Top
    buddhasisfo@kemenag.go.id
(021) 3810671
Puslitbang LKKMO Gelar Persiapan Omnibus Riset dan Survei Zona Integritas

Rumah Ibadah, Agar Tetap Jaga dan Dapat Dijadikan Sebagai Tempat untuk Membangun Peradaban Baru Indonesia.

Sabtu, 12 November 2022
Kategori : Berita

Semarang (Humas Buddha) --------- Vihara Gunung Pati Semarang selenggarakan syukuran masa pengabdian dan Ulang Tahun yang ke-28, dengan menghadirkan  62 Bhikkhu Sangha, puluhan donatur dari seluruh Indonesia, dan ratusan umat Buddha dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, Sabtu(12/11/2022).

Dirjen Bimas Buddha Supriyadi mengucapkan selamat ulang tahun kepada Vihara Gunung Pati dan menyampaikan pentingnya peranan vihara bagi umat Buddha.

"Rumah ibadah penting, agar tetap jaga dan dapat dijadikan sebagai tempat untuk membangun peradaban baru Indonesia, tidak hanya sekedar untuk beribadah, tetapi dapat membangun kebersamaan, membangun persaudaraan, dan juga mengembangkan kehidupan perekonomian rumah ibadah itu sendiri," jelasnya.

Lebih lanjut Supriyadi juga berpesan terkait pengelolaan rumah ibadah dapat ditata dengan baik.

"Rumah ibadah dapat ditata dengan baik melalui Yayasan Buddhayana Indonesia. Hal ini untuk melindungi agar tidak terjadi persoalan nantinya. Tanah rumah ibadah yang bersifat hibah hendaknya diurus dengan baik, diketahui dan ditandatangani oleh keluarga atau ahli waris. Karena banyak terjadi sampai hari ini masalah rumah ibadah karena semula hibahnya tidak diurus dengan baik," pesan Dirjen.

Melihat aspek historis, Vihara Gunung Pati mulai dibangun pada tahun 1994 dan mendapatkan izin resmi dari Walikota Semarang dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOMINDA) Kota  Semarang pada tahun 1998.

Pada awalnya bernama Vihara Vipassana Arama, namun karena masyarakat sekitar mengenal dan sering menyebut Vihara Gunung Pati, pada akhirnya nama tersebut digunakan sampai sekarang. Pada tahun 2007, vihara ini turut berkontribusi dengan menghasilkan 16 anggota Sangha Agung Indonesia.

Ulang tahun ke-28 sekaligus sebagai tanda dimulainya renovasi bangunan utama Vihara Gunung Pati yang ditandai dengan pemukulan palu pada tembok bangunan oleh SAGIN, Dirjen Bimas Buddha, dan para donator.

Turut hadir mendampingi Dirjen Bimas Buddha yakni Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah (Karbono), Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) terdiri dari Ketua Sangha Agung Indonesia (SAGIN) Bhikkhu Khemacaro, Ketua Yayasan Buddhaya Indonesia Bhikkhu Nyana Suryanadi,  Ketua Dewan Pimpinan Pusat Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Amin Untario, Ketua Sekretariat Bersama Yayasan-Yayasan Buddhayana Indonesia (Sekber YABUDDHI) Tony Sassana Surya, Ketua Warga Usia Lanjut Bahagia (WULAN Bahagia) Sanjaya, dan Ketua Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Lucy Salim.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Tim Humas
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait