Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Tingkatkan Kualitas Guru Nava Dhammasekha, Bimas Buddha Teken MoU dengan Institut Nalanda

Jumat, 27 Februari 2026
Kategori : Berita

Jakarta (Bimas Buddha) ---- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha resmi menjalin kerjasama dengan Institut Nalanda melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis (26/2/2026) di Gedung Kementerian Agama, Jakarta. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualifikasi akademik bagi guru pendidikan keagamaan Buddha, khususnya guru-guru pada jenjang Nava Dhammasekha (PAUD) untuk menempuh Program Studi PAUD BUDDHA.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha dan Rektor Institut Nalanda, disaksikan oleh Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha Nyoman Suriadarma, Sekretaris Ditjen Bimas Buddha Triroso, Kasubdit Pendidikan Dasar dan Menengah Budi Sulistyo, serta jajaran dari Institut Nalanda.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menegaskan komitmen untuk menjadikan program ini bermakna dan berkelanjutan.

“Kami Bimas Buddha berupaya memberikan perhatian penuh bukan sekadar seremonial kita harus memastikan proses ini berjalan hingga benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran di lapangan, dimana Guru Nava Dhamma Sekha mampu mengimplementasikan nilai-nilai Dharma secara benar" ujar Supriyadi.

Kasubdit Dasar dan Menengah, Budi Sulistyo, memaparkan latar belakang inisiatif ini sebagai upaya standarisasi tenaga pendidik berdasarkan amanat undang-undang Guru dan Dosen.

"Dari 167 guru pada jenjang Nava Dhammasekha, banyak yang latar belakang pendidikannya belum sesuai dengan jenjang yang diampu. Oleh karena itu kami menginisiasi kerjasama ini agar guru-guru yang telah lulus program Paud Buddha kedepannya dapat mengikuti Program Profesi Guru," sebagai wujud perhatian terhadap jenjang karier guru Nava Dhamma Sekha, kata Budi.

Budi menambahkan bahwa pembiayaan menjadi tantangan karena skema pendanaan pemerintah mensyaratkan mitra dengan perguruan tinggi keagamaan negeri.

"Karena itu, Direktorat Jenderal Bimas Buddha akan mengupayakan pendanaan alternatif melalui para donatur  pemerhati pendidikan Buddha yang tidak mengikat untuk bersedia menyalurkan bantuan ke Institut Nalanda, sehingga guru-guru bisa menyelesaikan studi dan memperoleh sertifikasi," ujarnya.

Rektor Institut Nalanda, Sutrisno, menyambut baik kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan institusi untuk menyusun kurikulum, mekanisme akademik, serta sosialisasi kepada calon peserta.

"Institut Nalanda siap mendukung peningkatan kualifikasi guru Buddha dengan program yang terstruktur dan berstandar," tegas Sutrisno.

Data yang disampaikan pada penandatanganan MoU, menunjukkan komposisi pendidikan guru pada jenjang Nava Dhammasekha yaitu 3 lulusan D3, 2 orang lulusan SMP, 54 lulusan SMA, 104 lulusan D4/S1, dan 4 lulusan S2. Mayoritas belum memiliki kualifikasi sesuai jenjang pengampu, sehingga diperlukan program penyetaraan untuk memenuhi persyaratan mengikuti PPG dan memperoleh hak tunjangan.

Penandatanganan MoU ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menstandarisasi kualitas tenaga pendidik di lingkungan pendidikan keagamaan Buddha sejak jenjang PAUD. Kedua pihak sepakat menindaklanjuti kerja sama dengan sosialisasi kepada para guru, perumusan mekanisme pembiayaan, dan implementasi program pendidikan yang berkelanjutan.

Kontributor: Vividha Jati Ariya Gotami


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
A Wardiyanto
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait