Top
    bimasbuddha@kemenag.go.id
+62 811-1001-1809

IABN Sriwijaya Perkenalkan Identitas Baru, Tandai Babak Baru Pendidikan Tinggi Keagamaan Buddha

Jumat, 04 September 2026
Kategori : Berita

Tangerang (Bimas Buddha) — Perubahan sebuah logo biasanya hanya terlihat sebagai pergantian simbol. Namun, bagi Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya, logo baru yang diperkenalkan pada Kamis (3/9/2026) membawa pesan yang lebih besar penanda perubahan bentuk kelembagaan dari Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya menjadi IABN Sriwijaya.

Peluncuran yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Perkuliahan IABN Sriwijaya itu sekaligus menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis ke-24. Momentum tersebut memperkenalkan identitas visual baru sekaligus membuka babak baru perjalanan institusi dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi keagamaan Buddha. Perubahan ini penting bagi masyarakat karena status institut memberikan ruang pengembangan keilmuan dan program studi yang lebih luas. Pada saat yang sama, perubahan tersebut membawa ekspektasi baru pendidikan tinggi keagamaan Buddha diharapkan semakin inklusif, modern, bermutu, serta mampu membangun reputasi hingga tingkat nasional dan internasional. Dengan kata lain, perubahan logo bukanlah tujuan akhir. Ia menjadi penanda bahwa ada tanggung jawab yang ikut berubah dan membesar.

Hadir dalam peluncuran tersebut Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Pembimas Buddha Banten, Penyelenggara Buddha Kabupaten Tangerang, pimpinan IABN Sriwijaya, sivitas akademika, pensiunan STABN Sriwijaya, mitra kerja, dan alumni. Kehadiran mereka sekaligus memperlihatkan bahwa perubahan IABN Sriwijaya merupakan bagian dari perjalanan bersama yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Triroso, mengingatkan agar perjalanan IABN Sriwijaya tidak berhenti pada penguatan institusi di lingkungan perkotaan. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi harus diterjemahkan menjadi pengabdian yang menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Pengabdian dan dampak IABN Sriwijaya jangan hanya di kota, tetapi harus menjangkau daerah 3T. Saya tunggu implementasi nyatanya,” tegas Triroso.

Pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus arah bagi perjalanan IABN Sriwijaya ke depan. Sebab, semakin tinggi status sebuah perguruan tinggi, semakin besar pula harapan masyarakat terhadap kontribusinya. Dalam kegiatan tersebut, transformasi kelembagaan diperkenalkan melalui pemutaran video yang menggambarkan perjalanan perubahan STABN Sriwijaya menjadi IABN Sriwijaya. Selanjutnya, Triroso bersama pimpinan IABN Sriwijaya melakukan peluncuran logo baru sebagai simbol resmi identitas lembaga. 

Logo tersebut dirancang dengan sejumlah simbol yang merepresentasikan nilai dan cita-cita institusi. Trisula menjadi simbol sinergi kekuatan spiritual Triratna dan ketajaman intelektual dalam menjaga nilai-nilai kebenaran sebagai fondasi institusi. Pena mencerminkan kreativitas dan ketajaman gagasan untuk melahirkan karya serta inovasi, sekaligus menegaskan arah IABN Sriwijaya menuju kampus berbasis riset. Sementara itu, elemen huruf IABN yang membentuk bunga teratai merepresentasikan lembaga sebagai pusat pencerahan dan kesucian yang tumbuh dan berkembang secara mulia. Warna merah membawa makna keberanian, energi, dan semangat untuk mewujudkan perguruan tinggi yang berdaya saing global. Adapun warna emas merepresentasikan kemuliaan serta pancaran cinta kasih yang luhur dan universal.

Ketua IABN Sriwijaya, Edi Ramawijaya Putra, menyebut perubahan bentuk tersebut sebagai terbukanya jalan panjang menuju kampus yang semakin berdampak dan memiliki daya saing.

“IABN Sriwijaya merupakan terbukanya jalan panjang menuju kampus yang berdampak dan berdaya saing. Perjuangan panjang ke depan ini memerlukan dukungan semua pihak dan kolaborasi lintas sektoral,” ujar Edi Ramawijaya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa transformasi kelembagaan tidak dapat dikerjakan sendiri. Perguruan tinggi membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, mitra kerja, alumni, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kini yang menjadi tantangannya adalah memastikan perubahan tersebut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. IABN Sriwijaya tidak hanya diharapkan menghasilkan lulusan yang unggul dan berkarakter, tetapi juga mampu menghadirkan penelitian yang relevan, inovasi yang bermanfaat, serta pengabdian yang menjawab persoalan masyarakat. Lebih jauh, institusi ini diharapkan dapat memperluas akses dan kontribusi pendidikan tinggi keagamaan Buddha hingga wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.

Karena itu, logo baru IABN Sriwijaya pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana sebuah institusi ingin dikenali, namun juga sebagai pengingat tentang ke mana institusi itu hendak melangkah. Dari STABN Sriwijaya menjadi IABN Sriwijaya, identitas baru telah diperkenalkan. Semangat baru telah dicanangkan. Kini masyarakat menunggu langkah berikutnya ketika perubahan status diterjemahkan menjadi pendidikan yang lebih berkualitas, kolaborasi yang lebih luas, dan dampak yang benar-benar dirasakan hingga pelosok tanah air.


Sumber
:
Tim Humas
Penulis
:
Vikka Setiawati AP
Editor
:
Budiyono

Berita Terkait