Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

KONFAS Sriwijaya 2026 Dorong Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha Lahirkan Gagasan Berdampak bagi Masyarakat

Selasa, 01 September 2026
Kategori : Berita

Tangerang, Banten (Bimas Buddha) — Konferensi Nasional Akademik Sriwijaya (Konfas) kembali digelar. Memasuki penyelenggaraan kedua, forum akademik yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-24 Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya Tangerang Banten ini diarahkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menjadi ruang lahirnya pemikiran yang dapat menjawab persoalan masyarakat.

Konfas 2026 berlangsung di Gedung Pusat Layanan Informasi Pendidikan (Kampus 2) IABN Sriwijaya, Tangerang, Selasa (1/09/2026). Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha hadir sekaligus menyampaikan welcoming speech pada konferensi yang mengangkat tema “Internalisasi Nilai Buddha-Dhamma dan Moderasi Beragama dalam Transformasi Pendidikan Inklusif untuk Mewujudkan Kesejahteraan Universal (Loka Hita) dan Agenda SDGs.”

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, menekankan pentingnya memperkuat tradisi akademik di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Buddha. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat berlangsungnya pendidikan, tetapi juga harus mampu menjadi ruang yang melahirkan kajian, gagasan, dan rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Konferensi ini bukan sekadar membahas isu-isu populer, tetapi harus dilandasi kajian akademis dan pilar-pilar keilmuan, sehingga hasilnya mampu memberikan warna dan jawaban atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Supriyadi.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Pendidikan menghadapi tantangan inklusivitas, perkembangan teknologi digital, perubahan pola komunikasi, hingga kebutuhan pembangunan yang semakin menempatkan keberlanjutan sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat. Karena itu, internalisasi Buddha Dhamma dalam konferensi ini tidak ditempatkan semata sebagai kajian keagamaan, melainkan sebagai sumber nilai yang dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bidang kehidupan. Dari pendidikan, kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, ekonomi, hingga pelestarian budaya.

Pada Konfas tahun ini terdapat lima subtema menjadi ruang pembahasan para akademisi dan peneliti. Pertama, transformasi pendidikan Buddha yang inklusif, humanis, dan berkelanjutan. Kedua, internalisasi Buddha Dhamma dalam moderasi beragama dan kepemimpinan. Ketiga, konferensi membahas inovasi ekonomi, pariwisata spiritual, dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai Buddha Dhamma. Selanjutnya aspek psikologi Buddhis, komunikasi, dan literasi digital untuk masyarakat inklusif juga menjadi perhatian. Sementara itu, nilai Buddha Dhamma dalam pelestarian budaya, riset, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi subtema kelima. Rangkaian subtema pembahasan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Buddha Dhamma memiliki topik dan ruang yang luas untuk bersentuhan dengan persoalan kehidupan nyata.

Ketua IABN Sriwijaya Tangerang Banten, Edi Ramawijaya Putra, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mengambil peran lebih jauh sebagai pusat pengembangan pemikiran.

“IABN Sriwijaya ini harus menjadi the ultimate academic institution, bukan hanya sekadar kantor, tetapi wahana untuk mendiseminasikan pemikiran yang dapat memberikan rekomendasi kepada regulator,” ungkap Edi Ramawijaya.

Konferensi Nasional Akademik Sriwijaya 2026 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan perdana pada 2025. Dukungan dari Ditjen Bimas Buddha menjadi penanda bahwa ruang akademik di perguruan tinggi keagamaan Buddha semakin mendapat perhatian. Bukan semata karena kegiatan konferensi itu sendiri, tetapi karena perguruan tinggi diharapkan mampu mengambil bagian dalam pembangunan nasional melalui riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Pelaksana Konfas 2026, Ahsanul Khair Asdar, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang pertemuan bagi akademisi dan peneliti untuk bersama-sama mendorong pelestarian sekaligus pengembangan Buddha Dhamma di Nusantara. Konferensi menghadirkan dua keynote speaker, yakni Prof. Dr. Mohammad Sabri, M.A. dan Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si. Kegiatan berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan pembukaan dan pemaparan keynote speaker, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan presentasi makalah para pemakalah serta penutupan.

Bagi Ditjen Bimas Buddha, penyelenggaraan Konfas 2026 merupakan bagian dari upaya mendorong perguruan tinggi keagamaan Buddha agar semakin kuat dalam membangun ekosistem keilmuan. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga pengetahuan yang dapat digunakan untuk membaca persoalan dan merumuskan jalan keluar. Pada titik itulah konferensi menemukan maknanya. Gagasan yang lahir dari ruang akademik diharapkan tidak berhenti sebagai makalah atau diskusi, tetapi bergerak menjadi rekomendasi, inovasi, dan praktik yang memberi manfaat bagi umat Buddha serta masyarakat luas.

Dalam kesempatan yang sama, dilaksanakan juga peluncuran resmi launching domain baru Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Tahun Akademik 2027/2028 melalui laman admission.iabnsriwijaya.ac.id. Kanal digital tersebut akan menjadi platform resmi penerimaan mahasiswa baru sekaligus menandai Kick Off PMB IABN Sriwijaya untuk Tahun Akademik 2027/2028. Peluncuran ini menjadi langkah awal dalam memperkuat layanan penerimaan mahasiswa baru yang lebih mudah diakses, informatif, dan berbasis digital.

Dengan semangat Loka Hita kesejahteraan universal, Konferensi Nasional Akademik Sriwijaya 2026 diharapkan menjadi salah satu ruang yang mempertemukan nilai Buddha Dhamma dengan kebutuhan pembangunan. Pendidikan yang inklusif, kehidupan beragama yang moderat, masyarakat yang berdaya, serta pembangunan yang berkelanjutan pada akhirnya memiliki tujuan yang sama menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat bagi semua.


Sumber
:
Humas Bimas Buddha
Penulis
:
Vikka Setiawati AP
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait