Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

Rakernas Kemenag 2019, Ditjen Bimas Buddha Pamerkan Lukisan Pelepah Pisang

Jumat, 25 Januari 2019
Kategori : Berita

Semua Unit Eselon 1 Pusat Kementrian Agama mengikuti pameran dengan berbagai produk unggulannya, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) - Jakarta 23-25 Januari 2019. Salah satunya produk lukisan-lukisan bernuansa Buddhis berbahan dasar pelepah pisang. Lukisan ini adalah hasil PKM Kewirausahaan Mahasiswa STABN Sriwijaya.

"Sebenarnya ini akan memperkenalkan hasil karya anak-anak ini adalah dari bahan yang sangat sederhana. Kemudian bisa dimodifikasi sehingga dapat menjadi bahan yang sangat bagus,” tutur Ketua STABN Sriwijaya Sapardi.

Sapardi mengatakan hasil karya berbahan sederhana diproses dan dimodifikasi sesuai dengan tingkat kesulitannya.

“Prosesnya yakni pelepah pisang yang setelah dikeringkan kemudian dibesut supaya menjadi agak halus. Prosesnya dengan cara disesuaikan dengan jalur motif-motifnya ini. Kemudian digunting, kemudian dilem dan ada sedikit pewarnaan disesuaikan dengan tingkat kesulitan. Sehingga akan memberikan satu warna,” ungkapnya.

Sapardi menambahkan sebenarnya ada beberapa hasil lain yang representatif yang dihasilkan mahasiswanya. Hasil lainnya itu adalah produk makanan dan Batik yang diharapkan dapat terkenal di masyarakat.

“Kita juga mempunyai satu produk yaitu batik. Dan mudah-mudahan motif batik ini akan bisa tenar karena itu bercirikan Buddhis betul-betul. Nanti akan saya berikan informasi segera mungkin, motifnya seperti apa supaya Ditjen bisa mengetahui. Motif-motif yang lain sebenarnya ada. Dan produk tidak hanya ini termasuk makanan dan wirausaha yang lain," ujar Sapardi.

Sapardi berharap pada perubahan jaman yang begitu cepat maka mahasiswa dapat leluasa mengikuti perubahan dan diberikan bekal ke arah tersebut.

"Sebagaimana hasil dari rapat kerja nasional ini, kita harapkan berjalannya perubahan jaman yang begitu cepat maka mahasiswa harus kita berikan bekal supaya bisa mengikuti kondisi yang ada. Jadi tidak hanya sekedar duduk di kelas mendengarkan tetapi bagaimana supaya umat Buddha turut serta dan tidak terlibas oleh kemajuan jaman," ujarnya.

Stand Ditjen Bimas Buddha dalam rakernas ini juga mengenalkan aplikasi layanannya, yaitu Sioribuddha (Sistem Informasi Organisasi dan Rumah Ibadah Buddha), Sipekabuddha (Sistem Informasi Kependidikan Agama Buddha), BKDonline (Beban Kerja Dosen online), dan Sipenabuddha (Sistem Informasi Penyuluhan Agama Buddha). Ada juga sovenir yang berisikan ajakan tidak korupsi, mengenalkan Hiri dan Ottapa yaitu rasa takut dan malu berbuat jahat.


Sumber
:
Penulis
:
eddwin
Editor
:
Administrator

Berita Terkait