUT ke-81 RI juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan kepada umat Buddha di Indonesia agar terus menjaga persatuan dan kedamaian. Semangat kemerdekaan diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh umat untuk hidup berdampingan dengan membawa cinta kasih serta pesan damai kepada sesama.
“Pesan-pesannya, mari umat Buddha semua, kita bersatu. Apalagi di momen 17 Agustus ini, semuanya bersatu. Kita (semua) saling damai, masing-masing membawakan cinta kasih, pesan damai kepada sesama. Supaya kita, negara kita semakin aman, tenang semua,” terang Lanny Gumala.
Melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Nomor 198 Tahun 2026, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha mendorong pelaksanaan kegiatan ekoteologi dan gerakan bersih-bersih rumah ibadah agama Buddha. Kegiatan juga dapat melibatkan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha, Dhammasekha, dan sekolah melalui kegiatan kebersihan lingkungan serta penerapan prinsip 3R atau Reduce, Reuse, Recycle.
Foto: Wardiyanto, Meta Setiya Wahyuni