Jakarta (Bimas Buddha) ----- Umat Buddha baru saja memperingati Asadha Mahapuja di kawasan Taman Lumbini, Candi Borobudur, peringatan ini sebagai momentum untuk mengenang Khotbah Pertama Buddha Gotama kepada lima pertapa di Taman Kijang Isipatana yang dikenal sebagai Pemutaran Roda Dhamma.
Pelaksanaan Asadha Mahapuja di Candi Borobudur memiliki makna sejarah dan spiritual yang mendalam bagi umat Buddha, sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat keyakinan, memperdalam pemahaman Dhamma, serta menumbuhkan semangat untuk mengamalkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
Secara historis, Candi Borobudur memiliki keterkaitan yang erat dengan peristiwa Khotbah Pertama Pemutaran Roda Dhamma, sebagaimana tergambar dalam rangkaian relief pada dinding candi. Relief tersebut menjadi penanda penting perjalanan kehidupan dan ajaran Buddha Gotama yang menggambarkan nilai spiritual.
Bhante Sri Pannavaro Mahathera menyampaikan bahwa di antara candi-candi peninggalan zaman klasik Hindu dan Buddha, hanya Candi Borobudur yang pada reliefnya memuat peristiwa khotbah pertama Guru Agung Buddha Gotama.

“Relief itu berada pada lorong pertama di dinding utama bagian atas di bagian terakhir kisah kehidupan Guru Agung,” jelas Bhante
Menurut Bhante tidak ada inskripsi di Candi Borobudur ataupun di prasasti-prasasti bahwa relief kehidupan Buddha Gotama sejak Beliau masih sebagai Bodhisattva di Tusita Devaloka hingga khotbah pertama di Taman Kijang, Isipatana berpedoman pada nakah Lalitavistara.
Lebih lanjut Bhante Panna menyampaikan bahwa Lalitavistara satu-satunya naskah yang memuat kisah kehidupan Guru Agung dengan dipuncaki khotbah pertama kepada lima pertapa pada purnama di bulan Asadha (Asalha). “Setelah peristiwa khotbah pertama tersebut, naskah Lalitavistara selesai tidak ada lagi kisah Guru Agung hingga mangkat, Parinibb?na. Ini persis dengan relief di Candi Borobudur tentang riwayat kehidupan Guru Agung Buddha Gotama yang sudah selesai setelah peristiwa Khotbah Pertama Pemutaran Roda Dhamma,” terangnya.
Bhante juga menyebut bahwa setiap tahun Sangha Theravada Indonesia menyelenggarakan pujabakti untuk memperingati Khotbah Pertama Buddha Gotama atau Hari Raya Asadha atau Asalha. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Taman Lumbini, halaman timur Candi Borobudur, dan diikuti sekitar 10.000 hingga 12.000 umat Buddha.
Keberadaan relief Khotbah Pertama di Candi Borobudur menunjukkan bahwa warisan tersebut tidak hanya memiliki nilai seni dan sejarah, tetapi juga menyimpan pesan spiritual yang penting bagi umat Buddha dan menjadi pengingat tentang awal pembabaran Dhamma oleh Buddha Gotama.