Jakarta (Bimas Buddha) — Anggaran sebesar Rp. 4,156 miliar disiapkan Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama untuk mendukung pemulihan rumah ibadah dan sekolah minggu Buddha yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Memasuki tahap pencairan, penyaluran bantuan terus dipantau secara berkala untuk memastikan dukungan pemerintah dapat diterima masyarakat sesuai jadwal dan ketentuan.
Untuk memastikan pencairan bantuan berjalan tepat sasaran dan sesuai rencana, perkembangan di daerah terus dipantau secara intensif melalui Rapat Koordinasi Pemantauan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera yang digelar secara virtual, Jumat (18/9/2026).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan pencairan berjalan sesuai target sekaligus menindaklanjuti kendala administrasi dan perubahan data penerima yang ditemukan di lapangan.
Di Aceh, proses pencairan bantuan rumah ibadah terdampak bencana telah memasuki tahap penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPP). Kendala administrasi terkait perubahan rekening dan penandatanganan perjanjian kerja sama yang sebelumnya ditemukan telah diselesaikan pada pekan ini. Selanjutnya, proses pencairan dikawal hingga penerbitan SP2D dan masuknya dana ke rekening penerima bantuan.
Selain bantuan rumah ibadah, bantuan sarana bagi dua Sekolah Minggu Buddhis (SMB) di Aceh telah terealisasi. Masing-masing penerima telah menerima bantuan sebesar Rp 55 juta, yang telah dikonfirmasi masuk ke rekening penerima.
Sementara di Sumatera Utara, pencairan bantuan telah terealisasi pada 27 dari 62 rumah ibadah, atau sekitar 44 persen dari sasaran bantuan. Empat lokasi lainnya ditargetkan mengikuti proses pencairan pada pekan berikutnya. Jika berjalan sesuai rencana, sebanyak 31 lokasi atau sekitar 50 persen dari sasaran bantuan akan terealisasi pada tahap tersebut.
Dalam proses pemutakhiran data di Sumatera Utara, terdapat rumah ibadah yang telah melakukan perbaikan secara mandiri. Untuk memastikan bantuan tetap tepat sasaran, satuan kerja daerah melalui Pembimas Buddha mengusulkan lokasi pengganti bagi rumah ibadah lain yang masih membutuhkan penanganan. Proses tersebut dilakukan dengan melengkapi dokumen pendukung dan memastikan lokasi pengganti memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso, menekankan pentingnya memastikan seluruh proses berjalan sesuai jadwal. Menurutnya, pemantauan berkala diperlukan agar kendala dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi tanpa menghambat penyaluran bantuan yang telah memenuhi persyaratan. Pemantauan, lanjutnya, bukan semata untuk mengejar realisasi anggaran, tetapi memastikan bantuan benar-benar menjangkau masyarakat terdampak yang masih membutuhkan dukungan.
“Ini adalah upaya kita sebagai Kementerian Agama yang dekat dengan masyarakat dan memberikan dampak kepada masyarakat,” ujar Triroso.
Ditjen Bimas Buddha bersama jajaran di daerah akan terus melakukan pemantauan mingguan terhadap perkembangan pencairan hingga seluruh proses berjalan sesuai target. Informasi mengenai progres realisasi juga akan disampaikan secara berkala sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik mengenai penanganan dampak bencana.
Melalui pemantauan yang dilakukan secara berkala, Ditjen Bimas Buddha bersama jajaran di daerah memastikan proses pencairan terus berjalan hingga bantuan diterima oleh penerima yang memenuhi ketentuan. Dukungan anggaran Rp 4,156 miliar tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan rumah ibadah dan sarana pendidikan keagamaan Buddha yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara.