Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Sebanyak 45 RIAB Ramah Pemudik Siap Jadi Tempat Singgah Perjalanan Mudik

Selasa, 10 Maret 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) — Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik Idul Fitri 1447 H, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menghadirkan program Rumah Ibadah Ramah Pemudik. Program ini menjadi bagian dari upaya pelayanan publik Kementerian Agama sekaligus wujud kepedulian umat Buddha dalam memberikan ruang singgah yang aman dan nyaman bagi para pemudik.

Program tersebut menyediakan rumah-rumah ibadah Buddha yang dapat dimanfaatkan oleh para pemudik untuk beristirahat sejenak selama perjalanan. Selain sebagai tempat beristirahat, rumah ibadah juga diharapkan menjadi ruang yang menenangkan sebelum pemudik melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa rumah ibadah yang berada di jalur mudik perlu dipastikan dapat beroperasi dengan baik guna mengakomodasi arus pemudik yang sering kali tidak terprediksi.

Menurutnya, pengelola rumah ibadah diharapkan dapat menyiapkan manajemen petugas yang baik agar keamanan dan kenyamanan para pemudik tetap terjaga.

“Rumah-rumah ibadah lintas agama yang berada di jalur mudik diharapkan benar-benar siap melayani para pemudik. Rumah ibadah tersebut dapat dibuka selama 24 jam selama masa mudik, karena pemudik datang silih berganti sepanjang waktu,” ujarnya dalam pertemuan bersama jajaran Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan kesiapan petugas di lokasi rumah ibadah agar pemudik yang beristirahat tetap merasa aman. Dengan demikian, rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga ruang yang memberikan rasa nyaman bagi para pelintas perjalanan.

Senada dengan hal tersebut, Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, menyampaikan bahwa terdapat 45 Rumah Ibadah Ramah Pemudik yang tersebar di wilayah Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

“Dalam mendukung saudara-saudara kita yang akan mudik untuk merayakan Idul Fitri 1447 H, kami menyiapkan Rumah Ibadah Ramah Pemudik. Beberapa tempat tersebut dapat dimanfaatkan untuk beristirahat sejenak, menenangkan diri, maupun melanjutkan perjalanan dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha mencatat sebanyak 45 Rumah Ibadah Agama Buddha (RIAB) di berbagai daerah yang siap menjadi tempat singgah bagi para pemudik. Pendataan tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama para Pembimbing Masyarakat (Pembimas) dan Penyelenggara Buddha di daerah.

Sebaran lokasi rumah ibadah tersebut meliputi sejumlah wilayah di Indonesia, yakni Provinsi Aceh sebanyak 3 lokasi, Kepulauan Riau 2 lokasi, Kepulauan Bangka Belitung 1 lokasi, Sumatera Selatan 1 lokasi, Bengkulu 1 lokasi, Lampung 10 lokasi, DKI Jakarta 4 lokasi, Jawa Tengah 14 lokasi, DI Yogyakarta 2 lokasi, Jawa Timur 4 lokasi, Bali 2 lokasi, dan Nusa Tenggara Barat 1 lokasi.

Rumah-rumah ibadah agama Buddha tersebut terbuka bagi seluruh pemudik tanpa memandang latar belakang agama. Hal ini menjadi cerminan nilai-nilai kemanusiaan, kerukunan, dan semangat saling membantu yang dijunjung tinggi oleh umat Buddha.

Melalui program ini, Kementerian Agama berharap perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung dengan lebih aman, nyaman, dan lancar. Kehadiran rumah ibadah sebagai tempat singgah dengan dukungan berbagai pihak tersebut, diharapkan dapat membantu para pemudik menjaga kondisi fisik dan mental selama perjalanan jauh.

Kontributor: Dwi Dhamma Yanti


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait