Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Komisi VIII DPR RI Dukung Transformasi STABN Raden Wijaya Menjadi Institut

Kamis, 03 September 2026
Kategori : Berita

Wonogiri (Bimas Buddha) — Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026). Kunjungan ini untuk melihat langsung perkembangan pendidikan, sarana prasarana, serta potensi pengembangan STABN Raden Wijaya.

Kunjungan dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, bersama sejumlah anggota Komisi VIII, yakni Muhamad Abdul Aziz Sefudin, Wibowo Prasetyo, H. Ashraff Abu, F. Alimudin Kolatlena, dan H. Zulfikar Achmad. Hadir pula Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Jateng, Kankemenag Wonogiri serta civitas akademisi STABN Raden Wijaya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPRRI, Abdul Wahid, menyampaikan apresiasi atas perkembangan STABN Raden Wijaya dan menegaskan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Buddha. Ia mendorong STABN Raden Wijaya untuk segera bertransformasi menjadi institut.

“Saya akan selalu support sekolah tinggi ini dan nanti akan segera keluar dari sekolah tinggi menjadi institut, bila perlu secepatnya menjadi universitas,” ujar Abdul Wahid.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, menyampaikan apresiasi kepada Komisi VIII DPR RI atas dukungan terhadap penguatan pendidikan tinggi keagamaan Buddha.

“Harapan dan tekad kami, tahun depan STABN Negeri Raden Wijaya juga harus segera menjadi institut agama Buddha. Mohon dukungan dan pengawalan dari Pak Wakil Ketua agar harapan ini dapat diwujudkan,” ujar Supriyadi.

Sementara Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam mendukung perkembangan STABN Raden Wijaya. Pemkab Wonogiri telah menghibahkan 8,4 hektare lahan untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana kampus.

“STABN Raden Wijaya terus berbenah untuk meningkatkan status dari sekolah tinggi menjadi institut, bahkan kita harapkan bisa menjadi universitas di masa yang akan datang,” kata Setyo.

Ketua STABN Raden Wijaya, Sulaiman, menyambut positif dukungan Komisi VIII DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri terhadap rencana transformasi kelembagaan. Ia menilai dukungan tersebut penting untuk memperkuat proses pengembangan STABN Raden Wijaya menuju Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Raden Wijaya.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Komisi VIII dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Ini menjadi penguatan bagi kami untuk terus berproses menuju IABN Raden Wijaya. Tentu transformasi ini membutuhkan dukungan dan kebijakan dari berbagai pihak, dan kami berharap prosesnya dapat terus dikawal bersama,” kata Sulaiman.

Saat ini, STABN Raden Wijaya memiliki 1.102 mahasiswa aktif, 44 dosen, serta tujuh program akademik dan satu program profesi. Pertumbuhan tersebut menjadi dasar perlunya penguatan kelembagaan dan sarana prasarana agar kampus mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.

Sulaiman menyampaikan bahwa pengembangan kampus diarahkan pada transformasi menjadi institut, pembangunan gedung kuliah terpadu, laboratorium, perpustakaan, dan asrama mahasiswa, serta peningkatan kualitas dosen.

Dukungan juga diberikan melalui perluasan akses pendidikan. Pada 2026, STABN Raden Wijaya memperoleh alokasi KIP Kuliah bagi 717 mahasiswa. Selain itu terdapat dukungan untuk peningkatan potensi akademik mahasiswa, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta beasiswa pendidikan S3 bagi dosen.

Kunjungan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR RI dalam memperkuat pendidikan tinggi keagamaan. Pengembangan STABN Raden Wijaya diharapkan semakin memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Wonogiri dan daerah lainnya.


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Budiyono
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait