Top
    buddhasisfo@kemenag.go.id
(021) 3810671
Puslitbang LKKMO Gelar Persiapan Omnibus Riset dan Survei Zona Integritas

Indonesia Tipitaka Chanting untuk Mendalami Ajaran Buddha.

Sabtu, 09 Juli 2022
Kategori : Berita

Magelang (Humas Buddha) -----------------  Pelaksanaan Indonesia Tipitaka Chanting (ITC), tahun 2022 diikuti oleh 1200 peserta secara nasional.

Ketua pelaksana kegiatan Lie Harja Sigit menjelaskan jumlah 1200 peserta terdiri dari berbagai elemen.

“Ya jumlah peserta 1200 terdiri dari 66 Bhikkhu Sangha, 122 Samanera, 55 Attasilani dan 957 umat Buddha,” jelasnya, Sabtu (9/07).

Untuk 66 Bhikkhu Sangha merupakan Sangha Theravada Indonesia, Samanera dan Attasilani adalah perwakilan dari beberapa vihara yang sebelumnya mengikuti Pabbaja Samanera di masing masing daerah, sedangkan untuk umat awam ada dari perwakilan vihara ataupun secara mandiri, lanjut Sigit.

Peserta Tipitaka Chanting perwakilan dari Vihara Dhamma Sundara Solo menyampaikan bahwa dirinya mengikuti kegiatan ini untuk mendalami ajaran Buddha.

 “Saya waktu itu ikut program Pabbaja dan dilanjutkan dengan Asadha Chanting, awalnya saya akan melatih diri dan mendalami lagi secara spiritual terutama dalam segi meditasi dan juga pembelajaran serta mendalami ajaran Buddha,” tutur Willy.

Senada dengan William perwakilan dari Wisma Vipassana Kusalacitta Bekasi mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting merupakan pengalaman baru.

“Ya mungkin ini merupaka pembelajaran baru, karena saya sebelumnya juga dasar agama Buddha masih kurang, dan kesempatan ini untuk belajar dan melengkapi ajaran Buddha,” terangnya.

Sementara  Ali menuturkan mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting mendaftar secara mandiri dan sudah niat karena bersama dengan keluarga.

“Kami sekeluarga mengikuti kegiatan ini memang sudah niat untuk belajar dan menekuni kitab suci, dan kebetulan ini anak saya juga libur sekolah,” kata Ali.  

Peserta Indonesia Tipitaka Chanting sampai dengan hari ke dua sebagian besar masih sangat antusias dan semangat dalam mengikuti tiap sesi, hal ini dibuktikan dengan tekunya mengikuti semua sesi sampai malam, dan selanjutnya akan mengikuti prosesi pradaksina di Candi Agung Borobudur.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Tim Humas
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait