Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809
Puslitbang LKKMO Gelar Persiapan Omnibus Riset dan Survei Zona Integritas

Abhisekha Buddha Rupang dan Peresmian Vihara Santi Graha sebagai Momentum Kebangkitan Umat Buddha di Tanah Borneo

Minggu, 17 Desember 2023
Kategori : Berita

Berau (Bimas Buddha) --------- Yayasan Santi Ghosa Kabupaten Berau melangsungkan Abhiseka Buddha Rupang sekaligus peresmian Vihara Santi Graha pada Minggu (17/12/2023). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Rapat Pimpinan Sangha Theravada Indonesia III yang telah dilaksanakan sejak tanggal 15 s.d. 16 Desember 2023.

Dirjen Bimas Buddha dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kerja keras Keluarga Besar Theravada Indonesia (KBTI) Kalimantan Timur, baik yang ada di Provinsi maupun di Kabupaten Berau, sehingga mampu membimbing dan mengarahkan umat Buddha dalam rangka menyediakan juga mempersiapkan sebuah tempat untuk pembangunan manusia yang berkualitas serta mampu berperan serta dalam pembangunan bangsa.

Dirjen juga berharap bahwa dengan keberadaan dan diresmikannya tempat ibadah ini maka tentu peran serta partisipasi umat Buddha Kabupaten Berau dalam mewujudkan masyarakat yang damai dan harmonis tidak boleh menurun bahkan harus meningkat.

Ketua Panitia melaporkan bahwa Vihara Santi Graha ini dibangun kurang lebih 20 tahun yang lalu. Sejak dibangun Vihara tersebut terus mengalami perkembangan dan baru bisa diresmikan pada hari ini.

Di area Vihara juga dibangun Stupa Ratana Ghosa dan Buddha Rupang setinggi 9 meter yang merupakan replikasi Buddha Rupang yang telah hilang dari  tanah Kalimantan Timur 92 tahun yang lalu.

Menurut Bhikkhu Subhapanno Mahathera, Patung Buddha replikasi tersebut diyakini merupakan peninggalan kerajaan bercorak Buddhis, Kutai Kertanegara yang pernah berjaya pada masanya.

Sangha Nayaka Sangha Theravada Indonesia Bhante Sri Subhapanno Mahathera juga menceritakan sejarah awal mula berdirinya Rupang Buddha yakni terinspirasi dari Rupang Buddha peninggalan Kerajaan Kutai Kertanegara yang kini hanya tinggal fotonya saja dan tersimpan di Perancis.

Sementara Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi atas keseriusan umat Buddha Kabupaten Berau dalam membangun rumah ibadah dan membangun sumber daya manusia.

Selain itu, dirinya menyatakan dukungan atas eksistensi seluruh umat beragama di Kabupaten Berau.

“Saya mendukung atas eksistensi seluruh umat beragama termasuk saudara-saudara saya umat Buddha yang ada di Kabupaten Berau,” pungkasnya.


Sumber
:
Humas Buddha
Penulis
:
Tim Humas
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait